Integrasi Kearifan Lokal Etnik Karo Sebagai Strategi Menjaga Ekosistem Mata Air di Hutan Sembahen

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22437/jssh.v9i1.38314

Keywords:

Water Ecosystem, Karo Ethnic, Local Wisdom

Abstract

The Karo ethnic group is one of the ethnic groups in North Sumatra that resides in the Karo Land. In Tanah Karo, there is a forest that serves as a source of life, namely Hutan Sembahen. Hutan Sembahen is a forest located in Desa Lau Solu, Kecamatan Mardinding, and it contains springs. Hutan Sembahen is protected through the local wisdom of the Karo ethnic group. This local wisdom can preserve the springs so that the water ecosystem remains unpolluted. This research aims to (1) analyze the integration of Karo ethnic local wisdom in Desa Lau, Kecamatan Mardinding as a strategy to maintain the water ecosystem in the Hutan Sembahen area and (2) examine the utilization of springs in the Hutan Sembahen area in accordance with SDG 6. This type of research uses qualitative methods that adopt an ethnographic approach. The research location is Lau Solu Village, Mardinding District, Karo Regency. Research data were collected through participatory observation, ethnographic interviews, and literature studies. The research data analysis uses Spradley's ethnographic analysis techniques, namely ethnographic interview analysis, domain analysis, and taxonomy analysis.

References

Angin, I. S., dan Sunimbar, S. (2020). Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Menjaga

Kelestarian Hutan Dan Mengelola Mata Air Di Desa Watowara, Kecamatan Titehena

Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur. geoedusains: Jurnal Pendidikan

Geografi, 1(1), 51-61.

Arifin, Z. (2021). Ekosistem. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan

Teknologi.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo. (2014). Luas Wilayah (Km2), 2014. URL:

https://karokab.bps.go.id/indicator/153/36/1/luas-wilayah.html. Diakses tanggal 23 Maret

2024.

Damanik, E. L. (2019). Gugung dan Jehe: Pembelahan Etnik Karo di Sumatra Utara. Handep:

Jurnal Sejarah dan Budaya, 3(1), 1-32.

Damayanti, I., Hermawan, E., dan Kamilah, N. (2021). Analisis Spasial Clustering Zona

Potensi Ikan Konsumsi Air Tawar di Kabupaten Bogor. Krea-TIF: Jurnal Teknik

Informatika, 9(2), 11-20.

Dimenta, R. H., Agustina, R., Machrizal, R., dan Khairul, K. (2020). Kualitas Sungai Bilah

Berdasarkan Biodiversitas Fitoplankton Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Jurnal

Ilmu Alam dan Lingkungan, 11(2), 24-33.

Ferry, D., dan Ramadani, R. (2021). Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Upaya Konservasi

Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Dan Nenek Empat Betung Kuning Kabupaten

Kerinci. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 13(01), 30-48.

Hidayat, S. (2021). Implikasi dan konsekwensi nilai-nilai local wisdom (kearifan lokal) dalam

kepemimpinan di era globalisasi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(10), 2113-2122.

Jurnal Sains Indonesia, 3(1), 24-36.

Lega, M. (2022). Kearifan Lokal Dalam Pengelolaan Hutan Adat Sebagai Objek Wisata Di

Desa Rantau Kermas Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin (Doctoral Dissertation,

Universitas Jambi).

Lesmana, I. B., dan Sudikan, S. Y. (2019). Pola Budaya Banyuwangi dalam Novel Karya

Hasnan Singodimayan Sebagai Pengenalan Budaya Pada Materi Tematik Pendidikan

Dasar. EduHumaniora| Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 11(1), 46-54.

Lestari, A. D. (2022). Pengaruh Pencemaran Limbah Detergen Terhadap Ekosistem

Perairan.

Malang: Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Prameswari, S. I., Iskandar, A. M., dan Rifanjani, S. (2019). Kearifan lokal masyarakat adat

Dayak Hibun dalam melestarikan hutan Teringkang di Dusun Beruak Desa Gunam

Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari, 7(4), 1668-1681.

Qona’ah, S. (2019). Implementasi Program Bina Lingkungan Corporat Social Responsibility

PT Pertamina Dalam Upaya Pelestarian Ekosistem Laut. Jurnal Komunikasi, 10(2), 153-

160.

Berbasis Lingkungan Sosial dan Budaya. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP

Universitas Lampung 2019, 568–575.

Santoso, R., & Wuryandani, W. (2020). Pengembangan Bahan Ajar PPKn Berbasis Kearifan

Lokal Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya Melalui Pemahaman Konsep

Keberagaman. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 229–248.

https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jkn.56926

Spradley, J. (2017). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Sudipa, N. (2023). Mitos Tenget dalam Pelestarian Lingkungan Hutan di Pura Puser Saab

Nusa Penida, Bali. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama dan Budaya, 8(1), 46-52.

Sumarmi & Amirudin, A. (2014). Geografi Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal. Malang:

Aditya Media Publishing.

Sumiadi, R. (2022). Pendidikan Peduli Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat

Disekitar Lingkungan Hutan. Indonesian Journal of Education Research and Technology

(IJERT), 2(1), 86-90.

Surbakti, S. B., Mandang, F. H., dan Linjewas, J. W. (2021). Sikap Berbahasa Mahasiswa

Batak Karo Terhadap Bahasa Batak Karo Di Universitas Negeri Manado. Kompetensi,

1(05), 465-476.

Syaid, M. N. (2020). Mengenal Jenis Hutan di Indonesia. Semarang: Alprin.

Syarif, E. (2022). Masyarakat Adat Karampuang: Kearifan Lokal Dalam Konservasi Hutan.

Tarmizi, R. (2018, September). Konseling Multibudaya dan kearifan lokal Suku Karo

Sumatera Utara dengan Pendekatan Realitas. In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan

dan Konseling (Vol. 2, No. 1, pp. 435-444).

Santoso, R., & Adha, M. M. (2019). Inovasi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran

Downloads

Published

2025-06-30