https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/issue/feed Siginjai: Jurnal Sejarah 2023-12-10T11:25:26+07:00 Siginjai: Jurnal Sejarah (JS) jurnalsiginjai@unja.ac.id Open Journal Systems <p>Siginjai: Jurnal Sejarah dengan ISSN 2797-9520 (cetak) dan E-ISSN 2797-9059 (online) merupakan jurnal pada Bidang Sejarah dan semua kajian yang menggunakan pendekatan sejarah. Dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Seni, Budaya, Sosial dan Arkeologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi. Pertama kali terbit pada tanggal 23 Juni 2021, dengan terbitan dua kali dalam setahun, yaitu pada setiap bulan Juni dan Desember. Jurnal ini didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam rangka memperkuat identitas bangsa, sehingga bersifat terbuka yang berarti semua konten tersedia secara bebas. Pengguna diizinkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap artikel, atau menggunakannya untuk tujuan lain yang sah.</p> https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/29321 Jejak Bencana Alam di Kerinci dan Dampaknya Bagi Masyarakat dan Pemerintah Kolonial Belanda 1920-1939 2023-11-22T14:58:44+07:00 Budi Darmawan andi.budi26@gmail.com Faras Puji Azizah faras.puji@uinib.ac.id Muhammad Alhuzaini Muhammad.alhuzaini@uinib.ac.id <p>Artikel ini membahas bencana alam yang terjadi di Kerinci pada masa kolonial Belanda periode 1920-1939. Dalam bencana ini masyarakat Kerinci mengalami kerugian yang sangat besar. Untuk itu dalam kajian terdapat beberapa masalah untuk dibahas yaitu, apa-apa saja bencana alam yang menerjang Kerinci masa Kolonial Belanda. Metode Sejarah yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data melalui Heuristik, Kritik sumber, Intrepretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Kerinci mengalami serangkaian bencana alam pada tahun 1920-1939. Gempa bumi, banjir, kebakaran, dan lainnya. Beberapa kejadian seperti gempa dianggap tidak destruktif, dan ada juga peristiwa yang menyebabkan kerugian materi dan korban jiwa. Kondisi geografis Kerinci sering menjadi faktor pemicu bencana alam terjadi. Pada tahun 1939, gempa bumi yang mengguncang Kerinci menjadi pengingat akan potensi bahaya yang melekat dalam keindahan alam, terutama keberadaan Gunung Kerinci yang masih aktif. Meskipun masyarakat menunjukkan ketangguhan dan solidaritas, penanganan bencana pada masa kolonial lebih terpusat pada pemerintah, yang melakukan upaya mitigasi dan koordinasi bantuan seperti pengiriman obat-obatan dan bantuan medis dan bantuan lainnya. penelitian ini memberikan gambaran tentang kerentanan Kerinci terhadap bencana alam pada masa kolonial Belanda. Sementara masyarakat dan pemerintah kolonial berupaya merespons bencana, tantangan dan kerumitan tetap menjadi bagian dari upaya penanggulangan pada periode tersebut.</p> 2023-12-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/26482 Dualisme Kesultanan di Jambi dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Abad 17-18 2023-11-23T14:17:29+07:00 Riska Khairunnisa Pasaribu riskakhairunnisa29@gmail.com Inda Lestari Indalestari@unja.com Risda Yanti risdayanti1704@gmail.com Zulfadhli Al Kautsar zulfadli470@gmail.com M. Syahrul Damin arulsyahrul1824@gmail.com Putri Indah Amalia Pasaribu purielpasaribu0300@gmail.com <p>Kejatuhan pelabuhan Malaka &nbsp;ketangan Portugis, membuat pusat-pusat perdagangan lama muncul kembali salah satunya adalah Jambi. Pada awal abad ke-17 Jambi hadir sebagai pelabuhan terkaya ke-2 di Sumatera. Atas reputasi Jambi tersebut Voc mulai tertarik untuk mengunjungi Jambi. VOC (<em>Vereenigde Oostindische Compagnie</em>)&nbsp; berhasil berhasil menjalin kontak kerjasama dengan kesultanan Jambi masa kepemimpinan Sultan Abdul Kahar (1615-1643). VOC mendapat izin membuka loji di Muara Kumpeh serta mendapat hak monopoli perdagangan lada di Jambi. VOC mulai menguasai perdagangan di Jambi hingga melakukan intervensi politik di kesultanan Jambi. Adapun tujuan penulisan ini adalah untuk melihat dualisme kepemimpinan yang terjadi di Kesultanan Jambi akibat dari intervensi yang dilakukan Belanda serta dampaknya terhadap perekonomian. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode sejarah. Dimulai dari pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi dan dituangkan ke dalam bentuk karya tulisan (historiografi). Hasil penelitian ini menunjukkan intervensi yang dilakukan VOC berhasil memecah Kesultanan Jambi menjadi dua yaitu Hulu dan Hilir (1696). VOC berhasil melengserkan kekuasaan yang sebelumnya dan menggantikan sultan yang pro terhadap mereka. Kesuksesan VOC memonopoli perdagangan lada di Jambi serta memanipulasi perekonomian di Kesultanan, yang tanpa disadari hal tersebut membawa Kesultanan Jambi pada kemunduran dan kemerosotan ekonomi bahkan nyaris jatuh miskin.</p> 2023-12-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/29116 Budaya Kuliner Tionghoa Peranakan di Kota Surakarta Pada Awal Abad Ke-20 2023-11-23T14:07:23+07:00 Arya Gutomo aryadivananda@mail.ugm.ac.id <p>Awal abad kedua puluh, Kota Surakarta mengalamu proses modernisasi sehingga menyebabkan stabilitas dalam hal ekonomi dan politik. Akibatnya, kota ini mengalami pertumbuhan dalam bidang ekonomi, infrastruktur, komunikasi, edukasi, industrialisasi, dan birokrasi. Modernisasi ini juga diikuti dengan Komunitas Tionghoa yang berimigrasi dari Tiongkok daratan. Komunitas Tionghoa membawa kebudayaan baru dari negeri Tiongkok, salah satunya kuliner. Kuliner Peranakan yang terdapat di Kota Surakarta sudah banyak yang mengalami perubahan dan penyesuaian, Adaptasi budaya membuat budaya asing dapat beradaptasi dengan budaya lokal. Penelitian ini dibuat dengan metode penelitian sejarah yang meliputi (1) penentuan tema; (2) pengumpulan sumber dan data (heuristic); (3) kritik (verifikasi); (4) interpretasi; dan (5) penulisan sejarah (historiografi). Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa kuliner peranakan dapat diterima secara luas oleh masyarakat lokal (Jawa) di Kota Surakarta.</p> 2023-12-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/29563 Penggunaan Arsip Lembaga Peradilan Umum di Indonesia Sebagai Sumber Sejarah 2023-11-24T23:25:49+07:00 Muhammad Anggie Farizqi Prasadana anggie.farizqi@untirta.ac.id <p>Lembaga peradilan umum di Indonesia terdiri atas Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung. Ketiga institusi ini mengadili berbagai perkara, mulai dari pidana umum, pidana khusus, perdata khusus, hingga perdata agama yang ditangani dalam pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, dan kasasi. Beragam perkara yang diadili pengadilan mengandung informasi yang amat kaya. Namun, selama ini masih belum banyak digunakan sejarawan untuk keperluan penulisan sejarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana arsip-arsip institusi peradilan umum dapat digunakan dalam penulisan sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kasus yang diadili lembaga peradilan umum menjadi sumber sejarah yang amat kaya. Kehadirannya tidak hanya memberikan nilai informasi tentang hukum, tetapi juga dapat menjelaskan aspek sosial, ekonomi, dan politik suatu masyarakat. Kekayaan informasi ini dapat ditemukan dalam arsip proses beracara, Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan putusan pengadilan. Aksesnya dapat dilakukan dengan membuka situs Mahkamah Agung atau datang ke kantor pengadilan secara langsung.</p> 2023-12-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/29342 Naskah Kuno Kabuyutan Ciburuy dalam Perspektif Historiografi Indonesia 2023-12-08T15:58:16+07:00 Richad Saputra Adiguna richadadiguna@unja.ac.id Hanif Risa Mustafa hanifmustafa@unja.ac.id <p>Historiografi Indonesia dianggap mengalami disorientasi penulisan. Alih-alih membangun perspektif Indonesiasentrisme, justru terjebak dalam historiografi kolonial. Hal ini akibat kurangnya keberagaman tema dan keterbatasan sumber. Salah satu upaya meragamkan tema dan memperkaya sumber bisa dengan mempelajari naskah-naskah atau literatur kuno. Mempelajari naskah kuno sebagai sumber tertulis dianggap sebagai salah satu cara yang efektif dalam pembelajaran sejarah. Karena dari tulisan terkadang dapat dipahami bagaimana cara berpikir orang-orang pada masa itu. Salah satu tempat yang menyimpan banyak naskah kuno adalah Kabuyutan Ciburuy. Penelitian tentang Kabuyutan Ciburuy banyak menjadikan aksara Sunda Kuno sebagai objek penelitian dengan fokus pada sistem dan gaya penulisan Namun mengesampingkan subtansi realitas masa lampau yang ada di dalam naskah kuno tersebut. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah. Beberapa naskah di Kabuyutan Ciburuy telah melalui tahap digitilasi dan alih bahasa. Di antaranya Sweka Dharma, Kawih Katanian, Kisah Putra Rama Rahwana, dan Amanat Galunggung. Naskah kuno tidak bisa lepas dari muatan mitos. Maka tentunya diperlukan pemahaman latar belakang kultural dari masyarakat lokal yang akan dikaji. Sehingga ditemukan fakta sejarah yang ada di dalam naskah. Pemanfaatan Naskah kuno Kabuyutan Ciburuy ini tentu perlu pendekatan dan ilmu bantu lainnya, agar mampu membedakan antara realitas atau mitos.</p> 2023-12-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/25360 Widuri Dalam Berita Koran Belanda Akhir Abad XIX 2023-11-08T11:35:54+07:00 Afiliasi Ilafi afiliasiilafi60@gmail.com Dhiana Putri Larasaty putri.disbudpar@gmail.com <p><em>Pemalang is one of the regencies in the province of Central Java, which is strategically located between the sea and the hills so that Pemalang has various potentials in the form of both marine products and tourism potentials in Pemalang. One of the sub-districts in Pemalang that has a relationship with the continuity of the Pemalang government is Widuri. This research is a simple research with historical method as a tool for analysis. Data and data sources were obtained from scientific papers, newspapers, electronic media and interviews. The results of the study stated that newspapers have an important role</em></p> <p>&nbsp;</p> 2023-12-10T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2023 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan