https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/issue/feed Siginjai: Jurnal Sejarah 2024-07-15T08:11:41+07:00 Siginjai: Jurnal Sejarah (JS) jurnalsiginjai@unja.ac.id Open Journal Systems <p>Siginjai: Jurnal Sejarah dengan ISSN 2797-9520 (cetak) dan E-ISSN 2797-9059 (online) merupakan jurnal pada Bidang Sejarah dan semua kajian yang menggunakan pendekatan sejarah. Dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Seni, Budaya, Sosial dan Arkeologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi. Pertama kali terbit pada tanggal 23 Juni 2021, dengan terbitan dua kali dalam setahun, yaitu pada setiap bulan Juni dan Desember. Jurnal ini didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam rangka memperkuat identitas bangsa, sehingga bersifat terbuka yang berarti semua konten tersedia secara bebas. Pengguna diizinkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap artikel, atau menggunakannya untuk tujuan lain yang sah.</p> https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/32262 Hidup Di Tepi Garis Pertempuran: Kondisi Sosial Rakyat Kebumen 1947-1948 2024-05-03T14:01:57+07:00 Nur Zazid Hisyam zazidhisyam@gmail.com <p>Masa revolusi fisik di Indonesia adalah masa yang sulit bagi rakyat Kebumen. Pada masa tersebut banyak terjadi perubahan sosial yang membuat himpitan kehiduapan masyarakat. Kehidupan sosial yang sebelumnya tenang bagi rakyat kalangan bawah tiba-tiba harus berubah. Rakyat didahapkan pada perasaan cemas dan rasa takut pada kekerasan yang tiba-tiba muncul. Tentara Belanda yang sejak kedatangannya di Indonesia lantas dan melakukan aksi agresi militernya menjadi awal bencana itu semua. Bagi rakyat Kebumen pendudukan atas sebagian wilayah Kebumen oleh tentara Belanda dengan dijadikannya Gombong sebagai pangkalan mereka sekaligus garis demerkasi antara kekuasaan Belanda dan Indonesia membuat kondisi rakyat kian berat. Tulisan ini berfokus pada kondisi sosial rakyat Kebumen pada masa revolusi yang menggambarkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi rakyat karena kekerasan yang sering dialami berupa penangkapan, penyiksaan dan penembakan. &nbsp;Metode sejarah menjadi dasar penjabaran tulisan ini, dengan dilengkapi sumber sejarah yang kredibel. Sumber yang digunakan dalam tulisan ini meliputi sumber primer berupa arsip dari ANRI, arsip kepolisian republik Indonesia, arsip delegasi Indonesia, arsip sekretariat negara, arsip kementrian pertahanan dan arsip kementerian penerangan.</p> 2024-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/31035 Peran Wanita Bungo dalam Mempertahankan Kemerdekaan Tahun 1945-1949 2024-05-03T14:04:48+07:00 Diana Angela Sihaloho dianaangelas335@gmail.com Seri Sudeli Serisudeliarsip@gmail.com <p>Setelah masa pendudukan Jepang berakhir di Indonesia, ditandai menyerahnya Jepang akibat serangan bom di Horosima dan Nagasaki. Serangan bom berasal dari Sekutu sebagai upaya balas dendam, kekalahan Jepang seakan-akan membuka jalan kemerdekaan bangsa Indonesia. Akibat kekalahan tersebut, Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Mentri Tokyo. Namun, penjajahan di Indonesia masih berlanjut, kedatangan kembali sekutu dengan dibonceng NICA di berbagai daerah khususnya wilayah Muara Bungo. Wanita Muara Bungo ikut serta membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan wanita Muara Bungo dalam mempertahankan kemerdekaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, dengan tahapan; heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi kepusstakaan. Hasil dari penelitian ini, bahwa wanita Muara Bungo terlibat langsung baik di garis terdepan dan dapur umum dalam mempertahakan kemerdekaan dari serangan penjajahan.</p> 2024-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/29932 NIAM (Nederlansch Indische Aardolie Maatschapij) School 2024-05-06T10:45:48+07:00 Azizah Gustiani azizahgustiani249@gmail.com Supian Ramli supian.ramli@unja.ac.id Zulfa Saumia zulfasaumia@unja.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan membahas mengenai perkembangan pendidikan yang ada di wilayah Bajubang. Politik etis merupakan pelopor dari perkembangan pendidikan dikawasan Hinda-Belanda, pemberlakuan kebijakan politik etis ini dilakukan oleh Belanda sebagai ajang untuk mendapatkan tenaga kerja murah dari masyarakat pribumi. Sekolah-sekolah mulai di bangun oleh Belanda diberbagai daerah di Indonesia salah satunya ialah Bajubang. Perkembangan pendidikan di wilayah Bajubang tidak terlepas dari kegiatan eksploitasi minyak bumi yang di lakukan oleh perusahaan NV NIAM atau perusahaan minyak milik pemerintahan Belanda di Jambi. NV NIAM mendirikan sekolah tingkat rendah yang diberi nama SR NIAM dan dikelolah oleh perusahaan tersebut. Pada masa pemerintahan Jepang sekolah ini hanya melaksanakan aktivitas belajar mengajar selama setahun dan kembali beroperasi setelah Indonesia merdeka. Pasca kemerdekaan SR NIAM mengalami perkembangan dan mengubah nama menjadi SR PERTAMIN, pada tahun 1964 menjadi SD PERTAMIN. kurikulum yang digunakan sekolah ini mengikuti standarisasi pemerintah. Pada tahun 1968 SD PERTAMIN mengalami perubahan menjadi SD Pertamina I dan SD Pertamina II hingga pada tahun 1995 dua sekolah ini kembali di gabung menjadi SD YKPP Bajubang. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta historiografi.</p> 2024-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/30809 Tan Jin Sing dan komunitas Tionghoa di Yogyakarta Awal Abad KE-19 2024-05-14T14:14:42+07:00 Nanang Setiawan nanangsetiawan@uny.ac.id Rifai Shodiq Fathoni rifai.sf@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Tan Jing Sing dalam menentukan arah hubungan Tionghoa-Jawa di Yogyakarta. Selama ini historiografi Kesultanan Yogyakarta didominasi oleh narasi yang memaparkan kiprah para bangsawan Jawa, sedangkan komunitas Tionghoa hanya mendapatkan porsi minim dalam historiografi. Penelitian ini diharapkan mampu mengisi celah historiografi yang ada, sehingga dapat menggambarkan hubungan komunitas ini dengan Kesultanan Yogyakarta secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan berfokus pada Tan Jin Sin dan komunitas Tionghoa di Yogyakarta di awal abad ke-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara Sultan Sepuh dan Putra Mahkota Raden Mas Surojo menjadi penyebab utama masuknya Tan Jin Sing ke ranah politik Yogyakarta. Keterlibatan Tan Jin Sing dalam gejolak tersebut ibarat pedang bermata dua. Konflik ini di satu sisi menguntungkan komunitas Tionghoa di Yogyakarta karena posisi mereka dalam bidang ekonomi dan politik semakin diperhitungkan. Namun, di sisi lain hidup mereka menjadi tidak tenang karena muncul kecemburuan sosial yang berujung pada sentimen anti-Tionghoa di kalangan masyarakat.</p> 2024-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/34624 Ekonomi dan Peran Perempuan di Hindia Belanda pada Abad XIX-XX 2024-06-16T12:59:52+07:00 Riska Khairunnisa Pasaribu riskakhairunnisa29@gmail.com <p>Tulisan ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi serta peranan perempuan pada masa pemerintahan pemerintah kolonial Belanda. Desakan ekonomi serta terbatasnya pekerjaan untuk perempuan menjadi faktor utama terjadi penyebabnya pergundikan, pelacuran hingga pekerjaan non formal lainya. Namun demikian pada beberapa kasus, justru perempuan yang memainkan peran besar dalam perekonomian. Perkembangan pergundikan semakin pesat ketika memasuki sistem ekonomi liberal di Hindia Belanda. Sistem ini yang membuka kran ekonomi seta kedatangan para pengusaha ke Hindia Belanda yang sebagian besar adalah laki-laki yang tidak membawa pasangan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan pada masa kolonial memiliki peran ganda yaitu melaksanakan peran domestik dan juga mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan. Dengan demikian, praktik pergundikan dan pelacuran menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan perempuan di Hindia Belanda pada Abad XIX-XX, selain itu juga munculnya pengusaha perempuan yang memainkan peran besar dalam perekonomian di sebuah wilayah</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: ekonomi, Hindia Belanda, peran perempuan</p> 2024-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan https://online-journal.unja.ac.id/siginjai/article/view/33988 Pemberitaan Haji dalam Surat Kabar Pedoman Tahun 1950 2024-06-15T09:11:01+07:00 Ulum Fasih ulumfasih@gmail.com <p>Kajian ini akan menjawab sebuah pertanyaan umum tentang mengapa pemberitaan tentang haji dalam surat kabar Pedoman tahun 1950 dimuat selama hampir satu tahun penuh, dan bagaimana isi berita-berita yang dimuat dalam surat kabar Pedoman tersebut. Kajian ini menggunakan metode sejarah yang dilakukan dalam empat tahap, heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Hasil dari kajian ini menjelaskan bahwa pemberitaan haji dalam surat kabar Pedoman selama tahun 1950 bertujuan memberikan informasi kepada masyarat seputar haji, khususnya informasi penting terkait haji dari pemerintah dan PPPHI sebagai penyelenggara haji. Pemberitaan haji yang dimuat dalam surat kabar Pedoman selama tahun 1950 berisi tentang persiapan, pemberangkatan, dan pemulangan jamaah haji dari Mekah</p> 2024-07-15T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2024 Penulis memiliki hak cipta atas naskah dan Jurnal Siginjai memegang hak publikasi atau penerbitan