Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra https://online-journal.unja.ac.id/pena en-US <p><strong>Copyright Notice</strong></p> <p style="box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: tahoma,geneva,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; line-height: 25px; orphans: 2; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px; margin: 20px 0px 20px 0px;">Authors who publish with Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra agree to the following terms:</p> <ol style="box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: tahoma,geneva,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: 400; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration: none; text-indent: 0px; text-transform: none; -webkit-text-stroke-width: 0px; white-space: normal; word-spacing: 0px;"> <li style="box-sizing: border-box;">For all articles published in Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, copyright is retained by the authors and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a&nbsp;<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #007ab2;" href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a> that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li style="box-sizing: border-box;">Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> <li style="box-sizing: border-box;">Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See&nbsp;<a style="background-color: transparent; box-sizing: border-box; color: #007ab2;" href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html">The Effect of Open Access</a>).</li> </ol> hary.soedarto@unja.ac.id (Hary Soedarto Harjono) priyanto@unja.ac.id (Priyanto, S.Pd., M.Pd) Wed, 22 Apr 2020 14:11:16 +0700 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Model Pembelajaran Rekreasi-Prokreasi dan Minat Baca Karya Sastra Terhadap Kemampuan Mengapresiasi Cerita Pendek https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/8209 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan simpulan: (1) perbedaan kemampuan mengapresiasi cerpen siswa yang diajar dengan model pembelajaran rekresai-prokreasi dan yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan kemampuan mengapresiasi cerpen siswa yang memiliki minat baca karya sastra yang tinggi dan siswa yang memiliki minat baca karya sastra yang rendah, dan (3) pengaruh interaksi model pembelajaran rekresai-prokreasi dan minat baca karya sastra terhadap kemampuan mengapresiasi cerpen siswa. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah kuasi eksperimen (<em>quasi experiment</em>). Pengambilan sampel dengan teknik <em>random sampling.</em> Penentuan anggota sampel dengan teknik <em>cluster random sampling</em> diperoleh 4 kelas dari 8 kelas yang ada. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik angket dan teknik tes. Analisis data menggunakan analisis statistik, meliputi: (1) analisis deskriptif, (2) uji prasyarat, dan (3) analisis inferensial. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis yaitu Anava (analisis variansi) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan kemampuan mengapresiasi cerpen siswa yang diajar dengan model pembelajaran rekresai-prokreasi dan yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, (2) ada perbedaan kemampuan mengapresiasi cerpen siswa yang memiliki minat baca karya sastra yang tinggi dan siswa yang memiliki minat baca karya sastra yang rendah, dan (3) ada pengaruh interaksi implementasi model pembelajaran rekresai-prokreasi dan minat baca karya sastra terhadap kemampuan mengapresiasi cerpen siswa.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata Kunci</strong>:&nbsp; Model pembelajaran rekreasi-prokreasi, cerita pendek</p> <p style="text-align: center;"><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>This study aims to obtain: (1) the difference on the ability to appreciate the short stories of students taught by the recreation-procreation learning model and those taught with conventional learning models, (2) the difference on the ability to appreciate short stories of students who have high interests in reading literary works and students who have low interests in reading literary works, and (3) the effect on the interaction of the recreation-procreative learning model and interests in reading literary works on the ability to appreciate students' short stories.</em><em> The type of experimental research used was quasi-experimental research (quasi experiment). Sampling was done by random sampling technique. The sample members was selected by cluster random sampling technique and it obtained 4 classes of 8 existing classes. The data of this study were collected by using questionnaires and tests. Data analysis used was statistical analysis. The variance test used in this study was: (1) descriptive data analysis, (2) prerequisite test, and (3) inferential data analysis. The data analysis technique used to test the hypotheses in this study was ANOVA (variance of analysis) of two paths. The results show that: (1) there is a significant difference on the abilities to appreciate short stories of students who were taught with the recreation-procreationlearning model and those taught with conventional learning models, (2) there is a significant difference on the abilities to appreciate short stories of students who have a high interest in reading literary works and students who have a low interest in reading literary works, and (3) there is an interaction effect on the implementation of the recreation-procreation learning model and students’ interests in reading literary works towards students’ abilities to appreciate short stories.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Recreational-procreative learning model, short story</em></p> Bambang Eko Hari Cahyono, Lulus Irawati, Dinda Meydila Copyright (c) 2019 Bambang Eko Hari Cahyono, Lulus Irawati, Dinda Meydila https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/8209 Wed, 01 Apr 2020 00:00:00 +0700 Pemberian Corrective Feedback dalam Pembimbingan Menulis Karya Ilmiah pada Siswa SMA https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/8129 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai (1) bentuk-bentuk <em>corrective feedback </em>yang diberikan kepada siswa dalam pembelajaran menulis karya ilmiah; (2) alasan pemberian <em>corrective feedback</em>; dan (3) dampak pemberian <em>corrective feedback </em>dalam pembelajaran menulis karya ilmiah. Teknik pengambilan subjek penelitian dengan teknik <em>purposive sampling. </em>Hasil dari penelitian ini adalah: (1) bentuk-bentuk <em>corrective feedback </em>yang diberikan dalam karya ilmiah antara lain, <em>corrective feedback </em>langsung: eksplisit <em>feedback, </em>masukan metalinguistik<em>, </em>dan elisitasi <em>feedback, </em>serta <em>corrective feedback</em> tak langsung. <em>Corrective feedback </em>langsung adalah <em>feedback </em>yang dominan diberikan guru, (2) faktor yang melatarbelakangi diberikannya <em>corrective feedback </em>langsung adalah untuk memudahkan siswa dalam menemukan kesalahan yang pertama kali dilakukan,&nbsp; diperikirakan siswa benar-benar tidak tahu bentuk yang benar,&nbsp; dan&nbsp; guru kesulitan memberi penanda feedback tak langsung pada jenis kesalahan tertentu. Adapun alasan yang memengaruhi pemberian <em>corrective feedback </em>tak langsung, yaitu lebih mengefisienkan waktu guru, kesalahan penulisan kata yang diulang-ulang, guru mempercayai siswa memahami maksud pemberian tanda, dan mengukur pemahaman siswa, (3) dampak pemberian <em>c</em><em>orrective feedback </em>langsung yaitu siswa segera mengetahui letak kesalahannya sekaligus membetulkannya, pelaksanaan koreksi lebih terfokus, dan menghindari kesalahan selanjutnya. Dampak dari <em>feedback </em>tak langsung adalah siswa termotivasi melakukan diskusi, waktu koreksi lebih efisien, dan pemahaman siswa dalam menulis dapat diukur.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata kunci: </strong><em>corrective feedback</em>, langsung dan tak langsung, menulis, karya ilmiah</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: center;"><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>T</em><em>he aims of t</em><em>his research is to describes and explains about (1) corrective feedback forms that given to the students in a scientific writing study; (2) the reasons in corrective feedback provision on scientific writing learning; (3) the impact that given from corrective feedback provision on scientific writing learning. Technique of research subject is purposive sampling. The result of this study are (1) corrective feedback forms that provided by the teacher to students in scientific writing learning are direct corrective feedback: explicit feedback, metalinguistik feedback, elicitasi feedback, and indirect corrective feedback. Direct corrective feedback is the dominant feedback given by teacher, (2) the factors underlying the direct corrective feedback are to make it easier for students to find mistakes that were first made, it is thought that students really do not know the correct form, and teachers have difficulty giving markers of indirect feedback on certain types of errors The reasons that influence of indirect feedback, which is more efficient time, repetition of mistakes, teacher believe that the students understand the purpose of sign, and measure the understanding of learners, (3) the impact of providing direct corrective feedback is that students immediately find out where their mistakes are at the same time correcting them, implementing more focused corrections, and avoiding further mistakes. The impact of indirect feedback is that students are motivated to have discussions, correction time is more efficient, and student understanding in writing can be measured.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Keywords:</strong> <em>corrective feedback</em>, <em>direct and indirect</em>, <em>writing, scientific texts</em></p> Aning Putri Wulandari, Sumarwati Sumarwati Copyright (c) 2019 Aning Putri Wulandari, Sumarwati Sumarwati https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/8129 Wed, 01 Apr 2020 00:00:00 +0700 Pengembangan Multimedia Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi di Kelas VII SMP Negeri 22 Kota Jambi https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/9069 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p style="text-align: justify;">Tujuan dari Penelitian ini untuk mengembangan multimedia pembelajaran menulis teks deskripsi di SMP Negeri 22 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE (<em>analysis, design, development, implementation</em>, <em>evaluation</em>). Tahapan penelitian dan pengambangan ini meliputi: (1) tahap analisis dilakukan analisis kurikulum dan analisis kebutuhan dengan melakukan observasi, wawancara dan&nbsp; penyebaran angket; (2) tahap desain dilakukan dengan membuat <em>flowchart</em> dan <em>storyboard</em>; (3) tahap pengembangan dilakukan validasi produk dan revisi produk; (4) tahap implementasi dilakukan ujicoba kelompok kecil dan kelompok besar; dan (5) tahap evaluasi yang meliputi evaluasi formati dan sumatif. Berdasarkan hasil penelitian multimedia pembelajaran menggunakan <em>Videoscribe </em>materi menulis teks deskripsi di kelas VII H SMP Negeri 22 Kota Jambi efektif untuk digunakan. Hal ini dilihat dari hasil tes menulis teks deskripsi siswa yang terdiri dari <em>pretest </em>dengan rata-rata 60,3, <em>postest</em> dengan rata-rata 75, dan capaian hasil belajar dengan rata-rata 14,7.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata kunci</strong>: Multimedia pembelajaran,<em> Videoscribe, </em>teks deskripsi.</p> <p style="text-align: center;"><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>The purpose of this research is to develop multimedia learning to write descriptive text in SMP Negeri 22 Kota Jambi. This study uses research and development methods with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, evaluation). The stages of research and development include: (1) analysis conducted curriculum analysis and analysis needs analysis, interviews and questionnaire distribution; (2) the design process is done by making a flowchart and storyboard; (3) the product development and product revision process is carried out; (4) the trial is carried out by small groups and large groups; and (5) Based on the results of multimedia learning research using Videocribe, writing descriptive text in class VII H of SMP Negeri 22, Jambi City is effective for use. This is seen from the results of writing a text test consisting of pretest students with an average of 60.3, posttests with an average of 75, and learning outcomes with an average of 14.7.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Multimedia learning, Videocribe, text description.</em></p> Wita Oktavia, Hary Soedarto Harjono Copyright (c) 2019 Wita Oktavia, Hary Soedarto Harjono https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/9069 Wed, 15 Apr 2020 01:01:38 +0700 Hubungan Penguasaan Teori Berita dengan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/8048 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan&nbsp; penguasaan teori berita dengan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP. Rendahnya kemampuan menulis teks berita siswa berkaitan pula dengan rendahnya penguasaan teori berita siswa yang ditunjukkan dari hasil tugas harian pada pembelajaran menulis teks berita. Selain itu, penelitian ini mendeskripsikan hasil penguasaan teori berita dan kemampuan menulis teks berita siswa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif pada&nbsp; jenis penelitian<em> survey</em> dengan analisis korelasional. Hasil penelitian ini berdasarkan pada uji coba instrumen, uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis dan uji signifikansi. Rata-rata nilai penguasaan teori berita siswa adalah 65,48 dengan kategori cukup baik, rata-rata nilai kemampuan menulis teks berita siswa adalah 71,7 dengan kategori baik, serta ada hubungan yang signifikan antara penguasaan teori berita dengan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP sebesar 0,970 dengan kategori sangat kuat dan koefisien determinasi sebesar 94% (&gt;&nbsp;yaitu 0,970 &gt; 0.297. &nbsp;N= 44 taraf signifikansi 5%= 0,297). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguasaan teori berita dengan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata </strong><strong>k</strong><strong>unci:</strong> hubungan, penguasaan teori, kemampuan menulis, teks berita</p> <p style="text-align: center;"><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>This research aimed to describe correlation of news theory mastery with the ability to write news texts of students Junior High School on class</em><em>VIII</em><em>. In addition, this research describes the results of news theory mastery and the students ability to write news texts. This research is included in quantitative research on the type of survey research with correlational analysis. The results of this study are based on instrument testing, normality test, linearity test, hypothesis test and significance test. The average mastery value of student news theory is 65.48 with a fairly good category, the average value of the ability to write student news text is 71.7 with a good category, and there is a significant </em><em>cor</em><em>relation between mastery of news theory with the ability to write news texts class </em><em>VIII </em><em>of Junior High School students at 0.970 with a very strong category and a determination coefficient of 94% (r_count&gt; r_tabel which is 0.970&gt; 0.297. Rtable N = 44 levels significance of 5% = 0.297). It can be concluded that there is a significant relation between the mastery of news theory and the ability to write news texts of students </em><em>class VIII on </em><em>Junior High School</em><em>.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keywords:</em></strong><em> correlation, theory mastery, writing ability, news text</em></p> Herman Budiyono, Agus Setyonegoro, Sintia Dwi Yuniarti Copyright (c) 2019 Herman Budiyono, Agus Setiyonegoro, Sintia Dwi Yuniarti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/8048 Wed, 01 Apr 2020 00:00:00 +0700 Analisis Morfofonemik Bahasa Melayu Jambi sebagai Pengembangan Bahan Ajar Morfologi Bahasa Indonesia https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/7641 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar morfologi bahasa Indonesia dengan menambahkan bahasa Melayu Jambi sebagai muatan lokal. Hal ini dilandasi oleh perubahan visi dan misi Prodi yang terimplikasikan dalam kurikulum yang belum diiringi dengan tersedianya sumber belajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan mahasiswa. Kebutuhan bahan ajar yang relevan dengan kurikulum dan kebutuhan mahasiswa didapatkan dengan menggunakan studi lapangan, kepustakaan, angket, dan wawancara terbuka. Hasilnya, mahasiswa membutuhkan materi yang berkaitan morfologi khususnya morfofonemik. Materi baru tersebut ditambah dengan materi yang sudah ada dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan bahan ajar. Pengembangan bahan ajar dimulai dengan tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Selanjutnya, hasil pengembangan divalidasi oleh ahli materi morfologi Bahasa Indonesia. Untuk menguji pemahaman mahasiswa terhadap bahan ajar yang telah dikembangkan, dilakukan uji coba kepada mahasiswa sebagai pengguna. Uji coba ini memperlihatkan hasil bahwa mahasiswa memahami dengan baik bahan ajar yang telah disusun.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;Kata kunci:</strong> bahan ajar, morfologi, pengembangan</p> <p style="text-align: center;"><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p style="text-align: justify;"><em>This research aimed to develop Indonesian morphology learning material along with Malay language as local content. This idea based on the Indonesian study program of faculty of teacher training and education’s revolution of vision and mission that implied from the curriculum with the lack of availability of learning material that accordance with curriculum demand and students’ need. The need of learning material that revelant with curriculum and students’ need was gotten by using field study, literature review, questionnaire, and open-ended interview. In result, students need material that related with morphology, especially morphophonemic. This new learning material was added by the existence material and be developed according to the procedure of developing learning material. The material development begun with need analysis stage, design stage, development stage, evaluation stage, and revision. Next, the result of material development be validated by morphology expert of Bahasa Indonesia. To assess students’ understanding towards the learning ma terial that had been developed, the try out was implemented to the students as book users.&nbsp; This implementation showed that students understood the learning material that had been developed very well. </em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keyword:</em></strong><em> learning material, morphology, development</em></p> Akhyaruddin Akhyaruddin, Ageza Agusti, Hilman Yusra Copyright (c) 2019 Akhyaruddin Akhyaruddin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/7641 Wed, 01 Apr 2020 00:00:00 +0700 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MENULIS ESAI BERBASIS PEMBELAJARAN ABAD 21 DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS JAMBI https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/7749 <p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak</strong></p> <p style="text-align: justify;">Mengembangkan model menulis esai di perguruan tinggi merupakan tujuan penelitian pengembangan ini. Alasan penelitian pengembangan karena belum adanya model dengan basis pembelajaran abad 21 yang digunakan oleh mahasiswa untuk mata kuliah menulis esai. Oleh karena itu diperlukannya bahan ajar untuk mata kuliah menulis esai. Penelitian dan pengembangan yang akan penulis lakukan ini diadopsi dari model ADDIE (Dick &amp; Carey). Berdasarkan validasi ahli, maka penelitian ini disimpulkan pengembangan bahan ajar menulis esai dari segi materi valid, dari segi media valid, dan dari segi bahasa sangat valid, sehingga bahan ajar ini dapat digunakan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah: 1) pengembangan model pembelajaran valid untuk diterapkan 2) bentuk buku model pembelajaran praktis digunakan 3) model pembelajaran efejtif digunakan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata Kunci: Bahan Ajar, Pembelajaran Abad 21, Menulis Esai.</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Abstrack</strong></p> <p style="text-align: justify;">Developing essay writing teaching materials in tertiary institutions is the aim of this development research. The reason for the research development is because there is no teaching material based on 21st century learning used by students for essay writing courses. Therefore we need teaching materials for essay writing courses. The research and development that the author will undertake is adopted from the ADDIE (Dick &amp; Carey) model. Based on expert validation, this study concluded that the development of essay writing teaching materials in terms of valid material, in terms of valid media, and in terms of language is very valid, so that this teaching material can be used. The results and conclusions of this research development are: 1) a valid learning development model to be applied 2) a practical learning model book form used 3) an effective learning model used.<strong>Keywords: Teaching Materials, 21st Century Learning, Essay Writing.</strong></p> Irma Suryani, Rasdawita Copyright (c) https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/7749 Wed, 22 Apr 2020 14:08:21 +0700 KEARIFAN LOKAL MELAYU DALAM KARYA SASTRA MELAYU KLASIK https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/7642 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal Melayu dalam karya sastra Melayu klasik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teori kajiannya adalah hermeneutik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal Melayu dalam karya sastra Melayu klasik dikategorikan atas tiga nilai, yakni: (1) kebudian: budi merupakan patokan berperilaku, semangat dan energi hidup (<em>elan vital</em>); budi merupakan &nbsp;cita-cita hidup orang Melayu. (2) keindahan: konsep kekayaan atau kebesaran Allah, wujud yang sempurna yang dikaruniai Allah kepada benda-benda, pancaran potensi kreatif ilahi, sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang berbagai-bagai, dan sesuatu yang teratur dan penuh harmoni. (3) nilai-nilai moral: tanggung jawab, keharmonian, keterbukaan, kejujuran, ketaatan dan kesetiaan, penghargaan (harga diri), tenggang rasa, kesantunan, kebersamaan, kemaafan, dan keadilan. Kearifan lokal Melayu merupakan inti tradisi Melayu, merupakan kekuatan kultural dan sumber penting identitas kemanusiaannya. Tanpa kearifan lokal, Melayu akan kehilangan identitasnya.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: kearifan lokal, karya sastra, dan Melayu</p> <p>&nbsp;</p> Maizar Karim Copyright (c) 2019 Maizar Karim https://online-journal.unja.ac.id/pena/article/view/7642 Wed, 08 Jul 2020 00:00:00 +0700