Teknik Pembenihan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Secara Alami di UPTD Balai Perikanan Air Laut Dan Payau Teluk Buo Sumatera Barat

Penulis

  • Yuni Sara Panjaitan Fisheries Departement, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi
  • Febrina Rolin Fisheries Departement, Faculty of Animal Science, Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/mjf.v3i01.53560

Kata Kunci:

nila salin, pembenihan, fekunditas, kelangsungan hidup, kualitas air

Abstrak

Perikanan budidaya ikan nila salin (Oreochromis niloticus) merupakan alternatif strategis dalam pemanfaatan kawasan perairan payau di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan mengkaji teknik pembenihan nila salin secara alami, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan produktivitas pembenihan. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan (1 Juli – 1 September 2025) di UPTD Balai Perikanan Air Laut dan Payau Teluk Buo, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan partisipatif dengan pengumpulan data meliputi fekunditas induk, jumlah konsumsi pakan harian, tingkat kelangsungan hidup benih, serta parameter kualitas air. Pemijahan dilakukan secara alami dengan sistem massal menggunakan rasio induk jantan dan betina 1:3 pada media bersalinitas 17–18 ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fekunditas induk betina mencapai 3.500 butir telur per induk, yang termasuk kategori sangat baik. Tingkat kelangsungan hidup benih mencapai 83%. Jumlah konsumsi pakan harian induk tercatat sebesar 1,2 kg untuk 80 ekor induk yang dipelihara. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal sesuai SNI 7550:2009, meliputi pH 7, suhu 28–30°C, salinitas 17–18 ppt, dan oksigen terlarut lebih dari 5 mg/L. Keberhasilan pembenihan dipengaruhi oleh kualitas induk, manajemen pakan berprotein tinggi (30–35%), pengelolaan kualitas air, serta penerapan biosekuriti yang ketat. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan pengembangan teknologi pembenihan nila salin di kawasan pesisir Indonesia.

Referensi

Ainin, Anwar N. (2008). Karakteristik Fisika Kimia Perairan dan Kaitannya dengan Distribusi Serta Kelimpahan Larva Ikan di Teluk Pelabuhan Ratu. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Apriliyanto, A. E., Pramusintho, B., & Lisna. (2025). Comparison of wire trap (temilar) catch yields between daytime and nighttime operation in Tarikan Village, Muaro Jambi Regency. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 30(3):396-402.

Asra, R. (2009). Makrozoobentos Sebagai Indikator Biologi Dari Kualitas Air Di Sungai Kumpeh Dan Danau Arang-Arang Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Biospecies, 2(1).

Badan Pusat Statistik Kabupaten Muaro Jambi (2018). Kabupaten Muaro Jambi Dalam Angka Tahun 2018. BPS Kabupaten Provinsi Jambi.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi. (2016). Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi Tahun 2015. Pemerintah Provinsi Jambi.

Fachrul, M. F., Rinanti, A., Hendrawan, D., & Satriawan, A. (2017). Kajian Kualitas Air dan Keanekaragaman Jenis Fitoplankton di Perairan Waduk Pluit Jakarta Barat. Penelitian dan Karya Ilmiah, 1(2), 109–120.

Febrian I., E. Nursaadah, & B. Karyadi. (2022). Analisis Indeks Keanekaragaman, Keragaman, dan Dominansi Ikan di Sungai Aur Lemau Kabupaten Bengkulu Tengah. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi,Vol.10(2):600-612

Hutabarat, S. & S.M, Evans, (1985). Pengantar Oseanografi. Jakarta: Universitas Indonesia Press

Krebs CJ. (1972). Ecology: The Experimental Analysis of Distribution and Abudance. Harper and Row Publishing, Newyork.

Latuconsina, H., Natsir, M., & Rappe, R.A. (2012). Komposisi Spesies dan Struktur Komunitas Ikan Padang Lamun di Perairan Tanjung Tiram-Teluk Ambon Dalam. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(1), 35-46.

Nizar, M., Kamal, M. M., Adiwilaga, E. M. (2014). Komposisi Jenis dan Struktur Komunitas Ikan di Bendung Perjaya, Sungai Komering, Sumatera Selatan. Depik, 3(1). https://jurnal.usk.ac.id/depik/article/view/1280

Nybakken, J.W. (1988). Bilogi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan M. Ediman, Koesoebiono, D.G Bengen, M. Hutomo, & S. Sukardjo. Jakarta: PT. Gramedia

Odum, E.P. (1993). Dasar-dasar Ekologi Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pariyanto, Sulaiman, E., & Lubis, R. (2021). Keanekaragaman Ikan di Sungai Sulup Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Biosilampari: Jurnal Biologi, 3(2), 32-40.

Rappe, R.A. (2010). Struktur Komunitas Ikan pada Padang Lamun yang Berada di Pulau Barrang Lompo. Jurnal dan Teknologi Kelautan Tropis. 2(2):62-73.

Samtitra, D., & Rozi, F.Z. (2018). Keanekaragaman Ikan di Sungai Kelingi Kota Lubuklinggau. Jurnal Biota, 4(1), 1-6.

Sinaga, T.P., (1995). Bioekologi Komunitas Ikan di Sungai Banjaran Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tesis. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Susana, T. 2005. Kualitas zat hara perairan Teluk Lada, Banten. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 37:59-67.

Utomo, A.D. (2016). Strategi Pengelolaan Suaka Perikanan Rawa Banjiran di Sumatera dan Kalimantan. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 8(1): 13–20. https://doi.org/10.15578/jkpi.8.1.2016.13-20

White, W.T., Last, P.R., Dharmadi, Faizah, R., Chodrijah, U., Prisantoso, B.I., and Blaber,

S.J.M. (2013). Market Fish of Indonesia. Canberra: Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR).

Diterbitkan

2026-04-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Teknik Pembenihan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Secara Alami di UPTD Balai Perikanan Air Laut Dan Payau Teluk Buo Sumatera Barat. (2026). Mantis Journal of Fisheries, 3(01), 35-44. https://doi.org/10.22437/mjf.v3i01.53560