PENGGUNAAN FADs (Fish Aggregating Devices) PADA ALAT TANGKAP TANGKUL DI DANAU TELUK KOTA JAMBI

Penulis

  • Arifa tussadiah Fisheries Resources Utilization Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jambi
  • Lisna Lisna Fisheries Resources Utilization Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jambi
  • Farhan Ramdhani Fisheries Resources Utilization Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jambi
  • Nelwida Nelwida Fisheries Product Technology Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jambi
  • Ester Restiana Endang Gelis Fisheries Resources Utilization Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jambi
  • Fauzan Ramadan Fisheries Resources Utilization Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/mjf.v2i02.40462

Kata Kunci:

Danau Teluk, FADs, Tangkul, Uji-t

Abstrak

Nelayan di Danau Teluk, Kota Jambi, menghadapi kendala produktivitas dalam menangkap ikan. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, penelitian tentang penggunaan Fish Aggregating Devices (FADs) diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan FADs dengan alat tangkap tangkul untuk meningkatkan hasil tangkapan dan menekan biaya operasional nelayan. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2024 di Perairan Danau Teluk, Kelurahan Tanjung Pasir, Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah eksperimental fishing dengan uji-t untuk membandingkan hasil tangkapan tangkul yang menggunakan FADs dan tanpa FADs. Hasil penelitian menunjukkan perolehan 8 jenis ikan dari dua kali pengulangan dengan dua perlakuan (tangkul dengan FADs dan tanpa FADs). Total tangkapan adalah 150 ekor dengan berat 9.313 g. Tangkapan menggunakan FADs mencapai 114 ekor (7.219 g), sedangkan tanpa FADs hanya 36 ekor (2.094 g). Ikan lambak menunjukkan hasil signifikan, dengan 79 ekor (3.910 g) menggunakan FADs dibandingkan 18 ekor (781 g) tanpa FADs. Analisis uji-T menunjukkan perbedaan hasil tangkapan yang nyata (P<0,01) antara kedua perlakuan, baik dari segi jumlah (T hitung​>T tabel​ (2,93 > 2,10) maupun berat (T hitung​>T tabel​ (114,60 > 2,10)). Ini membuktikan bahwa penggunaan FADs secara signifikan meningkatkan jumlah dan berat hasil tangkapan dibandingkan tangkul tanpa FADs

Referensi

Albert, J., Beare, D., Schwarz, A. M., Albert, S., Warren, R., Teri, J., Siota, F., & Andrew, N. L. (2014). The contribution of nearshore fish aggregating devices (FADs) to food security and livelihoods in Solomon Islands. PLOS ONE, 9(12), 1–19. https://doi.org/10.1371/JOURNAL.PONE.0115386

Anggoro, A., Hanami, C. C., and Mahfudz, A. A. (2023). Identifikasi Jenis Dan Daerah Penangkapan Rajungan Pulau Baai Kota Bengkulu (Identify the type and area of crab fishing on Baai Island, Bengkulu City). In Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Kelautan dan Perikanan (48-68).

Bode, M., Game, E. T., Wegmann, A., & Pollock, K. (2023). Fish aggregating devices could enhance the effectiveness of blue water marine protected areas. Conservation Letters, 16. https://doi.org/10.1111/conl.12984

Castro, C., Van Waerebeek, K., Cárdenas, D. M., & Alava, J. J. (2020). Marine mammals used as bait for improvised fish aggregating devices in marine waters of Ecuador, eastern tropical Pacific. Endangered Species Research, 41, 289–302. https://doi.org/10.3354/ESR01015

Chaliluddin, M. A., Aprilla, R. M., Affan, J. M., Muhammadar, A. A., Rahmadani, H., Miswar, E., and Firdus, F. (2018). Efektivitas penggunaan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan di Perairan Pusong Kota Lhokseumawe (The effectiveness of using fish aggregating devices (FADs) as fishing grounds in the Pusong Waters of Lhokseumawe City). Depik, 7(2), 119-126.

Dagorn, L., Holland, K. N., Restrepo, V., & Moreno, G. (2013). Is it good or bad to fish with FADs? What are the real impacts of the use of drifting FADs on pelagic marine ecosystems? Fish and Fisheries, 14(3), 391–415. https://doi.org/10.1111/J.1467-2979.2012.00478.X

Hamar, B., & Bone, A. H. (2021). Utilization of FAD Distribution in South Buton Waters as a Fishing App by Purse Sein Fishermen in Kadatua District, Selatan Buton Regency. 2(3), 125–131. https://doi.org/10.47616/JAMREMS.V2I3.165

Hargiyatno, I. T., Utomo, S. W., & Sue, R. A. (2018). Tuna Fisheries Sustainable Management: Assessing of Indonesia Fish Aggregating Devices (FADs) Fisheries. 68(2018), 04019. https://doi.org/10.1051/E3SCONF/20186804019

Hasdiana, U. (2018). Keanekaragaman Mikroalga Di Danau Teluk Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi Sebagai Bahan Pengayaan Taksonomi Monera Dan Protista (Microalgae Diversity in Teluk Lake, Teluk Lake District, Jambi City as an Enrichment Material for Monera and Protista Taxonomy). Analytical Biochemistry, 11(1), 1–5.

Kirana, E. N., Boesono, H., & Fitri, A. D. P. (2015). Analysis of Catch on Fishing Gear Anco (Lift net) Based on the Difference Operation Time Day and Night in Reservoir Kedungombo Boyolali, Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 4(4), 125-134.

Laoda, A. D. P. A., Komarudin, D., & Sondita, M. F. A. (2022). Penggunaan baited FADs sebagai alat bantu pemikat dan pengumpul ikan pada mini purse seine (The use of baited FADs as a tool for attracting and collecting fish in mini purse seines). ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 6(1), 041-056. https://doi.org/10.29244/core.6.1.041-056

Muzayanah, L., Imron, M., & Baskoro, M. S. (2022). Produktivitas dan musim penangkapan ikan dominan menggunakan purse seine di pelabuhan perikanan Pantai Tamperan, Pacitan (Productivity and fishing seasons are dominated by using purse seine at Tamperan Beach fishing port, Pacitan). Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 13(1), 31–43. https://doi.org/10.29244/jmf.v13i1.37754

Novitasari, F., Nelwan, A. P., & Farhum, S. A. (2022). Musim penangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunus albacares) menggunakan alat tangkap pancing ulur di perairan Teluk Bone yang didaratkan di Kabupaten Luwu (The fishing season for yellowfin tuna (Thunus albacares) using handline fishing gear in the waters of Bone Bay, landed in Luwu Regency. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 28(1), 1-6.

Nurcholik, A. (2019). Perbedaan hasil tangkapan pada alat tangkap tangkul (Liftnet) berdasarkan waktu pengoperasian diperairan Danau Teluk Kota Jambi (The difference in Catch in liftnet fishing gear (Lift Net) is based on the operating time in the waters of the Bay Lake, Jambi City). Thesis. Faculty of Animal Husbandry, University of Jambi.

Prayitno, M. R. E., Menengkey, J. I., & Zaini, M. (2016). Manfaat dan dampak penggunaan rumpon sebagai alat bantu dalam penangkapan ikan (The benefits and impacts of using fish aggregating devices (FADs) as a fishing aid) Buletin Matric, 13(2), 34-41.

Prayitno, M. R., Simbolon, D., Yusfiandayani, R., & Wiryawan, B. (2017). Produktivitas Alat Tangkap yang Dioperasikan di Sekitar Rumpon Laut Dalam (Productivity of Fishing Gears Operated Around Deep Sea Fish Aggregating Devices). Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 8(1), 101–112. https://doi.org/10.29244/JMF.8.1.101-112

Rahma, K., Brown, A., and Bustari, B. 2016. The Influence of Light Intensity on Rinuak Fish (Psilopsis sp.) by Serok (Scoop Net) in Maninjau Lake West Sumatra. Thesis. Riau: University of Riau.

Sari, R. P., Nurani, T. W., & Wisudo, S. H. (2014). Pengembangan Armada Pancing Tuna Dengan Rumpon di Perairan Puger, Jawa Timur (The Development of Troll Lines Using Fish Agregation Device (FADs) in Puger Waters, East Java). Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 5(1), 1-12.

Schneider, E. V. C., Brooks, E. J., Cortina, M. P., Bailey, D. M., Killen, S. S., & Van Leeuwen, T. E. (2021). Design and deployment of an affordable and long-lasting deep-water subsurface fish aggregation device. 82, 1–16. https://www.eaglehill.us/CANAonline/CANA-access-pages/CANA-regular/CANA-083-Schneider.shtml

Sarianto, D., & Djunaidi, K. I. (2019). Sebaran Rumpon di Samudera Hindia pada Daerah Penangkapan Purse Seine Fish Aggregation Devices (FAD) (Distribution at the Purse Seine Fishing Ground in the Indian Ocean. Jurnal Airaha, 8(2), 059-066.

Tatangindatu, F., Kalesaran, O. and Rompas, R. (2013). Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa (Study of Water Chemistry Parameters in Fish Farming Areas in Lake Tondano, Paleloan Village, Minahasa Regency, e-Journal Budidaya Perairan, 1(2), 8–19.

Urbasa, P.A., S.L. Undup, and R.J. Rompas, (2015). Dampak kualitas air pada budi daya ikan dengan jaring tancap di Desa Toulimembet Danau Tondano (The impact of water quality on fish farming with tancap nets in Toulimembet Village, Lake Tondano). Aquaculture, 3(1), 59–67.

Wahju, R. I., Purwangka, F., Firdaus, I. A., & Budiman, M. S. (2023). Penggunaan booster rumpon (FAD) untuk pemikat dan pengumpul ikan yang efektif pada alat tangkap bagan apung (The use of booster fish aggregating devices (FAD) for effective fish attracting and collecting on floating bagan fishing gear). ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 7(1), 001-013.

Yusfiandayani, R., Nurilmala, M., Abdullah, A., Sondita, M. F. A., Mualim, R., Kusdinar, A., & Choerudin, H. (2020). Fishing trial using a portable fish aggregating device (FAD) in the Indian Ocean. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 404, No. 1, p. 012088). IOP Publisher.

Diterbitkan

2025-08-26

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

PENGGUNAAN FADs (Fish Aggregating Devices) PADA ALAT TANGKAP TANGKUL DI DANAU TELUK KOTA JAMBI . (2025). Mantis Journal of Fisheries, 2(02), 57-63. https://doi.org/10.22437/mjf.v2i02.40462