Citra Wanita Betawi dalam Pantun Palang Pintu di Daerah Bekasi: Kajian Feminisme Sastra
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i3.45443Kata Kunci:
citra, wanita, pantun, palang pintu, feminisme.Abstrak
In the Betawi palang pintu tradition, men generally occupy the central role as champions who compete in martial arts and rhymes. This has led to gender inequality in community culture. This research aims to identify the feminist movements that occur in the Sedulur Napiun community in Bekasi, by analyzing and describing the image of Betawi women in pantun palang pintu. The type of approach used in this research is a qualitative approach. Data collection instruments were carried out through observation and interviews with resource persons engaged in the field of culture. The data obtained were then interpreted and analyzed using the feminism approach by focusing on the forms of women's social image by Sugihastuti (2000). The results showed how the movement of feminism and the representation of the image of Betawi women in pantun palang pintu which includes; 1) women as a driving force, 2) women are independent figures, 3) women complement the role of the family. This research is expected to provide a new perspective on the understanding of Betawi culture and the position of women in it.
Abstrak
Pada tradisi palang pintu betawi, umumnya laki-laki menduduki peran sentral sebagai jawara yang saling beradu silat dan berbalas pantun. Hal tersebut menimbulkan adanya ketimpangan gender dalam budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gerak feminisme yang terjadi pada komunitas Sedulur Napiun di Bekasi, dengan menganalisis dan menguraikan citra wanita Betawi dalam pantun palang pintu. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap narasumber yang bergerak dalam bidang kebudayaan. Data yang diperoleh kemudian diinterpretasi dan dianalisis menggunakan pendekatan feminisme dengan berfokus pada bentuk-bentuk citra sosial wanita oleh Sugihastuti (2000). Hasil penelitian menunjukkan bagaimana gerak feminisme dan representasi citra wanita Betawi pada pantun palang pintu yang meliputi; 1) wanita sebagai penggerak, 2) wanita sosok yang mandiri, 3) wanita turut melengkapi peran keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sudut padang baru terhadap pemahaman budaya Betawi dan kedudukan wanita di dalamnya.
Referensi
Adzani, F. (2015). Struktur dan fungsi pantun dalam acara masyarakat Betawi: Kajian etnografi komunikasi [Artikel ilmiah]. Neliti. https://media.neliti.com/media/publications/74954-ID-struktur-dan-fungsi-pantun-dalam-acara-m.pdf
Agustina, R., & Amelia, D. (2016). Analisis Struktur Fisik Dalam Pantun Dan Budaya Adat Istiadat Tata Cara Perkawinan Kabupaten Sambas Karya Hamdan Simad Dan Muhanni Abdur. Lingua. Volume XII. Nomor 1. Januari 2016.
Andharu, D., & Widayati, W. (2018). Kajian Feminisme Radikal dalam Novel Keindahan dan Kesedihan Karya Yasunari Kawabata. FENOMA: Jurnal Edukasi Bahasa & Sastra Indonesia, 1 (1), 16-29.
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.
Anggraeni, D., Hakam, A., Mardhiah, I., & Lubis, Z. (2019). Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal (Analsis Tradisi Palang Pintu Pada Budaya Betawi). Jurnal Studi Al-Qur'an, 15 (1), 95-116.
Aprilia, H. (2024). Analisis Unsur Fisik dan Batin Pantun Balas-Berbalas pada Saat Kegiatan Nampun Kule Adat Asli Suku Pasemah. Repository Perpustakaan: UIN FAS BENGKULU.
Arsita, D., Atiyatussa’adah, N., & Maulana, A. (2023). Struktur Fisik dan Batin Kumpulan Pantun Karya Sutan Takdir Alisjahbana. Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra, 19(1), 1–13.
Dania, Kosasih, A., Ikhwan, & Ma'mun, T. (2024). Citra Perempuan Betawi dalam Naskah Periyasan Bagus Karya Usman Bin Yahya. Majalah Ilmiah Tabuah, 28 (1), 28-43.
Danuarta, A., Rahmawati, A., Rini, E., Azila, N., Rahmatuljannah, R., & Herlinda, H. (2024). Terselip Makna Mendalam: Eksplorasi Pantun Buka Palang Pintu Tradisi Perkawinan Masyarakat Melayu Riau (Daerah Perlalawan, Siak dan sekitarnya). Journal of Creative Student Research (JCSR), 2 (3), 245-260.
Dinasari, M., & Koodoh, E. (2024). Kedudukan Perempuan dalam Upacara Adat Perkawinan Orang Tolaki di Desa Mendikonu Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe. KABANTI: Jurnal Kerabat Antropologi, 8 (1), 1-10.
Fakih, M. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: INSISTPress.
Febriani, F., Razali., Taib, R. (2020). Analisis Pantun Dalam Manendai Adat Pernikahan Di Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. JIM Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Gunaika, R. (2021). Citra Wanita dalam Kesusastraan Nusantara. i-WIN Library, 1-16.
Hakam, A., Mardhiah, I., & Lubis, Z. (2019). Membangun Peradaban Bangsa melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal (Analisis Tradisi Palang Pintu pada Budaya Betawi). Jurnal Studi Al-Qur'an, 5 (1), 95-116.
Halim, N., Anoegrajekti, N., & Attas, S. (2021). Pantun sebagai Tindak Tutur dalam Prespektif Stereotip Gender. Proceedings of The International Conference of Cultural Studies, Arts, and Social Science (ICCUSASS), 94-99.
Hartono, I., & Firmansyah, R. (2017). Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Festival Palang Pintu sebagai Atraksi Wisata Budaya di Kawasan Kemang Jakarta Selatan. Journal of Tourism Destination and Attraction, 5 (2), 48-61.
Kurniawati, A., Liana, L., Asharina, N., & Permana, I. (2018). Kajian Feminisme dalam Novel "Cantik Itu Luka" Karya Eka Kurniawan. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1 (2), 195-206.
Liputan6.com. (2023, April 8). Tema adalah: Pengertian, jenis, dan cara menemukannya dalam karya sastra. https://www.liputan6.com/feeds/read/5909579/tema-adalah-pengertian-jenis-dan-cara-menemukannya-dalam-karya-sastra
Melinda, A., & Paramita, S. (2018). Makna Simbolik Palang Pintu pada Pernikahan Etnis Betawi di Setu Babakan. Koneksi, 2 (2), 218-225.
Mulyani , R., Samosir, Z., & Sitinjak, D. (2019). Makna dan Fungsi Pantun pada Acara Perkawinan Adat Masyarakat Melayu Kabupaten Batu Bara. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 2 (3), 77-82.
Muzakka, M. (2021). Gender dalam Sastra. Semarang: SINT Publishing.
Nasution, A. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Harfa Creative.
Nilawijaya, R., & Awalludin. (2021). Prespektif Gender dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari: Kajian Sastra Feminis dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA. SILAMPARI BISA, 4 (2), 291-305.
Novita, R. (2024). Analisis Pantun Pada Pernikahan Etnik Lembak Di Dusun Besar Kecamatan Singaranpati. Undergraduate(S1) thesis, UIN FATMAWATI SUKARNO BENGKULU.
Paisah, S. (2024). Implementasi Teori-Teori Gender dalam Pembangunan Karir Keluarga. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7 (4), 14074-14080.
Penerbit Deepublish. (n.d.). Unsur intrinsik adalah: Pengertian, jenis, dan fungsinya dalam karya sastra. https://penerbitdeepublish.com/unsur-intrinsik-adalah/
Puspita, R., Samanik, & Maretha, C. (2025). Representation of Women in Public and Private Spheres in Henrik Ibsen's A Doll's House. Kalista: Kajian Linguistik dan Sastra, 4 (2), 267-281.
Qur'ani, H. (2021). Citra Tokoh Perempuan dalam Cerita Rakyat Jawa Timur. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 10 (2), 176-187.
Rukin. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Takalar: Yayasan Ahmar Cendikia Indonesia.
Seha, N., & Kristianto, D. (2022). Pantun Betawoi di Tangerang Selatan. Mlangun: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 19 (2), 127-138.
Subhan, A., Jabali, F., Nasuhi, H., & dkk. (2003). Citra Perempuan dalam Islam: Pandangan Ormas Keagamaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugihastuti. (2000). Wanita di Mata Wanita: Prespektif Sajak-sajak Teoti Heraty. Bandung: Penerbit Nuansa Cendikia.
Tirawati, & Darmadi, D. (2024). Makna Simbolik Pantun dalam Tradisi Palang Pintu Budaya Melayu Pontianak. Bendade': Journal of Language & Literature, 1 (1), 39-45.
Trisnawati. (2019). Analisis Jenis-Jenis Dan Fungsi Pantun Dalam Buku Mantra Syair Dan Pantun Di Tengah Kehidupan Dunia Modern Karya Korrie Layun Rampan. Parataksis: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 2 No 2 Juli 2019.
Wongsopatty, E. (2020). Pantun Sahur dalam Sastra Lisan Banda Neira. Literasi: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 4 (1), 15-20.
Wulandari, F., Alifa, N., Wahyuningsih, T., Fatmawati, A., & Gumala, Y. (2024). Simbol da Makna Persatuan dalam Palang Pintu Betawi dan Implementasinya dalam Pendidikan. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6 (4), 4334-4344.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Shafa Idha Nabila, Fristra Rahma Arsinda, Alin Ambarwati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.



