The Semantic Expansion and Sociolinguistic Functions of ‘‘Yapping’’ in Gen Z Tiktok Discourse
DOI:
https://doi.org/10.22437/6v4a3j36Keywords:
Yapping’, Semantics , Sociolinguistics, Generation Z, TikTokAbstract
Digital communication on TikTok has accelerated the emergence and transformation of lexical expressions among Generation Z users. One of the popular terms in digital discourse is ‘Yapping’, which lexically refers to excessive talking. However, in its use on TikTok, the term has undergone semantic expansion and contextual meaning shifts influenced by social interaction and digital culture. This research aims to analyze the semantic functions of the term ‘Yapping’ and identify its sociolinguistic functions in Generation Z’s TikTok discourse. This research employed a descriptive qualitative approach using digital discourse analysis. The data consisted of TikTok videos, captions, and comments containing the term ‘Yapping’, collected through non-participant observation and digital documentation techniques. Data analysis involved identifying contexts of use, classifying semantic variations, and interpreting the social functions of the language. The findings reveal that the meaning of “Yapping” in TikTok discourse is highly contextual and extends beyond its original negative lexical meaning. The term is used to express humor, communication enthusiasm, emotional openness, interpersonal affection, and self-identity. In some contexts, “Yapping” acquires positive meanings related to confidence and social connection, while in others it still reflects excessive or emotionally exhausting speech. Sociolinguistically, the term functions as a marker of group identity, emotional expression, social validation, and interpersonal relationship negotiation among Generation Z users. Furthermore, the study reveals that the evolving use of ‘Yapping’ reflects the multimodal, interactive, and algorithm-driven characteristics of contemporary digital discourse on TikTok.
Abstrak
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, melahirkan bentuk komunikasi digital yang dinamis dan memengaruhi perkembangan bahasa Generasi Z. Salah satu istilah yang populer dalam wacana digital adalah ‘Yapping’, yang secara leksikal berarti berbicara secara berlebihan. Namun, dalam praktik penggunaannya di TikTok, istilah ini mengalami perubahan dan perluasan makna yang dipengaruhi oleh konteks sosial serta budaya digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi semantik istilah ‘Yapping’ serta mengidentifikasi fungsi sosiolinguistik penggunaannya dalam wacana digital Generasi Z di TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana digital. Data berupa video, caption, dan komentar TikTok yang mengandung istilah ‘Yapping’ dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi digital. Analisis dilakukan melalui identifikasi konteks penggunaan, klasifikasi makna, serta interpretasi fungsi sosial bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna istilah “Yapping” dalam wacana TikTok bersifat sangat kontekstual dan tidak lagi terbatas pada makna leksikal negatifnya. Istilah ini digunakan untuk mengekspresikan humor, antusiasme berkomunikasi, keterbukaan emosional, afeksi interpersonal, dan identitas diri. Dalam beberapa konteks, “Yapping” memperoleh makna positif yang berkaitan dengan kepercayaan diri dan hubungan sosial, sementara dalam konteks lain istilah ini masih merepresentasikan perilaku berbicara berlebihan atau melelahkan secara emosional. Secara sosiolinguistik, istilah ini berfungsi sebagai penanda identitas kelompok, ekspresi emosional, validasi sosial, dan negosiasi hubungan interpersonal di kalangan Generasi Z. Selain itu, penggunaan “Yapping” juga mencerminkan karakteristik wacana digital TikTok yang multimodal, interaktif, dan partisipatif.
References
Adiningsih, Y., Haryanto, Y., & Ratnasari, A. (2026). Social media slang and its challenges towards language literacy. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 9(2), 96-107. https://doi.org/10.24176/kredo.v9i2.16687
Anandita, A., Sri, Y., & I Wayan, L. (2025). Perubahan Kosakata Gen-Z dalam Konten Tiktok sebagai Bentuk Kreativitas Berbahasa di Era Digital. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(4), 5665–5679. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2705
Bakrin, R., & Hilalludin Hilalludin. (2025). Pengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap
Perkembangan Kosakata Bahasa Indonesia Pada Generasi Alfa. Begibung: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(2), 7–19. https://doi.org/10.62667/begibung.v3i2.152
Darna, C. A., AkhyaruddinAkhyaruddin, & Hilman, Y. (2025). Bentuk, Makna, dan Fungsi Bahasa Gaul Remaja Desa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 7(2), 471–479. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i2.7443
Dilivia, A. Z., Febriyanto, L., & Ginanjar, B. (2023). Pergeseran Makna Kosakata Flora Dalam Metafora Di Media Sosial Twitter: Kajian Semantik. Linguistik Indonesia, 41(1), 75–88. https://doi.org/10.26499/li.v41i1.418
Eti, S. H., & Rosalinah, Y. (2024). An analysis of Gen Z’s digital slang: Patterns from TikTok comment sections. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 12(2), 3250-3262. https://doi.org/10.24256/ideas.v12i2.5911
Fadli, B. M., Ikra, I., & Yani, M. (2025). Strategi Tutur Dan Identitas Sosial Dalam Komunikasi Digital: Analisis Pragmatik Pada Generasi Z Di Media Sosial. Bahtra: Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 6(1), 29–35. https://doi.org/10.56842/bahtra.v6i1.631
Hamidah, A. A. A., Sinta, R., & Slamet, T. (2023). Kajian Sosiolinguistik Ragam Bahasa Gaul di Media Sosial Tiktok pada Masa Pandemi Covid-19 dan Pemanfaatannya Sebagai Kamus Bahasa Gaul. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 9(1), 61–68. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2029
Hauser, D. J., & Schwarz, N. (2023). Semantic Prosody: How Neutral Words With Collocational Positivity/Negativity Color Evaluative Judgments. Current Directions in Psychological Science, 32(2), 98–104. https://doi.org/10.1177/09637214221127978
Ibrahim, M. (2025). Bahasa dan Kelas Sosial: Hubungan Antara Pilihan Kata dan Status Sosial. Proceedings Series on Health & Medical Science, 7(1), 114–119.
Maharani, D., Hasea, S. S., Nailah, C., Rowimatul, H., & Yuliana, S. (2025). Makna dalam Era Digital: Kajian Semantik Terhadap Bahasa di Media Sosial Indonesia. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 841–862. https://doi.org/10.63822/capxn478
Marantika, E. R., Agustin, V. F., Mundi, R. C., & Ginanjar, B. (2025). Pergeseran Makna pada Kosakata Berunsur Fenomena Alam dan Bencana Alam di Media Sosial X: Kajian Semantik. Linguistik Indonesia, 43(2), 347–359. https://doi.org/10.26499/li.v43i2.731
Nabilah, A. A. P., & Adika, D. (2025). Lexical Semantic Review of Alpha Generation Terms; Previous Generation’s Perspective. PRAGMATICA: Journal of Linguistics and Literature, 3(1), 1-9. https://doi.org/10.60153/pragmatica.v3i1.111
Nasarudin, N., Fathonah, F., & Fadlilah, A. (2024). Pengantar Sosiolinguistik . Padang: CV. Gita Lentera.
Octafiona, E. (2024). Kajian Intertekstualitas dalam Karya Sastra Indonesia Kontemporer. Edu
Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(02), 645–655. https://doi.org/10.47709/educendikia.v4i02.4578
Rahmah, L. N., Oktafiani, D., & Oktafiani, D. (2025). Peran bahasa dalam membangun solidaritas komunitas online Indonesia. Jurnal Dinamika Sosial Dan Sains, 2(5), 803–810.
Sari, M., & Hosniyeh, H. (2026). Makna Denotatif dan Konotatif dalam Lirik Lagu “Tilik Jogja” Karya Citra Scholastika. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 1346–1356.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Stefania Bulu, Ni Made Diana Erfiani, Yohanes Octovianus Lesu Awololon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.










