Krisis Identitas Perempuan dalam Cerpen Ibu Karya Zulfah Nur Alimah
DOI:
https://doi.org/10.22437/kalistra.v5i2.58373Keywords:
identitas, cerpen, krisis, patriarkiAbstract
omen in patriarchal societies are always confronted with social constructs that place the domestic sphere as the primary space for fulfilling their identity. This condition gradually obscures women's personal identities because their existence is more often interpreted thru their roles as wives and mothers. This study uses a descriptive qualitative method to reveal the identity crisis of women found in the short story "Ibu" by Zulfah Nur Alimah from a liberal feminist perspective. The research results show that the identity crisis is formed thru choices that appear to be personal decisions, but are actually driven by patriarchal values that place women in a subordinate position. As a result, the autonomy of female characters is superficial because the choices made always occur within the boundaries of social values that have previously shaped and determined the ideal roles of women in society.
Abstrak
Perempuan dalam masyarakat patriakal selalu dihadapkan pada konstruksi sosial yang menempatkan ranah domestik sebagai ruang utama bagi pemenuhan identitasnya. Kondisi tersebut secara perlahan mengaburkan identitas personal perempuan karena keberadaannya lebih dimaknai melalui peran sebagai istri dan ibu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengungkap krisis identitas perempuan yang terdapat dalam cerpen Ibu karya Zulfah Nur Alimah dengan perspektif feminisme liberal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas tersebut terbentuk melalui pilihan-pilihan yang tampak sebagai keputusan personal, tetapi sesungguhnya digerakkan oleh nilai-nilai patriarkal yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Akibatnya, otonomi perempuan bersifat semu karena pilihan yang diambil senantiasa berlangsung dalam batas-batas nilai sosial yang telah lebih dahulu membentuk dan menentukan peran ideal perempuan di dalam masyarakat.
References
Alimah, Z. N. (2026). Ibu. https://www.kompas.id/artikel/ibu-2?open_from=Cerpen_Hiburan_Page&status=sukses_login&utm_source=kompasid&utm_medium=login_paywall&utm_campaign=login&utm_content=https://www.kompas.id/artikel/ibu-2?open_from=Cerpen_Hiburan_Page&loc=header
Ariyani, I. (2025). Dipanggil ‘Nyonya Anton’: Mengganti Nama Belakang Perempuan dengan Nama Suami Bukan Bentuk Romantisme [Online post]. Https://Www.Konde.Co/. https://www.konde.co/2025/10/dipanggil-nyonya-anton-mengganti-nama-belakang-perempuan-dengan-nama-suami-bukan-bentuk-romantisme/
Banu, S. (2026). Tubuh, Pekerjaan, dan Pilihan Perempuan Jawa dalam Cengkraman Patriarki dan Kapitalisme. Arnawa, 4(1), 32–43. https://doi.org/10.22146/arnawa.v4i1.25936
Faruk. (2020). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Pustaka Pelajar.
Friedan, B. (1963). The Feminine Mystique. W.W. Norton & Company Inc.
Harahap, A. (2024). Peran Perempuan Sebagai Tulang Punggung Dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga. 8(1), 1–12. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24952/gender.v8i1.1088
Ilaa, D. T. (2021). Feminisme dan Kebebasan Perempuan Indonesia dalam Filosofi. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(3), 211–216. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i3.31115
Kartono, D. T., Demartoto, A., Hakim, F. N., & Marsela, C. A. (2023). Krisis Keluarga dalam Perkembangan Otonomi Perempuan. Sosio Konsepsia, 12(3). https://doi.org/10.33007/ska.v12i3.3349
Musyarrifani, N. I. (2022). Pengaruh Citra Tubuh terhadap Budaya Konsumsi pada Perempuan. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, 6(1), 67–80. https://doi.org/10.22146/sasdaya.5246
Pangestika, A. P., Purnamasari, S. E., & Kurniawan, A. P. (2022). Hubungan Antara Persepsi Budaya Patriarki Dengan Perilaku Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Pada Laki-Laki Dewasa Awal. PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Psikologi), 16(2), 137. https://doi.org/10.30587/psikosains.v16i2.4578
Poetri, M. S., & Dewi, S. I. K. (2024). Suara Perempuan dalam Tiga Cerpen Karya Muna Masyari. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(6), 6071–6075. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i6.4968
Puspita, R., Samanik, & Maretha, C. (2025). Representation of Women in Public and Private Spheres in Henrik Ibsen’s A Doll’s House. Kalistra: Kajian Linguistik Dan Sastra, 4(2), 327–341. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/kalistra.v4i2.42259
Putra, M. R. R., & Burhannudin, M. (2022). Ketidakadilan terhadap Peran Wanita pada Cerpen “Nephilim” dalam Kumpulan Cerpen “Striptis di Jendela” Karya Saroni Asikin. Jurnal Sastra Indonesia, 11(3), 209–218. https://doi.org/10.15294/jsi.v11i3.48333
Ukhroniyah, U., & Afrizal, S. (2024). Strategi Peran Ganda Perempuan Sebagai Asisten Rumah Tangga (Studi Kasus: Di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang Banten). Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 6(2), 120–130. https://doi.org/10.23887/jpsu.v6i2.83767
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Alifah Septiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish their manuscripts in Kajian Linguistik dan Sastra agree to the following terms:
1. The copyright in each article belongs to the author.
2. The author acknowledges that Kajian Linguistik dan Sastra reserves the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (Attribution 4.0 International CC BY-SA 4.0).
3. Authors may submit articles separately, arranging for non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (e.g., delivery to the author's institutional repository, publication into a book, etc.), acknowledging that the manuscript has been first published in Kajian Linguistik dan Sastra.










