The Difference in Intrinsic Elements Between the Korean and Indonesian Versions of the Film Miracle in Cell No. 7 (A Comparative Literature Study

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22437/k1gxy658

Kata Kunci:

sastra bandingan, adaptasi film,, unsur intrinsik,, Miracle in Cell No. 7, strukturalisme.

Abstrak

This study aims to describe the differences in setting, plot, and characters and characterization between the Korean version of the film Miracle in Cell No. 7, directed by Lee Hwan-kyung, and the Indonesian version, directed by Hanung Bramantyo. This study employs a qualitative approach using descriptive methods and a comparative literary approach. The research data consists of dialogue, scenes, and visuals that illustrate the differences in the intrinsic elements of the two films. Data collection was conducted through observation and note-taking, while data analysis utilized Burhan Nurgiyantoro’s structural theory and a comparative literary approach.The research findings indicate that differences in setting elements including setting of place, setting of time, and social setting are adapted to the cultural context of each country. Differences in plot elements were found in the situation, generating circumstances, rising action, and denouement stages, while the climax stage remains the core of the story’s conflict. Regarding characters and characterization, no significant differences were found in the main characters, while changes were evident in the secondary characters and the characterization of supporting characters as a form of adaptation to dramatic needs and local culture. The research findings indicate that film adaptation is a process of reinterpretation that preserves the essence of the story but adapts its intrinsic elements to the social and cultural context of the target audience.

 

Abstrak

Penelitian  ini  bertujuan untuk  mendeskripsikan  wujud  perbedaan unsur latar, alur, serta tokoh dan penokohan dalam film Miracle in Cell No. 7 versi Korea yang disutradarai Lee Hwan-kyung dan versi Indonesia yang disutradarai Hanung Bramantyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta pendekatan sastra bandingan. Data penelitian berupa dialog, adegan, dan visual yang menunjukkan perbedaan unsur intrinsik kedua film. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan  analisis  data  menggunakan  teori  struktural  Burhan Nurgiyantoro dan pendekatan sastra bandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan unsur latar meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial yang disesuaikan dengan konteks budaya masing-masing negara. Perbedaan unsur alur ditemukan pada tahap situation, generating circumstances, rising action, dan denouement, sedangkan  tahap  climax  tetap dipertahankan  sebagai  inti  konflik cerita. Pada unsur tokoh dan penokohan, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada tokoh utama, sedangkan perubahan tampak pada tokoh  tambahan dan penokohan tokoh pendukung sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan dramatik dan budaya lokal. Temuan penelitian  menunjukkan bahwa adaptasi film merupakan proses reinterpretasi yang mempertahankan esensi cerita, tetapi menyesuaikan unsur intrinsiknya dengan konteks sosial dan budaya masyarakat penerima.

Referensi

Endraswara, S. (2010). Sastra Bandingan: Metode, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.

Endraswara, S. (2011). Sastra Bandingan: Pendekatan dan Teori Pengkajian. Yogyakarta: Lumbung Ilmu.

Hutcheon, L. (2013). A theory of adaptation (2nd ed.). Routledge.

Muarifin, M., Waryanti, E., & Puspitoningrum, E. (2025). Konflik batin tokoh utama dan pengembangan karakter dalam Panji Laras: Telaah cerita Panji populer. PEMBAHSI: Jurnal Pembelajaran Bahasa Indonesia, 15(1), 191–205. https://doi.org/10.31851/pembahsi.v15i1.17009

Nurgiyantoro, B. (2010). Teori pengkajian fiksi (Ed. revisi). Gadjah Mada University Press.

Nurima, A. S. I., Rahmayantis, M. D., & Waryanti, E. (2024). Citra Perempuan Dalam Film “Hati Suhita” Sutradara Archie Hekagery (Doctoral dissertation, Universitas Nusantara PGRI Kediri).

Prasetya, A., Marista, D. R., & Waryanti, E. (2022). Ekranisasi Novel Teman Tapi Menikah 2 Karya Ayudia Bing Slamet Dan Ditto Percussion Ke Dalam Film Teman Tapi Menikah 2 Oleh Rako Prijanto (Doctoral dissertation, Universitas Nusantara PGRI Kediri).

Puspitoningrum, E. (2020). Analisis nilai moral naskah drama Ande-Ande Lumut melalui pendekatan pragmatik. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 4(2), 62–69. https://doi.org/10.29407/jbsp.v4i2.17653.

Rahmah, F. (2023). Adaptasi Roman Siti Nurbaya karya Marah Roesli dalam penciptaan naskah monolog Mengurai Pekat Mendung. TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema, 20(2), 135–149. https://doi.org/10.24821/tnl.v20i2.10967

Rahmayantis, M. D., Waryanti, E., & Puspitoningrum, E. (2022). Menulis kreatif naskah drama. Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Saryono, D. (2021). Representasi nilai budaya Jawa dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 5(2), 33–45.

Diterbitkan

2026-09-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

The Difference in Intrinsic Elements Between the Korean and Indonesian Versions of the Film Miracle in Cell No. 7 (A Comparative Literature Study. (2026). Kajian Linguistik dan Sastra, 5(3), 451-472. https://doi.org/10.22437/k1gxy658

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama