https://online-journal.unja.ac.id/jseb/issue/feed Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis 2021-01-27T12:54:36+07:00 rikky Herdiyansyah rikky@unja.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Jurnal Ilmiah Sosio-ekonomika BIsnis -In english translate to Journal Agriculture of economy is a scientific journal that publishes various original research articles and review (by invitation) about n socio economy, including agribusiness and food information and regulation. This journal is an official publication of Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Jambi Agricultural University Indonesia, published since 2010. It is published regularly 2 times a year (in January, and July)</p> <p><img src="/public/site/images/rikkyfaperta/Screen_Shot_2019-04-08_at_7.47_.42_AM_.png"></p> <p>pISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180428885&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">1412-8241</a> <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1525149681&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">eISSN : 2621-1246</a></p> <p>&nbsp;</p> https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11861 ANALISIS DAYA SAING PERDAGANGAN GULA SEMUT INDONESIA DIPASAR INTERNASIONAL 2021-01-27T12:44:46+07:00 Yayu Ulfah Marliani saya.yayu@gmail.com <p>Gula semut merupakan salah satu komodtas ekspor Indonesia. Pasar gula semut memiliki potensi besar dilihat dari peningkatan konsumsi dunia, sehingga Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis daya saing gula semut Indonesia di pasar internasional dan daya saing gula semut Indonesia di negara tujuan. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Untuk mengukur daya saing menggunakan pendekatan matematis dengan menggunakan <em>Revealed Comparative Advantage (</em>RCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa gula semut Indonesia memiliki keunggulan komparatif sebagai salah satu negara pengekspor gula semut. di pasar internasional. Gula semut Indonesia di sepuluh negara tujuan ekspor memiliki daya saing Kecuali Belanda. Hal ini dikarenakan nilai RCA gula semut Indonesia ke Belanda kurang dari satu yaitu 0.733, sedangkan ke sembilan negara tujuan ekspor lainnya nilai RCA nya lebih dari satu. Nilai RCA lebih besar dari satu ini artinya gula semut Indonesia mampu bersaing dengan gula semut yang diproduksi oleh negara eksportir lainnya.</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11863 SIKAP PETANI DALAM MEMASARKAN BAHAN OLAH KARET MELALUI KOPERASI DI DESA MUHAJIRIN KECAMATAN JAMBI LUAR KOTA KABUPATEN MUARO JAMBI 2021-01-27T12:47:13+07:00 Yayu Oktavia mayaaja1210@gmail.com Rosyani Yani mayaaja1210@gmail.com Idris Sardi mayaaja1210@gmail.com <p>Penelitian ini ditujukan untuk : (1) Mengetahui sikap petani karet terhadap koperasi dalam pemasaraan bokar di Desa Muhajirin Kecamataan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi, (2) Menganalisis hubungan antara sikap petani karet terhadap koperasi dalam memasarkan olahan karet di Desa Muhajirin Kecamataan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi . Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari 2020 dengan jumlah sampel 40 orang petani. Penarikan sampel dari anggota Koperasi menggunakan metode acak sederhana (<em>simple random sampling</em>). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian dilaksanakan dengan metode analisis data, data yang dikumpulkan dengan metode deskriptif dengan pemberian skor menggunakan skala likert dan analisis uji Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh nilai Chi-Square hubungan antara sikap kognatif, afektif, dan konatif dengan nilai masing-masing 22.7068, 32.6974, dan 32.3280 dengan nilai signifikansi (p) 0.0001, 0.000, dan 0.000, hal ini menunjukkan bahwa sikap kognatif, afektif, konatif berhubungan nyata terhadap sikap pemasaran produk pada koperasi di Desa Muhajirin Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi.</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11865 BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PRODUKSI TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) PETANI DI NAGARI KAJAI KECAMATAN TALAMAU KABUPATEN PASAMAN BARAT 2021-01-27T12:50:49+07:00 Sefrimon gifa.wom@gmail.com <p>Penanaman tanaman nilam sangat potensial bila dilakukan dengan membentuk kelompok tani yang akan dibina untuk menjadi pelaku usaha minyak nilam yang handal. Minyak nilam yang dihasilkan oleh tanaman nilam <em>(Pogostemon cablin </em>Benth<em>)</em> merupakan minyak atsiri utama yang diperdagangkan di pasar International. Peran penyuluh perlu diintensifkan guna membantu petani dalam budidaya tanaman nilam dengan baik, tepat dan benar. Diharapkan petani menerapkan teknologi yang tepat dan varitas unggul yang mempunyai tingkat produksi lebih baik jika dibandingkan dengan varitas yang selama ini diusahakan oleh petani. Pada lahan datar dan subur dapat digunakan jarak tanam yang lebih lebar misalnya 100 x 100 cm, sedangkan dilahan miring jarak tanam yag digunakan lebih sempit misalnya 50 x 75 cm atau 75 x 75 cm. Kebutuhan bibit tergantung dengan jarak tanam ini. Dari hasil penelitian polatanam menunjukan bahwa nilam, dapat di polatanamkan dengan jagung atau nilam + kacang tanah atau nilam + kedele, atau nilam + kacang hijau, atau nilam + jagung + kacang tanah. Rata-rata produksi petani nilam di Nagari Kajai Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat terna kering 3.621,27 kg dan minyak nilam 115.7 kg. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap produksi minyak nilam petani di Nagari Kajai Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat adalah besarnya produksi dan status sosial.&nbsp;</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11867 ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN CABAI MERAH KERITING DENGAN PENDEKATAN SCP (Structure, Conduct, and Performance) DI KECAMATAN GUNUNG TUJUH KABUPATEN KERINCI 2021-01-27T12:54:36+07:00 Zummrhotul Mar’atil Khasanah zummrhotul@gmail.com Saad Murdy zummrhotul@gmail.com Yanuar Fitri zummrhotul@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran cabai merah keriting di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, dan (2) menganalisis efisiensi pemasaran cabai merah keriting dilihat dari <em>market sructure, market conduct, and market performance</em> (SCP) di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci dari 24 Juni sampai 24 Juli 2019. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan pendeketan SCP (<em>structure, conduct, and performance</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran cabai merah keriting di Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci terdiri dari empat saluran pemasaran, yaitu: (1) petani–pedagang pengumpul lokal–pedagang <em>wholesaler</em> Sungai Penuh–pedagang pengecer–konsumen akhir Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh; (2) petani–pedagang pengumpul lokal–pedagang antar kota; (3) petani–pedagang pengumpul lokal–pedagang pengecer–konsumen akhir; (4) petani–pedagang pengecer–konsumen akhir Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran, yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas. Struktur pasar pada pemasaran cabai merah keriting di Kecamatan Gunung Tujuh pada tingkat petani merupakan struktur pasar oligopsoni, sedangkan di tingkat lembaga struktur pasar yang terbentuk merupakan stuktur pasar oligopoli. Pada perilaku pasar, lembaga pemasaran yang terlibat memiliki perilaku yang berbeda-beda. Kinerja pasar menunjukkan penyebaran marjin, <em>farmers share,</em> dan rasio keuntungan dan biaya tidak merata pada masing-masing lembaga pemasaran. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, saluran pemasaran IV merupakan alternatif saluran pemasaran yang efisien sehingga dapat dipilih oleh petani.</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11859 ANALISIS BIAYA DAN STRATEGI KEBERLANJUTAN PEREMAJAAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN TABIR SELATAN KABUPATEN MERANGIN 2021-01-27T12:43:17+07:00 Nia Marlina niamarlina39@yahoo.com <p>Penelitian ini ditujukan untuk: (1) menganalisis permasalahan yang dihadapi petani kelapa sawit swadaya dalam melakukan peremajaan kelapa sawit (2) menganalisis biaya yang dibutuhkan petani dalam melaksanakan peremajaan kelapa sawit, dan (3) merumuskan strategi keberlanjutan peremajaan kelapa sawit petani swadaya.Penelitian dilaksanakandi Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Permasalahan yang dihadapi petani dalam melakukan peremajaan disajikan secara deskriptif, biaya peremajaan disajikan secara kuantitatif, sedangkan untuk merumuskan strategi keberlanjutan peremajaandigunakan analisis SWOT. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa permasalahan mendasar yang dihadapi petani dalam melakukan peremajaan adalah masih adanya hutang petani pada bank sehingga sertifikat lahan yang merupakan salah satu persyaratan mendapatkan dukungan dana pemerintah masih di tahan oleh bank, besarnya kebutuhan biaya untuk melaksanakan peremajaan dan kehilangan pendapatan untuk memenuhi biaya hidup keluarga petani selama masa TBM. Biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan peremajaan kelapa sawit di Kecamatan Tabir Selatan sampai pada pemeliharaan tanaman kuartal 1 tahun pertama adalah Rp 23.468.604 per hektar. Perkiraan total biaya pemeliharaan selama tahun pertama adalah Rp 2.630.310 per hektar, sehingga total biaya yang dibutuhkan untuk peremajaan sampai tahun pertama adalah Rp 24.437.757 per hektar. Biaya peremajaan sampai tahun kedua adalah Rp 26.377.913 per hektar. Sehingga diperoleh total biaya peremajaan sampai tahun ketiga adalah Rp 28.318.069 per hektar.Berdasarkan hasil analisis SWOT dapat dirumuskan bahwa alternatif strategi yang dapat dilakukan untuk keberlanjutan peremajaan kelapa sawit di Kecamatan Tabir Selatan Kabupaten Merangin adalah penguatan kelembagaan petani sehingga dapat membangun kerjasama dengan, mitra kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit dan akses dalam pemasaran TBS.</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11862 STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI BUAH NAGA DI KECAMATAN RIMBO ILIR KABUPATEN TEBO 2021-01-27T12:46:17+07:00 Vita Hartiana vitahartianaa@gmail.com Suandi vitahartianaa@gmail.com Riri Oktari Ulma vitahartianaa@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran umum usahatani buah naga, (2) untuk mengetahui pendapatan petani yang mengusahakan buah naga dan (3) untuk mengetahui beberapa alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahatani buah naga di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo.Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, dimana data primer data yang diperoleh dengan wawancara langsung ke petani dengan menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas-dinas terkait, internet dan literatur.Penelitian ini mengambi 3 desa yaitu Desa Giriwinangun, Desa Sumber Agung dan Desa Karang Dadi yang dipilih secara purposive dan penarikan sampel petani menggunakan metode nonprobability sampling yaitu snowball sampling. Untuk melihat gambaran usahatani buah naga di daerah penelitian digunakan metode deskriptif. Untuk menganalisis pendapatan petani buah naga digunakan metode kuantitatif dengan menghitung biaya dan penerimaan. Sedangkan untuk menganalisis alternatif strategi digunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani buah naga di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo mulai dilaksanakan pada tahun 2014 dengan tujuan sebagai usaha sampingan yang ditanam di lahan pekaangan rumah. Usahatani buah naga di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo menunjukkan besarnya rata-rata total biaya sebesar Rp.1.298.190/bulan, penerimaan rata-rata sebesar Rp.4.201.600/bulan, dan pendapatan rata-rata sebesar Rp.2.903.400/bulan. Usahatani buah naga di Kecamatan Rimbo Ilir Kabupaten Tebo berada pada kuadran 1 dengan titik kuadran (0,14;0,36) ) dan strategi yang dapat diterapkan pada posisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy) atau strategi agresif (aggresive strategy), dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada yaitu strategi yang menunjukkan situasi yang menguntungkan.</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11864 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT DI KELURAHAN BAJUBANG KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANG HARI 2021-01-27T12:49:33+07:00 Sophia sjskreasi@gmail.com Asaibani sjskreasi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh faktor produksi (luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) terhadap produksi kelapa sawit di Kelurahan Bajubang Kecamatan Bajubang. Pemilihan tempat penelitian dengan pertimbangan bahwa Kelurahan Bajubang merupakan salah satu desa/kelurahan yang memiliki produksi dan produktivitas kelapa sawit tertinggi kedua dari beberapa desa/kelurahan lain yang ada di Kecamatan Bajubang, dengan persentase perbandingan jumlah tanaman yang menghasilkan di Kelurahan Bajubang cukup tinggi. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode sensus. Metode sensus adalah metode pengumpulan data dengan meneliti setiap anggota populasi tanpa terkecuali (Subagyo, 2012). Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kabupaten Batang Hari, ada 46 orang petani kelapa sawit di Kelurahan Bajubang Kecamatan Bajubang yang melakukan kegiatan usahatani dengan pola swadaya murni. Oleh karena itu, semua petani kelapa sawit dengan pola swadaya murni tersebut dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Kelurahan Bajubang.secara parsial (individu) variabel luas lahan dan variabel pupuk berpengaruh signifikan terhadap prouki kelapa sawit di keluarahan bajubang sedangkan variabel, bibit, variabel pestisida dan variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit di Keluarhan Bajubang</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 https://online-journal.unja.ac.id/jseb/article/view/11866 ADVOKASI PERCEPATAN PEREMAJAAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN MERLUNG KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT 2021-01-27T12:53:35+07:00 Dompak Napitupulu dompakn@unja.ac.id Elwamendri dompakn@unja.ac.id Gina Fauzia dompakn@unja.ac.id <p>Tanaman kelapa sawit masih berperan penting dalam struktur perekonomian baik daerah Provinsi Jambi maupun nasional. Tanaman kelapa sawit yangsudah dikenalkan ke Provinsi Jambi untuk diusahakan secara komersil pada awal tahun 1980’an telah banyak yang terkategori tua, rusak dan tidak produktif lagi sehingga perlu segera diremajakan. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani rakyat dalam melakukan peremajaan tanaman kelapa sawit tua atau rusak (TT/R) di Kecamatan Merlung Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan peniruan melalui kunjungan dan wawancara kepada petani rakyat yang telah berhasil melakukan peremajaan kelapa sawit baik secara swadaya murni ataupun dengan memanfaatkan fasilitas pemerintah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi petani kelapa sawit dalam meremajakan kelapa sawit tua, rusak dan tidak produktif dapat diatasi dengan memanfaatkan dana peremajaan yang telah disediakan oleh BPDPKS, mengantisipasi kehilangan pendapatan petani selama proses peremajaan dengan melakukan pola tumpangsari yakni dengan memanfaatkan lahan sawit yang diremajakan dengan menanam tanaman pangan seperti padi gogo, jagung, atau tanaman hortikultura seperti semangka, mengusahakan tanaman serei wangi yang disertai dengan proses penyulingan dan atau mengusahakan ternak berupa ternak unggas atau ruminansia kecil.</p> 2021-01-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020