DISKURSUS: KOMPLEKSITAS PERTANIAN INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.22437/jisipunja.v8i1.21888Kata Kunci:
Agraria, Small Farming, Sosio-Teknologi, Ekonomi PertanianAbstrak
Indonesia tidak memiliki arah untuk menjamin tanah untuk petani sesuai dengan UU No.56/PRP/1961 tentang Landreform atau Luas Lahan Pertanian. Selain itu, soal modal, teknologi dan pasar yang sehat untuk pasar produksi pertanian juga tidak terjamin. Dari segi ekonomi pertanian Indonesia sudah tertinggal jauh dari China dan Jepang. Dunia pertanian Indonesia mengalami kegamangan, satu sisi kita masih menggunakan peralatan tradisional, di sisi lain kita menggunakan teknologi pertanian modern namun tidak merata. Petani terjebak dalam kubang kemiskinan karena keterbatasan kepemilikan lahan, modal dan teknologi. Untuk keluar dari sistem pertanian yang gamang maka sosok pemimpin yang berkarakter kuat menjalankan reforma agraria sangat dibutuhkan. Jaminan tanah terhadap petani dan mengembangkan sosio-teknologi pertanian harus dijalankan. Teknologi pertanian harus dikembangkan oleh Indonesia sendiri. Teknologi ini harus mendongkrak produksi sehingga ekonomi petani naik dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap nasional. Selain itu, sebagai pemimpin harus berani meredam laju investasi dan mengutamakan pertanian kecil modern atau small farming.
Referensi
Agraria, K. P. (2020). Catatan akhir Tahun 2020. Edisi Peluncuran I: Laporan konflik agraria dan masa pandemi dan krisis ekonomi. Jakarta: Konsorsium Pembaruan Agraria.
A.Tri, Chandra.;Nasrul Undri;F.H, A. M. Et Al. (2013). Kebijakan, Konflik, Dan Perjuangan Agraria Indonesia Awal Abad 21. In Journal Of Chemical Information And Modeling (Vol. 53).
Alston, J. M., Pardey, P. G., James, J. S., & Andersen, M. A. (2009). The Economics Of Agricultural R&D. Annual Review Of Resource Economics, 1(1), 537–566. Https://Doi.Org/10.1146/Annurev.Resource.050708.144137
Ambarwati, A. S. I. C. C. (2016). Pemuda-Dan-Pertanian-Di-Indonesia.Pdf. 20(2016), 1–22. Https://Www.Akatiga.Org/Wp-Content/Uploads/2018/06/Pemuda-Dan-Pertanian-Di-Indonesia.Pdf
Bps Provinsi Jawa Tengah. (2015). H Asil S Ensus P Ertanian 2013 ( Angka Tetap ). 2013(74), 1–13.
Dewi, K. (2014). Membenahi Masalah Agraria: Prioritas Kerja Jokowi-Jk Pada 2015 (Issue 2014). Https://Media.Neliti.Com/Media/Publications/227-Id-Catatan-Akhir-Tahun-2014-Konsorsium-Pembaruan-Agraria-Membenahi-Masalah-Agraria.Pdf
Dewi, K. (2021). Catatan Akhir Tahun 2021 Konsorsium Pembaruan Agraria “Penggusuran Skala Nasional (Psn)". Jakarta: Sekertariat Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria.
Hamid, H., Li, L. Y., & Grace, J. R. (2018). Review of the fate and transformation of per-and polyfluoroalkyl substances (PFASs) in landfills. Environmental Pollution, 235, 74-84. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0269749117311612
Haraway, D. J. (1991). Simians, Cyborgs, And Women: The Reinvention Of Nature. In Contemporary Sociology (Vol. 21, Issue 3). Https://Doi.Org/10.2307/2076334
Hendriyanto, K. (2020). Liberalisasi Importasi Produk Pertanian Dalam Uu Cipta Kerja Dari Pemikiran Hukum Progresif. Progresif: Jurnal Hukum, 15(2), 136–168. Https://Doi.Org/10.33019/Progresif.V15i2.1779
Jasanoff, S. (2006). Technology As A Site And Object Of Politics. The Oxford Handbook Of Contextual Political Analysis. Https://Doi.Org/10.1093/Oxfordhb/9780199270439.003.0040
Jaya, P. H. I. (2018). Nasib petani dan ketahanan pangan wilayah (studi tentang kebijakan pemerintah dan respons masyarakat desa mulyodadi, bantul ketika harga komoditas pertanian naik). Jurnal Ketahanan Nasional, 24(1), 77.
Latifa, N. (2022). Implementasi Perjanjian Jual Beli Padi Dengan Sistem Ijon (Studi Kasus Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah) The Implementation Of Rice Purchase Agreement With Ijon System (Study In Darek Village, West Praya District, Center Lombo. Jurnal Private Law Fakultas Hukum Universitas Mataram, 2(1).
Luthfi, A. N., & Saluang, S. (2015). Masa Depan Anak Muda Pertanian Di Tengah Liberalisasi Pertanahan. Bhumi: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 1(1). Https://Doi.Org/10.31292/Jb.V1i1.40
Morton, T. (2016). Dark Ecology. In Dark Ecology. Https://Doi.Org/10.7312/Mort17752
Perangin-angin, Andria Gustiawan. (2023). Pengembangan Agraria dan Teknologi Bidang Pertanian. Perspektif Sosiologis-Atropologis. Umbara,8(1). http://jurnal.unpad.ac.id/umbara/article/view/45387
Pradhani, S. I. (2019). Diskursus Teori Tentang Peran Perempuan Dalam Konflik Agraria. Bhumi: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 5(1), 69. Https://Doi.Org/10.31292/Jb.V5i1.320
Rachman Fauzi Noer. (2012). Land Reform. In Landreform Dari Masa Ke Masa. Tanah Iar Beta Dan Konsorsium Pembaruan Agraria. Https://Doi.Org/10.4324/9781315745022-16
Rachmawati, R. R., & Gunawan, E. (2020). Peranan petani milenial mendukung ekspor hasil pertanian di Indonesia. In Forum penelitian agro ekonomi (Vol. 38, No. 1, pp. 67-87). Indonesian Center for Agricultural Socioeconomic and Policy Studies.
Rahman, N. F., & Yanuardy, D. (2014). MP3EI: Cerita (Si) Apa? Mengapa Sekarang. Journal of Land Reform, 1, 36-60.
Rahmayani, D., Sulistiyowati, M. I., Rasendriyo, B., Ibrahim, B. F., Sabita, R. W., Putri, F. A., ... & Hanan, H. S. (2023). Ekonomi Kelembagaan dan Digitalisasi Sektor Pertanian. Penerbit NEM.
https://books.google.co.id/books?id=_OPgEAAAQBAJ&lpg=PR1&ots=BZQc30nlOh&dq=Produktivitas
Rusdiyana, E., Setyowati, R., & Purnomo, J. (2019). Transformasi Perlawanan Petani Dalam Menghadapi Tengkulak (Studi Kasus Petani Cabai Lahan Pasir Pantai Di Kecamatan Panjatan , Kulon Progo). Prosiding Seminar Nasional …, 3(1), 23–28. Https://Core.Ac.Uk/Download/Pdf/295747161.Pdf
Safe’i, R., Febryano, I. G., & Aminah, L. N. (2018). Pengaruh keberadaan Gapoktan terhadap pendapatan petani dan perubahan tutupan lahan di Hutan Kemasyarakatan. Sosiohumaniora, 20(2), 109-114. http://journal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/14349
Saputra, Y. H. (2018). Kasus Pertanian Wilayah Pinggiran Kota Bandung. Sepa, 14(2), 146–158.
Sastrahidayat, I. R. (2011). Rekayasa pupuk hayati mikoriza dalam meningkatkan produksi pertanian. Universitas Brawijaya Press.
Schrauwers, A. (1998). “Let’s Party”: State Intervention, Discursive Traditionalism And The Labour Process Of Highland Rice Cultivators In Central Sulawesi, Indonesia. Journal Of Peasant Studies, 25(3), 112–130. Https://Doi.Org/10.1080/03066159808438677
Sirnawati, E., & Syahyuti. (2018). Evolusi Inovasi Pembangunan Pertanian Di Badan Litbang Pertanian : Dari Transfer Teknologi Ke Sistem Inovasi Evolution Innovation Of Agricultural Development In Indonesian Agricultural Agency For Research & Development ( Iaard ): From Transfer Technology. 36(1), 13–22.
Sitti Arwati, S. P. (2018). Pengantar Ilmu Pertanian Berkelanjutan. Penerbit Inti Mediatama.
Susilowati, S. H., & Maulana, M. (2016). Luas Lahan Usaha Tani Dan Kesejateraan Petani: Eksistensi Petani Gurem Dan Urgensi Kebijakan Reforma Agraria. Analisis Kebijakan Pertanian, 10(1), 17. Https://Doi.Org/10.21082/Akp.V10n1.2012.17-30
Morton, T. (2016). Dark ecology: For a logic of future coexistence. Columbia University Press. https://www.degruyter.com/document/doi/10.7312/mort17752/html
White, B. (2012). Agriculture and the generation problem: rural youth, employment and the future of farming. IDS bulletin, 43(6), 9-19. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/j.1759-5436.2012.00375.x
Wiradi, G. (2009). Reforma Agraria Perjalanan Yang Belum Berakhir (Edisi Revisi). In Insist Press, Kpa Dan Pustaka Belajar. Http://Sajogyo-Institute.Org/Wp-Content/Uploads/2016/05/Gwr.-2009.-Reforma-Agraria-Perjalanan-Belum-Berakhir.Pdf
https://www.kpa.or.id/image/2023/10/catahu-2021-penggusuran-skala-nasional-psn.pdf
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 andria gustiawan perangin angin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







