Evaluasi Modifikasi Metode Analisis Serat Kasar Bahan Pakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Evaluation of Modified Methods for Analyzing Crude Fiber in Feed at Animal Nutrition Laboratory of Pangkep State Polytechnic of Agriculture

Penulis

  • Rahma Fitriastuti Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan-Indonesia
  • Nurbaya Udin Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan-Indonesia
  • Windawati Alwi Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan-Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22437/jiiip.v29i1.37592

Kata Kunci:

akurasi, bahan pakan, presisi, serat kasar, validasi metode

Abstrak

Latar Belakang: Serat kasar pada bahan pakan merupakan poin terpenting dalam menentukan kecernaan nutrisi pada ternak. Metode analisis serat kasar pada bahan pakan yang biasa dipakai sebagai rujukan adalah Metode Weende. Metode rujukan analisis serat kasar ini membutuhkan larutan pereaksi yang cukup banyak. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan kimia dan limbahnya perlu dilakukan modifikasi metode analisis. Penggunaan modifikasi metode analisis perlu dilakukan melalui validasi metode dalam laboratorium. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi modifikasi Metode Weende untuk mengurangi jumlah sampel dan pereaksi, sehingga mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi biaya. Metode: Penelitian ini menganalisis beberapa bahan pakan hijauan (tepung indigofera, rumput gajah dan jerami padi) menggunakan metode Weende dan modifikasinya yang dilakukan selama 7 hari. Uji akurasi dilakukan dengan rancangan acak lengkap dua ulangan dan analisis data dengan uji T. Selain itu, dilanjutkan uji validasi metode yang mencakup nilai perolehan kembali dan daya ulang. Hasil: Metode modifikasi analisis serat kasar menunjukkan tidak berbeda nyata dengan metode rujukan. Hasil validasi metode, nilai perolehan kembali perolehan kembali berkisar 99,60-100,58% dan uji presisi dengan koefisien variansi (CV) 0,38-0,74% yang memenuhi syarat CV Horwitz.  Kesimpulan: Modifikasi metode analisis serat kasar dengan penggunaan setengah jumlah pereaksi dan sampel tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan metode rujukan dan hasil dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hasil validasi menjadikannya metode yang layak untuk digunakan sebagai metode analisis dalam laboratorium.

Biografi Penulis

  • Nurbaya Udin, Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan-Indonesia

     

     
  • Windawati Alwi, Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Sulawesi Selatan-Indonesia

     

     

Referensi

Banakar, P. S., Kumar, A., Shashank, C. G., & Lakhani, N. (2018). Physically effective fibre in ruminant nutrition: A review. Article in Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 18(4), 303 – 308. https:www.researchgate.net/publication/349097299

Diana Boes. (2021). Verifikasi dan Validasi Metode Pengujian Mendukung Penerapan ISO / IEC 17025 : 2017 Universitas Samratulangi-Manado In House Training 25-26 Oktober 2021 Dra Diana Boes MM Mengapa Metode Harus Divalidasi ( Diverifikasi ). https://lppm.unsrat.ac.id/psbkkwallacea/wp-content/uploads/2021/10/UNSRAT-OKTOBER-2021-Verifikasi_Validasi-Metode_Diana.pdf.

Dumadi, E. H., Abdullah, L., & Sukria, H. A. (2021). Kualitas Hijauan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) Berbeda Tipe Pertumbuhan: Review kuantitatif. Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, 19(1), 6–13.

Fahey, G. C., Novotny, L., Layton, B., & Mertens, D. R. (2019). Critical factors in determining fiber content of feeds and foods and their ingredients. Journal of AOAC International, 102(1), 52–62. https://doi.org/10.5740/jaoacint.18-0067

FAO. (2011). Quality assurance for animal feed analysis laboratories. FAO Animal Production and Health Manual No. 14. In Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Faridah, D. N., Erawan, D., Sutriah, K., Hadi, A., & Budiantari, F. (2018). Implementasi SNI ISO/IEC 17025:2017 - Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. In Badan Standarisasi Nasional.

Ferreira, K. C., Bento, J. A. C., De Jesus, L. S., & Bassinelo, P. Z. (2018). Dietary Fibers: Analysis Methods. Científic@ - Multidisciplinary Journal, 5(3), 174–179. https://doi.org/10.29247/2358-260x.2018v5i3.p174-179

Ginindza, M., Mbatha.K.R, & Ng’ambi, J. (2022). Dietary Crude Fiber Levels for Optimal Productivity of Male. Animals, 1–12.

Hiraoka, H., Fukunaka, R., Ishikuro, E., Enishi, O., & Goto, T. (2012). Improvement and validation of the method to determine neutral detergent fiber in feed. Animal Science Journal, 83(10), 690–695. https://doi.org/10.1111/j.1740-0929.2012.01019.x

Juliasih, N. L. G. R., Hidayat, D., Pirdaus, P., & Rinawati, R. (2021). Verification of the Determination Method of Dissolved Metal Content using ICP-OES and Its Application for River Water in Bandar Lampung City. Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi, 24(1), 29–36. https://doi.org/10.14710/jksa.24.1.29-36

Mahmood, T., & Guo, Y. (2020). Dietary fiber and chicken microbiome interaction: Where will it lead to? Animal Nutrition, 6(1), 1–8. https://doi.org/10.1016/j.aninu.2019.11.004

Manika, D. (2022). Method Verification and Measurement of Uncertainty Estimation for the Proximate Analysis in Animal Feed-Single Laboratory Verification Protocol (Nordtest Approach). “Austin Journal of Analytical and Pharmaceutical Chemistry,” 9(3). https://doi.org/10.26420/austinjanalpharmchem.2022.1148

Marcinkowska, R., Namieśnik, J., & Tobiszewski, M. (2019). Green and equitable analytical chemistry. Current Opinion in Green and Sustainable Chemistry, 19, 19–23. https://doi.org/10.1016/j.cogsc.2019.04.003

Möller, J. (2014). Comparing methods for fibre determination in food and feed. Foss, 1, 1–6.

Suharlina, S., & Sanusi, I. (2020). Kualitas Nutrisi Hijauan Indigofera zollingeriana Yang Diberi Pupuk Hayati Fungi Mikoriza Arbuskula. Jurnal Pertanian Terpadu, 8(1), 52–61. https://doi.org/10.36084/jpt..v8i1.219

Syafiyullah, R., Kumalasari, N. R., & Abdullah, L. (2021). Produksi Dan Kualitas Jerami Padi Sumber Hijauan Pakan Dengan Waktu Panen Dan Dosis Pupuk Berbeda. Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, 19(3), 85–89. https://doi.org/10.29244/jintp.19.3.85-89

Yanuartono, Y., Purnamaningsih, H., Indarjulianto, S., & Nururrozi, A. (2017). Potensi jerami sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(1), 40–62. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2017.027.01.05

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-01

Terbitan

Bagian

Research Report

Cara Mengutip

Evaluasi Modifikasi Metode Analisis Serat Kasar Bahan Pakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Politeknik Pertanian Negeri Pangkep: Evaluation of Modified Methods for Analyzing Crude Fiber in Feed at Animal Nutrition Laboratory of Pangkep State Polytechnic of Agriculture. (2026). Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 29(1), 61-68. https://doi.org/10.22437/jiiip.v29i1.37592