HUBUNGAN PEMERIKSAAN DARAH TEPI , SEROLOGIS DAN KLINIS SEBAGAI FAKTOR RESIKO TERJADINYA SYOK DEMAM BERDARAH DENGUE PADA BAYI DAN ANAK

  • irawan anasta putra
  • ahmad Syauqy
  • hasna dewi

Abstract

Abstract


Predicting DHF patients that will continue causing Shock or Recurrent Shock is not easy. Based on several studies it appears that examination of peripheral blood, serology, and clinical features into several factors to predict dengue hemorrhagic shock in infants and children. In Jambi there has never been any research related to it. Therefore it is necessary to do research on "Relationship of Blood Pressure, Serologic and Clinical Symptoms as Risk Factors of Shampoo Dengue Fever Shock in Infants and Children."


This study was an observational analytical study conducted at Mayang Medical Center Hospital Jambi with a sample of all dengue hemorrhagic patients from January to November 2016. All samples were seen as peripheral blood examination result, serological examination result, and patient clinical picture to be analyzed statistically Chisquare associated with the occurrence of Dengue Hemorrhagic Shock.


Characteristics of 70 respondents by sex had a balanced portion between men and women (50%), by age, the number of respondents was 5-10 years old (48.57%), based on clinical symptoms, who bleeded only 27, 14%, stomach tension 47.14%, 88.57% abdominal pain, and 40% decrease in awareness. Based on the results of peripheral blood examination, respondents had Hb values ​​of at most 12-14 g / dL (57.14%), platelets at most 51,000-100.000 / mm3 (25.71%) and hematocrit at most ≤42% (75.71 %). For serologic examination of NS1 Ag, generally showed positive results (60%). Based on statistical analysis of the relationship between clinical symptoms (bleeding, stomach tension, abdominal pain, and decreased consciousness), blood test results (Hb, platelets, Ht) and serologic examination of NS1 Ag with shocks in pediatric and infant patients with dengue hemorrhagic fever Gives result p value <0,05.


Conclusion: There is a significant relationship between clinical symptoms, blood test results and serologic examination of NS1 Ag with shock occurrence in pediatric and infant patients with dengue hemorrhagic fever.


Keywords: peripheral blood, clinical symptoms, serologic, dengue fever


 


Abstrak


Memprediksi pasien DBD yang akan berlanjut sehingga menimbulkan Syok atau Syok berulang tidaklah mudah. Berdasarkan beberapa penelitian tampak bahwa pemeriksaan gambaran darah tepi, serologi, dan gambaran klinis menjadi beberapa faktor untuk meprediksi  terjadinya syok demam berdarah dengue pada bayi dan anak. Di Jambi belum pernah dilakukan penelitian terkait hal tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai “Hubungan Pemeriksaan Darah Tepi, Serologis dan gejala klinis Sebagai Faktor Resiko Terjadinya Syok Demam Berdarah Dengue Pada Bayi dan Anak.”


Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang dilakukan di Rumah Sakit Mayang Medical Center Jambi dengan sampel seluruh pasien demam berdarah dengue periode Januari-November 2016. Seluruh sampel dilihat hasil pemeriksaan darah tepi, hasil pemeriksaan serologis, dan gambaran klinis pasien untuk kemudian dilakukan analisa secara statistik chisquare terkait hubungannya dengan terjadinya Syok Demam Berdarah Dengue.


Karaktersitik 70 reponden berdasarkan jenis kelamin memiliki porsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan (50%), berdasarkan usia, jumlah responden paling banyak berusia 5-10 tahun (48,57%), berdasarkan gejala klinis, yang mengalami perdarahan hanya 27,14%, perut tegang 47,14%, nyeri perut 88,57%, dan penurunan kesadaran 40%. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah tepi, responden memiliki nilai Hb paling banyak 12-14 g/dL (57,14%), trombosit paling banyak 51.000-100.000/mm3 (25,71%) dan hematokrit paling banyak ≤42% (75,71%). Untuk pemeriksaan serologi NS1 Ag, umumnya menunjukkan hasil positif (60%). Berdasarkan analisis statistik terkait hubungan antara gejala klinis (perdarahan, perut tegang, nyeri perut, dan penurunan kesadaran), hasil pemeriksaan darah (Hb, trombosit, Ht) dan pemeriksaan serologi NS1 Ag dengan terjadinya syok pada pasien anak dan bayi yang menderita demam berdarah dengue memberikan hasil p value<0,05.


Kesimpulan: ada hubungan yang bermakna antara gejala klinis, hasil pemeriksaan darah dan pemeriksaan serologi NS1 Ag dengan terjadinya syok pada pasien anak dan bayi yang menderita demam berdarah dengue.


Kata Kunci:     darah tepi, gejala klinis, serologis, demam berdarah dengu

Published
2017-08-23
How to Cite
PUTRA, irawan anasta; SYAUQY, ahmad; DEWI, hasna. HUBUNGAN PEMERIKSAAN DARAH TEPI , SEROLOGIS DAN KLINIS SEBAGAI FAKTOR RESIKO TERJADINYA SYOK DEMAM BERDARAH DENGUE PADA BAYI DAN ANAK. JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan", [S.l.], v. 5, n. 1, p. 14-28, aug. 2017. ISSN 2339-269X. Available at: <https://online-journal.unja.ac.id/index.php/kedokteran/article/view/3669>. Date accessed: 20 nov. 2017.