• herlambang herlambang FKIK UNJA



Antiphospholipid antibody syndrome is disorder of coagulation characterize with vascular thrombosis associated with increase of antiphospholipid (aPL) antibody such as anticardiolipin (aCL) antibodies, lupus anticoagulant (LA), and anti-beta 2 glycoprotein I antibody.

Management of with antiphospholipid antibody syndrome basicly consists of  management and pregnancy (antenatal care), labour, and puerpurium. The  aim of the management is to monitor the risk of thrombosis,  inadequate uteroplacenter circulation, and decide the perfect timing for delivery. The rational therapy given is both preventive and curative with anticoagulant and antiplatelet agent. The new paradigm in management of antiphospholipid antibody syndrome is treatment with intravena immunoglobulin to decrease aCL and LA.


Keyword: Pregnancy, Antiphospholipid syndrome



Sindroma antifosfolipid merupakan suatu kelainan sistem pembekuan darah yang ditandai dengan trombosis vaskuler yang dihubungkan dengan peningkatan antibodi antifosfolipid (aPL) yaitu antibodi antikardiolipin (aCL), antikoagulan lupus (LA) dan antibodi anti-beta 2 glikoproteinI.

Penatalaksanaan kehamilan dengan sindroma antifosfolipid pada dasarnya terdiri atas penatalaksanaan dalam kehamilan (pemeriksaan antenatal), persalinan dan masa nifas dengan tujuan pemantauan pada risiko trombosis, gangguan sirkulasi uteroplasenter dan penentuan saat persalinan yang adekuat. Terapi rasional yang diberikan adalah terapi preventif dan kuratif dengan pemberian antikoagulan dan antiagregasi trombosit. Paradigma baru dalam penatalaksanaan sindroma antifosfolipid adalah dengan pemberian terapi imunoglobulin intravena yang bertujuan menurunkan kadar antibodi antikardiolipid dan antikoagulan lupus.


Kata kunci: Kehamilan, Sindroma  antifosfolipid


Download data is not yet available.