Pembentukan Aktor Pemula Melalui Program Praktisi Mengajar Pada Program Studi PBSI Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22437/jcs.v5i1.57754

Kata Kunci:

aktor pemula, latihan dasar, praktisi mengajar, produksi pentas, teater pendidikan

Abstrak

Pembelajaran mata kuliah Produksi Pentas di Program Studi PBSI Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa menghadapi tantangan dalam membentuk kesiapan mahasiswa sebagai aktor pemula, khususnya dalam mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan praktik keaktoran. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pembentukan aktor pemula melalui penggabungan latihan dasar dan persiapan pertunjukan dalam kerangka Program Praktisi Mengajar. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menempatkan peneliti sebagai instrumen utama untuk menangkap dinamika pembelajaran secara holistik melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa kelas Produksi Pentas dan dosen pengampu, dengan data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara fase training (olah tubuh, olah vokal, olah rasa) dan fase rehearsal (reading text, cut-to-cut, run through) secara signifikan membangun kesiapan performatif mahasiswa. Kehadiran praktisi memperkuat proses ini dengan menghadirkan metode kerja teater profesional yang berdampak pada peningkatan kedisiplinan, kemampuan kolaboratif, dan pemahaman mahasiswa tentang ekosistem produksi teater yang kompleks. Kesimpulannya, model integratif antara latihan dasar dan persiapan pertunjukan dalam Program Praktisi Mengajar efektif membentuk aktor pemula yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memiliki kesadaran kolektif dan karakter yang kuat, serta menawarkan kontribusi signifikan bagi pengembangan kurikulum pendidikan seni pertunjukan di perguruan tinggi.

Referensi

Alfianti, D., Mangkurat, U. L., & Author, C. (2022). Tinjauan Performance Measurement pada Pengelolaan Produksi Pementasan Teater. Imaji, 21(1), 81–94.

Alfirdaus, M. M. (2023). Pembelajaran Pemeranan untuk Pemula dengan Menggunakan Teknik KILPOI. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 6(1), 86–92. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/geter.v6n1.p86-92

Arisyanto, P., & Budiman, M. A. (2023). Pelaksanaan Program Praktisi Mengajar pada Mata Kuliah Seni Tari dan Drama di Prodi PGSD UPGRIS. Seminar Pendidikan Nasional (SENDIKA).

Atabay, A. (2025). The Natural Component in the Training of the Puppeteer-Actor. Concept, 31(2), 93–112.

Barba, E., & Savarese, N. (2003). A Dictionary of Theatre Anthropology: The Secret Art of the Performer. Routledge.

Clare, Y. (2016). Stanislavsky’s System as an Enactive Guide to Embodied Cognition? Connection Science, 29(1), 43–63. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/09540091.2016.1271397

Daroy, A. (2025). From Stanislavsky’s System to Ecosystem: Biophilic Pattern Analysis as Eco-Cognitive Performance Practice. Stanislavski Studies, 13(1), 17–37. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/20567790.2025.2461511

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The Sage Handbook of Qualitative Research: Fifth Edition. Sage Publications.

Dharma, B., & Sutardi, E. (2025). Beyond the Role: A Body-Based Approach to Acting, Imagination, and Inner Motives in Actor Training: Melampaui Peran: Pendekatan Keaktoran Berbasis Tubuh, Imajinasi, dan Motif Batin dalam Pelatihan Aktor. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 8(2), 36–45. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/geter.v8n2.p36-45

Irianto, I. S., Gustyawan, T., & Handayani, L. (2023). Implementation of Vocal Training Methods from the Stanislavski System in the Kanti Becakap. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 7(1), 160–171.

Iswantara, N. (2016). Drama: Teori dan Praktik Seni Peran. Media Kreatifa.

Kozma, G. V. (2022). Actor Training as a Method of Directors. Training in Context of the Odin Teatret’s Creative Work and Higher Education. Studia Universitatis Babes-Bolyai-Dramatica, 67(2), 29–45.

Li, D., & Zhu, L. (2026). Integrating Gestalt Therapeutic Techniques Enhances Character Portrayal in Undergraduate Acting Students. Frontiers in Psychology, 17, 1697077. https://doi.org/https://doi.org/10.3389/fpsyg.2026.1697077

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Muslim, M., Damayanti, E., & Diceng, D. (2022). Pelatihan Dasar Drama Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Buton. ,. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 1(4), 20–25.

Musolino, R. (2025). Embodiment, Hybridity, and Habit: the Stick as an Actor Training Tool. Theatre, Dance and Performance Training, 16(1), 65–81. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/19443927.2024.2444634

Pramasheilla, D. A. A. (2021). Upaya Guru Dalam Proses Kreatif Teater Anak Usia Tk Di Art for Children Yogyakarta. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 5(2), 174. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i2.28175

Rahman, A., Mawar, M., Bariyah, O. N., & Setyaningrum, I. (2022). Sosialisasi Kebijakan Kampus Merdeka Program Praktisi Mengajar pada Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1248–1256.

Rumadi, H. (2016). Pemeranan Teater Mahasiswa Angkatan 2012 Pada Pembelajaran Teater: Studi Deskriptif Analitis. Akrab Juara: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 1(1), 120–134.

Santosa, E. (2008). Seni Teater Jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Stephen-Adesina, A. A. (2024). Lessac Kinesensic Training as an Embodied Learning Model in Undergraduate Actor Training: the Nigerian Example. International Journal of Current Research in the Humanities, 28(1), 302–315. https://doi.org/https://doi.org/10.4314/ijcrh.v28i1.21

Vanacova, S. A. A. (2025). Pembelajaran Kesenian Reog Wayang Berbasis Transgenerasional Pada Komunitas Kridha Beksa Lumaksana Mangiran, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Virkkula E. (2016). Communities of Practice in the Conservatory: Learning with a Professional Musician. British Journal of Music Education, 33(1), 27–42. https://doi.org/10.1017/S026505171500011X

Wahid, F. I. (2017). Proses Kreatif Berteater pada Mahasiswa dan Nilai Karakter yang Terbangun di Dalamnya. Jurnal Membaca Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(2), 119–126.

Walsh, K. (2018). ‘The Show Must Go On’: Amateur Musical Theatre as a Community of Practice. Cork Institute of Technology.

Warsana, D., & Pauhrizi, E. M. (2024). Integrasi Pendekatan Teater dalam Pembelajaran Seni Pemeranan Untuk Mahasiswa Film: Studi Kasus pada Metode Stanislavsky dan Games and Exercise. Dance and Theatre Review, 7(2), 70–87. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/dtr.v7i2.13905

Whitaker, N. (2016). Student-Created Musical as a Community of Practice: A Case Study. Music Education Research, 18(1), 57–73.

Wibisono, F. G., & Hidajad, A. (2018). Metode Pelatihan Keaktoran Pada Ekstrakurikuler Teater Dekik SMAN 1 Kraksaan. Solah, 8(1).

Wilyanti, L. S. & L. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Video Tutorial Materi Olah Vokal pada Mata Kuliah Drama. Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 10(1), 37–47.

Yekanians, S. (2019). “When You Cry You Really Cry ”: Playing with Actors ’ Emotions. Fusion Journal, 15(15), 154–163.

Alfianti, D., Mangkurat, U. L., & Author, C. (2022). Tinjauan Performance Measurement pada Pengelolaan Produksi Pementasan Teater. Imaji, 21(1), 81–94.

Alfirdaus, M. M. (2023). Pembelajaran Pemeranan untuk Pemula dengan Menggunakan Teknik KILPOI. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 6(1), 86–92. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/geter.v6n1.p86-92

Arisyanto, P., & Budiman, M. A. (2023). Pelaksanaan Program Praktisi Mengajar pada Mata Kuliah Seni Tari dan Drama di Prodi PGSD UPGRIS. Seminar Pendidikan Nasional (SENDIKA).

Atabay, A. (2025). The Natural Component in the Training of the Puppeteer-Actor. Concept, 31(2), 93–112.

Barba, E., & Savarese, N. (2003). A Dictionary of Theatre Anthropology: The Secret Art of the Performer. Routledge.

Clare, Y. (2016). Stanislavsky’s System as an Enactive Guide to Embodied Cognition? Connection Science, 29(1), 43–63. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/09540091.2016.1271397

Daroy, A. (2025). From Stanislavsky’s System to Ecosystem: Biophilic Pattern Analysis as Eco-Cognitive Performance Practice. Stanislavski Studies, 13(1), 17–37. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/20567790.2025.2461511

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The Sage Handbook of Qualitative Research: Fifth Edition. Sage Publications.

Dharma, B., & Sutardi, E. (2025). Beyond the Role: A Body-Based Approach to Acting, Imagination, and Inner Motives in Actor Training: Melampaui Peran: Pendekatan Keaktoran Berbasis Tubuh, Imajinasi, dan Motif Batin dalam Pelatihan Aktor. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 8(2), 36–45. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/geter.v8n2.p36-45

Irianto, I. S., Gustyawan, T., & Handayani, L. (2023). Implementation of Vocal Training Methods from the Stanislavski System in the Kanti Becakap. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 7(1), 160–171.

Iswantara, N. (2016). Drama: Teori dan Praktik Seni Peran. Media Kreatifa.

Kozma, G. V. (2022). Actor Training as a Method of Directors. Training in Context of the Odin Teatret’s Creative Work and Higher Education. Studia Universitatis Babes-Bolyai-Dramatica, 67(2), 29–45.

Li, D., & Zhu, L. (2026). Integrating Gestalt Therapeutic Techniques Enhances Character Portrayal in Undergraduate Acting Students. Frontiers in Psychology, 17, 1697077. https://doi.org/https://doi.org/10.3389/fpsyg.2026.1697077

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Muslim, M., Damayanti, E., & Diceng, D. (2022). Pelatihan Dasar Drama Pada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Buton. ,. Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri, 1(4), 20–25.

Musolino, R. (2025). Embodiment, Hybridity, and Habit: the Stick as an Actor Training Tool. Theatre, Dance and Performance Training, 16(1), 65–81. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/19443927.2024.2444634

Pramasheilla, D. A. A. (2021). Upaya Guru Dalam Proses Kreatif Teater Anak Usia Tk Di Art for Children Yogyakarta. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 5(2), 174. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i2.28175

Rahman, A., Mawar, M., Bariyah, O. N., & Setyaningrum, I. (2022). Sosialisasi Kebijakan Kampus Merdeka Program Praktisi Mengajar pada Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1248–1256.

Rumadi, H. (2016). Pemeranan Teater Mahasiswa Angkatan 2012 Pada Pembelajaran Teater: Studi Deskriptif Analitis. Akrab Juara: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 1(1), 120–134.

Santosa, E. (2008). Seni Teater Jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Stephen-Adesina, A. A. (2024). Lessac Kinesensic Training as an Embodied Learning Model in Undergraduate Actor Training: the Nigerian Example. International Journal of Current Research in the Humanities, 28(1), 302–315. https://doi.org/https://doi.org/10.4314/ijcrh.v28i1.21

Vanacova, S. A. A. (2025). Pembelajaran Kesenian Reog Wayang Berbasis Transgenerasional Pada Komunitas Kridha Beksa Lumaksana Mangiran, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Virkkula E. (2016). Communities of Practice in the Conservatory: Learning with a Professional Musician. British Journal of Music Education, 33(1), 27–42. https://doi.org/10.1017/S026505171500011X

Wahid, F. I. (2017). Proses Kreatif Berteater pada Mahasiswa dan Nilai Karakter yang Terbangun di Dalamnya. Jurnal Membaca Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(2), 119–126.

Walsh, K. (2018). ‘The Show Must Go On’: Amateur Musical Theatre as a Community of Practice. Cork Institute of Technology.

Warsana, D., & Pauhrizi, E. M. (2024). Integrasi Pendekatan Teater dalam Pembelajaran Seni Pemeranan Untuk Mahasiswa Film: Studi Kasus pada Metode Stanislavsky dan Games and Exercise. Dance and Theatre Review, 7(2), 70–87. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/dtr.v7i2.13905

Whitaker, N. (2016). Student-Created Musical as a Community of Practice: A Case Study. Music Education Research, 18(1), 57–73.

Wibisono, F. G., & Hidajad, A. (2018). Metode Pelatihan Keaktoran Pada Ekstrakurikuler Teater Dekik SMAN 1 Kraksaan. Solah, 8(1).

Wilyanti, L. S. & L. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Video Tutorial Materi Olah Vokal pada Mata Kuliah Drama. Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 10(1), 37–47.

Yekanians, S. (2019). “When You Cry You Really Cry ”: Playing with Actors ’ Emotions. Fusion Journal, 15(15), 154–163.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-09

Cara Mengutip

Pembentukan Aktor Pemula Melalui Program Praktisi Mengajar Pada Program Studi PBSI Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. (2026). Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 5(1), 37-52. https://doi.org/10.22437/jcs.v5i1.57754

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama