Estetika Sakral dalam Tari Bedhaya Ketawang sebagai Media Relasi Manusia dan Dunia Spiritual
DOI:
https://doi.org/10.22437/jcs.v5i1.56103Kata Kunci:
Estetika Sakral, Tari Bedhaya Ketawang, Systematic Literature ReviewAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika sakral dalam Tari Bedhaya Ketawang sebagai media relasi manusia dan dunia spiritual dalam budaya Jawa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan estetika Nusantara, spiritualitas Jawa, dan tari ritual tradisional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika sakral dalam Tari Bedhaya Ketawang tercermin melalui gerak tari yang lembut, lambat, dan harmonis serta simbol-simbol pertunjukan yang mengandung nilai spiritual. Tubuh penari berfungsi sebagai medium artistik sekaligus simbolik yang menghadirkan relasi manusia dengan dunia transendental. Unsur pertunjukan seperti pola lantai, jumlah penari, kostum, dan iringan gamelan membentuk pengalaman estetik dan spiritual dalam budaya Jawa. Dengan demikian, Tari Bedhaya Ketawang tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga representasi harmoni manusia dengan dunia spiritual.
Kata Kunci: estetika sakral, Bedhaya Ketawang, spiritualitas Jawa, seni tari
Referensi
Astuti, W., Nurkamto, J., Subiyantoro, S., & Rochsantiningsih, D. (2024). Exploring the potential development of digital modules for arts and culture learning based on local culture: A mixed-method study on Bedhaya Ketawang dance. Edelweiss Applied Science and Technology. https://doi.org/10.55214/25768484.v8i5.1986
Dharsono. (2007). Estetika. Rekayasa Sains.
Eliade, M. (1959). The sacred and the profane: The nature of religion. Harcourt Brace.
Endraswara, S. (2018). Metodologi penelitian kebudayaan. Gadjah Mada University Press.
Fitri, T. (2023). Bedhaya Ketawang: A yogic perspective on human function and expression as a means to comply with physical distancing. Jurnal Javanologi. https://doi.org/10.20961/javanologi.v4i2.67964
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Gronek, P., Gronek, J., Karpińska, A., Dobrzyńska, M. M., & Wycichowska, P. (2021). Is dance closer to physical activity or spirituality? A philosophical exploration. Journal of Religion and Health, 62, 1314–1323. https://doi.org/10.1007/s10943-021-01354-y
Habibi, R., & Manurung, A. G. R. (2023). SLR systematic literature review: Metode penilaian kinerja karyawan menggunakan human performance technology. Journal of Applied Computer Science and Technology. https://doi.org/10.52158/jacost.v4i2.511
Hadi, Y. S. (2005). Sosiologi tari: Sebuah pengenalan awal. Pustaka Book Publisher.
Irianto, I. S., Saaduddin, S., Susandro, S., & Putra, N. M. (2020). Recombination of Minangkabau traditional arts in Alam Takambang Jadi Batu by Komunitas Seni Nan Tumpah. Ekspresi Seni, 22(1), 85–99.
Merleau-Ponty, M. (1962). Phenomenology of perception. Routledge & Kegan Paul.
Milovats, J. V. (2022). Aesthetics of dance being: Spiritualization of the body. Filosofiya Referativnyi Zhurnal. https://doi.org/10.31249/rphil/2022.03.14
Murgiyanto, S. (2015). Pertunjukan budaya dan akal sehat. Fakultas Seni Pertunjukan IKJ.
Prabowo, A. (2021). Makna spiritual dalam Tari Bedhaya Ketawang di Keraton Surakarta. Jurnal Seni Nusantara, 9(2), 88–101.
Rahapsari, S. (2021). The quest of finding the self in the Bedhaya: Unravelling the psychological significance of the Javanese sacred dance. Culture & Psychology, 28(3), 413–432. https://doi.org/10.1177/1354067X211047441
Rahyono, F. X. (2009). Kearifan budaya dalam kata. Wedatama Widyasastra.
Rohidi, T. R. (2011). Metodologi penelitian seni. Cipta Prima Nusantara.
Sauer, P., & Seuring, S. (2023). How to conduct systematic literature reviews in management research: A guide in 6 steps and 14 decisions. Review of Managerial Science, 17, 1899–1933. https://doi.org/10.1007/s11846-023-00668-3
Setiawan, B. (2020). Estetika sakral dalam seni pertunjukan Jawa. Jurnal Kajian Budaya, 15(1), 34–47.
Smith, J. A. (2018). Sacred dance and spiritual symbolism in Javanese culture. International Journal of Cultural Studies, 11(3), 201–214.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Soedarsono, R. M. (1999). Seni pertunjukan Indonesia dan pariwisata. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Sumardjo, J. (2006). Estetika paradoks. Sunan Ambu Press.
Sutrisno, M. (2005). Teori-teori kebudayaan. Kanisius.
Swidler, L. (2021). Cosmic dance of dialogue! Studia Interkulturowe Akademii Ignatianum, 1(2), 240–255. https://doi.org/10.52510/sia.v1i2.17
Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine Publishing.
Van Dinter, R., Tekinerdogan, B., & Catal, C. (2021). Automation of systematic literature reviews: A systematic literature review. Information and Software Technology, 136, 106589. https://doi.org/10.1016/j.infsof.2021.106589
Widyastutieningrum, S. R. (2012). Sejarah tari Gambyong: Seni rakyat menuju istana. ISI Press.
Wigati, K. D., & Lukito, Y. (2021). Javanese cosmology as the source of sustainability: Analyzing the harmony of spatial organization in Javanese Joglo house and shadow puppet performance. The 5th International Tropical Renewable Energy Conference (The 5th iTREC). https://doi.org/10.1063/5.0064110
Yulianti, D. (2020). Simbolisme gerak dalam Tari Bedhaya Ketawang. Jurnal Kajian Seni, 7(1), 66–79.
Zafeiroudi, A. (2021). Intersections between modern and contemporary dance and yoga practice: A critical analysis of spiritual paths through body movement and choreography. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 10(4), 139–149. https://doi.org/10.36941/ajis-2021-0094
Zhang, J. (2024). The phenomenology of human existence movement: Worldliness, transcendence, and responsibility. Studies in East European Thought, 77, 463–479. https://doi.org/10.1007/s11212-024-09651-4
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Adela Sukma Ratnayu, Trisakti Trisakti

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Cerano Seni memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi Creative Commons yang digunakan.















