Transformasi Estetika Seni Tari Tradisional dalam Konteks Pertunjukan Modern: Antara Visualitas dan Makna
DOI:
https://doi.org/10.22437/jcs.v5i1.55594Kata Kunci:
transformasi estetika, tari tradisional, visualitas, makna, pertunjukan modernAbstrak
Penelitian ini adalah fenomena transformasi estetika seni tari tradisional Indonesia dalam konteks pertunjukan modern yang menuntut penguatan aspek visualitas, namun berpotensi menggeser makna kultural, spiritual, dan simbolik yang melekat pada tarian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk transformasi visualitas dalam pertunjukan tari tradisional modern, mendeskripsikan dampak transformasi visualitas terhadap makna tari tradisional, serta memetakan hubungan antara visualitas dan makna dalam praktik pertunjukan kontemporer. Metode penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan protokol PRISMA. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian literatur pada basis data Publish or Perish dan Google Scholar dengan kata kunci "Seni Tari Tradisional", "Traditional Dance", "Aesthetic Transformation", dan "Visual Perform" pada rentang tahun 2016-2026. Analisis data menggunakan tematik sintesis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi visualitas terjadi melalui pemadatan struktur gerak, inovasi kostum, hibriditas musik, dan representasi digital. Makna tari mengalami pergeseran dari fungsi sakral ke hiburan, reinterpretasi nilai gender, adaptasi nilai agama, hingga pemertahanan makna adat. Hubungan visualitas dan makna bersifat spektral: komplementer, kontradiktif, dan ambivalen. Simpulan penelitian ini adalah transformasi estetika merupakan mekanisme adaptif yang memungkinkan tari tradisional tetap relevan, dengan keberhasilan transformasi diukur dari sejauh mana esensi makna tetap dikenali dan diwariskan oleh komunitas pemilik budaya.
Referensi
Ali, M. K., Ali, A. M., Ali, F. F., Ali, R. I., & Hasanah, A. (2025). Transformasi Estetika dan Makna Magis Musik Sirompak: Studi Deskriptif terhadap Peran Gasiang Tangkurak dalam Karya Musik Tradisi Minangkabau. Ethics and Law Journal: Business and Notary (ELJBN), 3(2), 1-5. https://doi.org/10.61292/eljbn.266
Citrawati, A. A. I. A., Nurmalena, Oktavianus, & Hardi. (2025). Transformasi Seni Tari Tradisional dalam Konteks Modern: Studi Analisis Bentuk, Fungsi, dan Representasi Budaya. Journal of Authentic Research, 4(2), 2305-2319.
Citrawati, A. A. I. A., Oktavianus, O., Anas, M. A., Admiral, A., & Syofia, N. (2023). Eksplorasi dan Apresiasi di Era Digital: Platform Youtube Sebagai Media Bagi Mahasiswa Seni Tari. Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika Dan Informatika), 11(3), 279. https://doi.org/10.24036/voteteknika.v11i3.125198
Ediwar, E., Hanefi, H., Minawati, R., & Yulika, F. (2022). Saluang Dendang Sirompak dalam Tradisi Ritual Magis di Payakumbuh: Satuan Kajian Karakteristik Musikal. Jurnal Panggung, 32(2), 123-135. https://doi.org/10.26742/panggung.v32i2.1369
Firmansyah dkk. (1996). Pengantar Pendidikan. Semarang: IKIP Semarang Pres.
Hidayatullah, R., & Bulan, I. (2017). Transformasi Tari Bedana Tradisi Menjadi Tari Kreasi. AKSARA Jurnal Bahasa dan Sastra, 18(2), 178-191.
Irwansyah. (2020). Bentuk Penyajian dan Makna Gerak Tari Tradisional Rande di Kabupaten Sibolga. Gesture: Jurnal Seni Tari, 9(2), 174-186.
Khairani, P. (2016). Transformasi Tari Bungkus di Kabupaten Simeulue. Gesture: Jurnal Seni Tari, 5(1). https://doi.org/10.24114/senitari.v5i1.3609
Kiswanto. (2017). Transformasi Bentuk-Representasi dan Performativitas Gender dalam Seni Tradisi Topeng Ireng. Jurnal Kajian Seni, 3(2), 136-149.
Murgiyanto, S. (2010). Searching for the Contemporary in the Traditional: Contemporary Indonesian Dance in Southeast Asia. In J. McKenzie, H. Roms, & C. J. W.-L. Wee (Eds.), Contesting Performance (pp. 207-221). Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/9780230279421_13
Mustika. (2012). Deskripsi Tari Melinting. Bandar Lampung: Taman Budaya.
Oktavianus, O., Citrawati, A. A. I. A., Nurmalena, N., & Fakhrizal, H. (2024). Makna Simbolis dan Filosofi di Balik Gerakan Tari Tradisional Indonesia. AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(2), 760-772. https://doi.org/10.23960/aksara/v25i2.pp760-772
Ramadhanti, S., & Kumala, O. Y. (2022). Persepsi Masyarakat terhadap Pertunjukan Kompang pada Pesta Pernikahan di Kelurahan Beliung Kota Jambi. Besaung: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 7(2). https://doi.org/10.36982/jsdb.v7i2.2470
Sina, I. (2022). Saluang Sirompak: Alat Musik Tiup Tradisional di Minangkabau Terisolasi. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 24(1), 45-56. https://doi.org/10.24821/ekspresiseni.v24i1.196
Sudewi, N. N., Dana, I. W., & Arsana, I. N. C. (2015). Bentuk dan Konsep Estetik Musik Tradisional Bali. Jurnal Panggung, 25(1), 1-12.
Yulfianti, Y., Sondakh, S. I., & Yumni, A. (2024). Tafsir Digital Tari Betawi Topeng Tiga: Titik Temu Tradisi dan Modernitas. Beranda, 1(2), 1-15. https://doi.org/10.52969/beranda.v1i2.44
Irianto, I. S., SAADUDDIN, S., SUSANDRO, S., & PUTRA, N. M. (2020). Recombination of Minangkabau Traditional Arts in Alam Takambang Jadi Batu by Komunitas Seni Nan Tumpah. Ekpresi Seni, 22(1), 85-99.
Gill, S. D., & Dorsen, A. (2024). The Work of Art in the Age of Digital Commodification. TDR: The Drama Review, 68, 19 - 50. https://doi.org/10.1017/s1054204323000618
Kania, D., Arnidha, Y., & Wahyuni, E. (2023). Analisis Unsur-Unsur Etnomatematika Pada Gerak Tari Tradisional Bedana Lampung. Journal Of Elementary School Education (Jouese). https://doi.org/10.52657/jouese.v3i2.2475
Saputra, A., & Nugraheni, T. (2020). Men’s Role in Bedana Dance in Negeri Olok Gading, Bandar Lampung, Lampung Province. Proceedings of the 2nd International Conference on Arts and Design Education (ICADE 2019). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200321.004
Marpaung, R. R. T., Priadi, M. A., Amalia, N. R., Yolida, B., Meriza, N., Maulina, D., Kinasih, M. E., Priyambodo, P., & Hasniza, N. (2025). Integrating Coastal Lampung’s Bedana Dance into an Interactive Digital Module to Enhance Students’ Biological Literacy. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi. https://doi.org/10.24042/biosfer.v16i2.29307
Sofia, A. (2014). PERUBAHAN BENTUK TARI PENYAJIAN TARI BEDANA BANDAR LAMPUNG. Greget. https://doi.org/10.33153/grt.v13i1.531
Irwansyah, I. (2020). Bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional rande di Kabupaten Sibolga. Gesture: Jurnal Seni Tari, 9(2), 174. https://doi.org/10.24114/senitari.v9i2.19828
Chandra, D., Alfalah, A., & Sriyanto, S. (2023). Manyampai Perwujudan Musik Sirompak di Nagari Taeh Baruah Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Musik Etnik Nusantara. https://doi.org/10.26887/jmen.v3i2.4068
Ikhwan, N. (2015). SPIRITUALITY OF SALUANG SIROMPAK MUSIC IN TAEH BARUAH COMMUNITY, MINANGKABAU. E-Journal of Cultural Studies, 7.
Putri, R. Y., Bahar, M., & Ramadhanti, S. (2024). Apresiasi generasi muda terhadap tari anggut sebagai tari tradisional dalam upacara adat pernikahan dan pergelaran seni di Kelurahan Tengah Kota Jambi. Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 3(01), [8-19]. https://doi.org/10.22437/jcs.v3i01.35733
Brignardello‐Petersen, R., Santesso, N., & Guyatt, G. H. (2024). Systematic reviews of the literature: an introduction to current methods. American Journal of Epidemiology, 194, 536 - 542. https://doi.org/10.1093/aje/kwae232
Mao, Y., Liu, Q., & Zhang, Y. (2024). Sentiment analysis methods, applications, and challenges: A systematic literature review. J. King Saud Univ. Comput. Inf. Sci., 36, 102048. https://doi.org/10.1016/j.jksuci.2024.102048
Kennedy, M. R., & Brancolini, K. R. (2018). Academic Librarian Research: An Update to a Survey of Attitudes, Involvement, and Perceived Capabilities. Coll. Res. Libr., 79, 822-851. https://doi.org/10.5860/crl.79.6.822
Jimenez, S. A., Berbegal-Mirabent, J., & De La Torre, R. (2024). How do university libraries contribute to the research process?. The Journal of Academic Librarianship. https://doi.org/10.1016/j.acalib.2024.102930
Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., & Altman, D. (2009). Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses: The PRISMA Statement. PLoS Medicine, 6. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000097
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Namira Allegra Wibisono

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Cerano Seni memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi Creative Commons yang digunakan.















