Bentuk Penyajian Tarian Kuntau Pada Acara Pernikahan Di Desa Bajo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo
DOI:
https://doi.org/10.22437/jcs.v4i2.45054Kata Kunci:
Kuntau, Pernikahan Adat, Suku BajoAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Kuntau pada acara pernikahan di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Latar belakang penelitian didasari oleh memudarnya tradisi tari Kuntau yang hanya ditarikan oleh tiga penari lanjut usia, padahal tarian ini memiliki makna perlindungan dan nilai sakral dalam prosesi adat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pelaku Kuntau, serta dokumentasi foto dan video. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi, display, dan verifikasi data untuk menghasilkan deskripsi komprehensif. Temuan utama menunjukkan bahwa penyajian tari Kuntau melibatkan dua ragam gerak (langkah 1 dan langkah 2), tata busana modern (kemeja batik, celana kain, kopiah), tata rias natural, pola lantai linier, serta iringan musik tradisional (gendang dan gong). Pertunjukan dimulai dengan salam pembuka, berjalan mengawal rombongan pengantin pria, dan berakhir tiga meter dari pintu rumah mempelai wanita. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa tari Kuntau merupakan seni pertunjukan tradisional Suku Bajo yang bertransformasi dari bela diri sakral menjadi atraksi budaya pada prosesi pernikahan dan perlu dilestarikan melalui pelatihan generasi muda, dokumentasi, dan pengembangan pariwisata budaya.
Referensi
Asipi, L. S., Rosalina, U., & Nopiyadi, D. (2022). The Analysis of Reading Habits Using Miles and Huberman Interactive Model to Empower Students’ Literacy at IPB Cirebon. International Journal of Education and Humanities, 2(3), 117–125. https://doi.org/10.58557/ijeh.v2i3.98
Chandra, D., & Birowo, P. (2023). Resepsi Penonton Terhadap Pertunjukan Teater Termediasi Pandemi Produksi Teater Koma. Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 6(2), 149–164.
Damayanti, A., Delima, I. D., & Suseno, A. (2023). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Informasi dan Publikasi (Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun Instagram @rumahkimkotatangerang). Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 6(1), 173–190. https://doi.org/10.24076/pikma.v6i1.1308
Dewi, A. P. (2016). Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali (Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata). Panggung, 26(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v26i3.187
Gazali, M., Iskandar, & Dusu, F. (2022). Tradisi Perkawinan Masyarakat Bajo di Desa Sagu Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Timur. Jurnal Al-Mizan, 9(2). https://doi.org/10.54621/jiam.v9i2.444
Hasanadi, H. (2019). SENI DENDANG BENGKULU SELATAN. JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA, 4(2). https://doi.org/10.36424/jpsb.v4i2.63
Intan Veronica, D., Fasa, M. I., & Suharto. (2022). PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM PERSEPEKTIF EKONOMI ISLAM. Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah, 9(2). https://doi.org/10.53429/jdes.v9i2.391
Irianto, I. S., Saaduddin, S., Susandro, S., & Medya Putra, N. (2020). Recombination of Minangkabau Traditional Arts in Alam Takambang Jadi Batu by Komunitas Seni Nan Tumpah. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 22(1), 85–99. http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
Izza, L. S. (2023). PEMBENTUKAN DAN PENCARIAN IDENTITAS BUDAYA INDONESIA. Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Sejarah, 2(1). https://doi.org/10.22437/krinok.v2i1.24465
Kusumastuti, S. N. (2019). Seni Pertunjukan Nusantara: Tantangan dan Peluang Memasuki Era Industri 4.0. In Prociding Seminar Nasional: Seni Pertunjukan Nusantara Peluang dan Tantangan : Memasuki Era Revolusi Industri 4.0.
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1).
Lubis, B., Yoesoef, M., & Pudentia. (2023). PEWARISAN TRADISI LISAN PERTUNJUKAN SENI DENDANG MASYARAKAT SERAWAI BENGKULU. Jurnal Ilmiah KORPUS, 7(1). https://doi.org/10.33369/jik.v7i1.27943
Mangerang, F. (2021). Pernikahan Dini Suku Bajo di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai. Jurnal Basicedu, 6(1). https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.1857
Matossian, V., & Gehlhaar, R. (2015). Human instruments: Accessible musical instruments for people with varied physical ability. Annual Review of CyberTherapy and Telemedicine, 13. https://doi.org/10.3233/978-1-61499-595-1-202
Monica, N. D., Gazali, R. Y., & Jabar, H. Abdul. (2021). Eksplorasi Etnomatematika Pada Seni Bela Diri Kuntau Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Mipat, 1.
Nurjatisari, T., Sukmayadi, Y., & Nugraheni, T. (2023). Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Kemasan Pertunjukan Seni pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4836
Peredaryenko, M. S., & Krauss, S. E. (2013). Calibrating the human instrument: Understanding the interviewing experience of novice qualitative researchers. Qualitative Report, 18(43). https://doi.org/10.46743/2160-3715/2013.1449
Prastantri, A. S., Novianti, E., & Romli, R. (2018). IDENTITAS SEKOLAH CINTA BUDAYA BANGSA INDONESIA PADA SEKOLAH CAKRA BUANA. PRofesi Humas: Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.24198/prh.v2i1.11977
Rahman, D., & Kurniawati, D. (2021). PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UMKM (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA DISTRO DI KABUPATEN SUMENEP). Wacana Equiliberium (Jurnal Pemikiran Penelitian Ekonomi), 9(02), 112–122. https://doi.org/10.31102/equilibrium.9.02.112-122
Ruswinarsih, S., Apriati, Y., & Malihah, E. (2023). Penguatan Karakter Melalui Seni Bela Diri Pencak Silat Kuntau Pada Masyarakat Kalimantan Selatan, Indonesia. PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 5(01). https://doi.org/10.20527/pn.v5i01.7571
Setyoko, A., Pratama, Z. W., & Rahman, P. (2023). GENDANG AGONG DALAM PERTUNJUKAN KUNTAU DI KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR. Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran Dan Kajian Tentang Bunyi, 23(1). https://doi.org/10.33153/keteg.v23i1.4960
Sudarsana, I. M., Dwi Dirgantini, A. A., & Darmayasa, I. B. (2020). TARI BARIS KEKUPU DALAM UPACARA MAMUKUR DI BANJAR LEBAH DESA ADAT SUMERTA KAJA DENPASAR. WIDYANATYA, 2(01). https://doi.org/10.32795/widyanatya.v2i01.630
Susandro, S., & Irianto, I. S. (2022). PERAN PENONTON ATAS PERTUNJUKAN TEATER “RUMAH JANTAN” KARYA/SUTRADARA SYUHENDRI. Jurnal Cerano Seni : Pengkajian Dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 1(01), 15–25. https://doi.org/10.22437/cs.v1i01.18688
Susila, I. W. (2018). Teknik pengambilan sampel purposive. Jurnal Alfabeta, 1.
Sy, H. S., M, H., & Riswani, R. (2019). Guna dan Fungsi Tari Bedana bagi Masyarakat Etnis Arab Melayu Jambi. INVENSI, 4(1). https://doi.org/10.24821/invensi.v4i1.2665
Sya, M., Marta, R. F., & Hadi, I. P. (2020). REFLEKSI PLURALISME MELALUI FILM ANIMASI SI ENTONG SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA INDONESIA. Jurnal Riset Komunikasi, 3(1). https://doi.org/10.24329/jurkom.v3i1.102
Syarif, E. B., & Sumardjo, J. (2021). Pengantar Studi Seni Rupa. In Penerbit Deepublish.
Tjahyadi, I. (2021). Representasi Probolinggo dalam Seni Pertunjukan Musik Patrol Kelabang Songo. PROMUSIKA, 8(2). https://doi.org/10.24821/promusika.v1i2.4585
Trixie, A. A. (2020). FILOSOFI MOTIF BATIK SEBAGAI IDENTITAS BANGSA INDONESIA. Folio, 1(1). https://doi.org/10.37715/folio.v1i1.1380
Utari, D. (2020). Kemampuan Peserta Didik Dalam Pengembangan Gerak Tari Bedana Di Sanggar Seni Setiwang Lampung Barat. Thesis.
Yuliani, W. (2018). METODE PENELITIAN DESKRIPTIF KUALITATIF DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v2i2p83-91.1641
Yustika, M. (2017). Bentuk Penyajian Tari Bedana di Sanggar Siakh Budaya Desa Terbaya Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus Lampung. Jurnal Seni Tari, 7(1).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fayza Inarsha Mezak, Riana Diah Sitharesmi, Trubus Semiaji

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Cerano Seni memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi Creative Commons yang digunakan.















