Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure terhadap Gerak Tari Adok di Nagari Paninggahan

Indonesia

Penulis

  • Puti Intan Danera Chani Institut Seni Indonesia Padangpanjang image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.22437/jcs.v4i1.36244

Kata Kunci:

Tari Adok, Semiotika, Ferdinan De Saussure

Abstrak

Tari Adok pada dasarnya bukan sebuah tari melainkan pertunjukan seni yang mengandung cerita yang divisualisasikan melalui gerak dan ekspresi penari. Tari Adok menceritakan tentang perebutan seorang bidadari yang diperebutkan oleh dua raja yang memiliki dua sifat yang berbeda satu bijaksana dan satu lagi serakah. Tari ini memiliki makna simbolis yang berfungsi sebagai hiburan serta media untuk menyampaikan pesan yang dibuat oleh penanda. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna yang terkandung dalam gerak tari  Adok yang dianalisis menggunakan teori semiotika Ferdinan De Saussure yang membahas gambar gerak Tari Adok (tanda), satu ragam gerak Tari Adok (objek), makna yang terkandung dalam satu ragam gerak Tari Adok (interpreter). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Sugiono yang mengatakan instrumen adalah alat untuk melihat proses fenomena pada gerak tari Adok di Nagari Paninggahan. Hasil pada penelitian ini ada lima ragam gerak dan tiga sub ragam gerak lalu pada ragam gerak buang aiah dapat dikatakan sintagmatis gerak buang aiah lalu paradigmatis pada gerak tersebut rantak japuik, rantak ciek, rantak duo. Berbicara dengan pertunjukan Tari Adok yang menjadi penanda pada Tari Adok adalah gerak Tari Adok dan yang menjadi petanda adalah makna dari gerak Tari Adok itu sendiri.

Referensi

Agusta, I. (2003). Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Kualitatif. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi. Litbang Pertanian, Bogor, 27(10), 179–188.

Anisa, S. N. (2023). Legenda Alam Gaib. 1(1).

Asha. (2019). Pengertian Legenda Adalah: Jenis, Ciri, Contoh Para Ahli. Materi Bindo.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th Edition). CA: Sage Publications.

Creswell, J. W. (2016). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.

Danesi, M. (2012). Pesan, Tanda dan Makna. Jala Sutra.

Darmalaksana, W. (2020). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Fadhallah, R. A. (2021). Wawancara. UNJ Press.

Fanani, F. (2013). Semiotika Strukturalisme Saussure. Jurnal The Messenger, 5(1), 10–15.

Hartati, H., Martion, M., & Bahar, M. (2017). Tari Adok Masyarakat Paninggahan Kabupaten Solok Sebagai Seni Ekspresif Budaya Minangkabau Dalam Konteks Industri Kreatif. Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(1). https://garuda.kemdikbud.go.id/docu ments/detail/1853081

Hendra, D. F. (2017). Estetika Sendratari Adok Di Kanagarian Paninggahan Kabupaten Solok Sumatera Barat. JPKS (Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni), 2(1).

Irianto, I. S., Gustyawan, T., & Handayani, L. (2023). Implementation of Vocal Training Methods from the Stanislavski System in the Kanti Becakap. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 7(1), 160–171.

Iswari, F. M. (2015). Representasi Pesan Lingkungan dalam Lirik Lagu Surat Untuk Tuhan Karya Group Musik “Kapital” (Analisis Semiotika). EJournal Ilmu Komunikasi, 2(1), 254–268.

Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.

Kasman, S., Marh, F., & Saaduddin, S. (2020). Peranan Kesenian Adok Sebagai Sarana Pendidikan Estetika Pada Masyarakat di Korong Ubun-Ubun. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 21(3), 173–189.

Martiara, R., & Astuti, B. (2018). Analisis Struktural Sebuah Metode Penelitian Tari. Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Narbuko, Cholid dan Achmadi, A. (2015). Metodologi Penelitian. PT. Bumi Aksara.

Nilamsari, N. (2014). Memahami Studi Dokumen dalam Penelitian Kualitatif. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 13(2), 177–181.

Noor, M. (2015). Memotret Data Kualitatif (Untuk Skripsi, Tesis, Disertasi). CV. Duta Nusindo Semarang.

Nursyam, Y. (2013). Estetika Tari Illau Simagek Aurduri Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Bercadik Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 1(1), 1–14. https://garuda.kemdikbud.go.id/document s/detail/2581922

Piliang, Y. A. (2004). Semiotika Teks: Sebuah Pendekatan Analisis Teks. Mediator: Jurnal Komunikasi, 5(2), 189–198.

Piri, Tirza Benedicta. Pramasheilla, Dinda Assalia Avero. Gustyawan, Tofan Gustyawan. Irianto, I. S. (2024). Semiotic Community Perspectives on Offerings in Traditional Jathilan Performances in Yogyakarta: A Semiotic Study. Creativity and Research Theatre Journal (CARTJ), 6(2), 19–27.

Pramasheilla, D. A. A. (2021). Penerapan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Pertunjukan Kethoprak Ringkes. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 1(2), 16–23. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v1i2.5536

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40.

Sahid, N. (2004). Semiotika Teater. LPM ISI Yogyakarta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumaryono, Suanda, E. (2006). Tari Tontonan. Lembaga.

Utami, Y. H. S., Sahrul, S., & Minawati, R. (2019). Tubuh Sebagai Dialektika Peristiwa dalam Pertunjukan Kamar Mandi Kita Karya Yusril Katil Ditinjau dari Simiotika. Melayu Arts and Performance Journal, 2(1), 124–136.

Yarlis, Risnawati, Rovylendes, A. (2016). Kreatifitas Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas dan Melestarikan Tari Adok Pada Masyarakat Solok Sumatra Barat Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta. Seminar Nasional: Seni Teknologi Dan Masyarakat, 262. https://garuda.kemdikbud.go.id/docum ents/detail/1277583

Diterbitkan

2025-07-31

Cara Mengutip

Analisis Semiotika Ferdinan De Saussure terhadap Gerak Tari Adok di Nagari Paninggahan: Indonesia . (2025). Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 4(1), 39-47. https://doi.org/10.22437/jcs.v4i1.36244