Analisis Semiotika Saussure pada Gerak Tari Ngayun Luci Desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci Provinsi Jambi

Penulis

  • Anggi Sukma Yunni Foresti Institut Seni Indonesia Padangpanjang image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.22437/jcs.v4i1.36241

Kata Kunci:

Semiotika Saussure, Tari Ngayun Luci

Abstrak

Tulisan ini membahas tanda dan petanda yang terdapat dalam gerak tari Ngayun Luci asal desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Tari ini hadir dalam rangkaian ritual adat Ngayun Luci yang diyakini masyarakat setempat dapat memberikan kesuburan tanah dan hasil panen yang baik. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa gerak-gerak yang hadir dalam tari Ngayun Luci dimaknai sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Melalui pemujaan terhadap arwah leluhur yang telah merawat tanaman padi mereka. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan teori semiotika yang diusung oleh Ferdinand De Saussure mengenai tanda dan petanda, sebagai pisau pembedahnya.

 

Kata Kunci: Semiotika Saussure, Penanda-Petanda, tari Ngayun Luci, Gerak.

Referensi

Argananto, S. (2021). “Bentuk Tari Pasihan Asmara Hastungkara Karya Slamet.” Institut Seni Indonesia Surakarta.

Azwar, S. (1998). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar.

Bakar, A. L. A. (2006). Aplikasi Teori Semiotika dalam Seni Pertunjukan. Etnomusikologi, 2(1), 45–51.

Basri, S., & Sari, E. (2019). Tari Remo (Ngremong): Sebuah Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Tentang Makna Denotasi Dan Konotasi Dalam Tari Remo (Ngremong). GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 2(1), 55–69.

Desweri, R. (2004). “Tari Ngayun Luci di Desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci Provinsi Jambi.” Institut Seni Indonesia Padangpanjang.

Fanani, F. (2013). Semiotika Strukturalisme Saussure. Jurnal The Messenger, 5(1), 10–15.

Fitriasari, R. P. D. (2012). Ritual sebagai Media Transmisi Kreativitas Seni di Lereng Gunung Merbabu. Jurnal Kawistara, 2(1), 25–35. https://doi.org/10.22146/kawistara.3933

Ghazali, A. M. (2011). Antropologi Agama: Upaya Memahami Keragaman Kepercayaan, Keyakinan, dan Agama. Alfabeta.

Hamzah. (2021). Kajian Pustaka. In Mahir Menguasai PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dalam 20 Hari. CV Adanu Abimata.

Irianto, I. S., Gustyawan, T., & Handayani, L. (2023). Implementation of Vocal Training Methods from the Stanislavski System in the Kanti Becakap. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 7(1), 160–171.

Iswari, F. M. (2015). Representasi Pesan Lingkungan dalam Lirik Lagu Surat Untuk Tuhan Karya Group Musik “Kapital” (Analisis Semiotika). EJournal Ilmu Komunikasi, 2(1), 254–268.

Kasmawati, K., Amsi, N. A. N., & Kaimen, E. A. K. E. A. (2019). Analisi Semiotik Tarian Bulan Terang Desa Rajawali Banda Naira. Literasi: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 3(2).

Kusuma, P. K. N., & Nurhayati, I. K. (2017). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Ritual Otonan di Bali. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(2), 195–217.

Mangantar, H. V., & Waani, J. O. (2016). Representasi Ruang Tari Maengket Pada Desain Arsitektur Manado Art Center. MEDIA MATRASAIN, 13(2), 57-69. MEDIA MATRASAIN, 13(2), 57–69.

Martiara, R., & Astuti, B. (2018). Analisis Struktural Sebuah Metode Penelitian Tari. Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Piliang, Y. A. (2004). Semiotika Teks: Sebuah Pendekatan Analisis Teks. Mediator: Jurnal Komunikasi, 5(2), 189–198.

Piri, Tirza Benedicta. Pramasheilla, Dinda Assalia Avero. Gustyawan, Tofan Gustyawan. Irianto, I. S. (2024). Semiotic Community Perspectives on Offerings in Traditional Jathilan Performances in Yogyakarta: A Semiotic Study. Creativity and Research Theatre Journal (CARTJ), 6(2), 19–27.

Pramasheilla, D. A. A. (2021). Penerapan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Pertunjukan Kethoprak Ringkes. Indonesian Journal of Performing Arts Education, 1(2), 16–23. https://doi.org/10.24821/ijopaed.v1i2.5536

Pratama, R. D. (2019). “Ritual Ngayun Luci Dalam Penciptaan Karya Tari Asek Luci.” Jurnal Laga-Laga, 5(1). file:///E:/Download/766-5032-1-PB.pdf

Putri, I. D. A. H., & Yasa, I. K. W. (2021). Semiotika Komunikasi Pada Pementasan Tari Baris Keraras Dalam Upacara Aci Tulak Tunggul di Pura Taman Ayun Desa Adat Mengwi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badun. ANUBHAVA: Jurnal Ilmu Komunikasi Hindu, 1(2), 125–133.

Rahayu, P. D. (2023). “Kajian Bentuk Dan Estetika Koreografi Dalam Ritual Ayun Luci Desa Koto Lua Kabupaten Kerinci.” Universitas Jambi.

Reri, M. Y. (2022). Tari Gawi Sebagai Simbol Identitas Budaya Masyarakat Suku Lio Kabupaten Ende. UPT Perpustakaan Undana.

Rochayati, R. (2018). Gerak: Perjalanan dari Motif ke Komposisi Tari. Jurnal Sitakara, 3(1), 35–51.

Sahid, N. (2004). Semiotika Teater. LPM ISI Yogyakarta.

Santosa, H., Rianta, I. M., & Sariada, I. K. (2021). Konsep Rwa Bhinedha Dalam Tari Rejang Sakral Lanang di Desa Mayong Buleleng Bali. Joged, 17(1), 01–16.

Sumaryono, Suanda, E. (2006). Tari Tontonan. Lembaga.

Supriyanto. (1999). “Tari Golek Ayun-Ayun Gaya Yogyakarta Sebuah Konsep Pembentukan.”

Ulfa, N., Supadmi, T., & Hartati, T. (2018). Analisis Struktur Tari Guel. Syiah Kuala University.

Utami, Y. H. S., Sahrul, S., & Minawati, R. (2019). Tubuh Sebagai Dialektika Peristiwa dalam Pertunjukan Kamar Mandi Kita Karya Yusril Katil Ditinjau dari Simiotika. Melayu Arts and Performance Journal, 2(1), 124–136.

Yuliza, F. (2022). Makna Tari Kontemporer Barangan Karya Otniel Tasman: Suatu Tinjauan Semiotika Tari. Bercadik: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Seni, 5(2), 83–97.

Diterbitkan

2025-07-25

Cara Mengutip

Analisis Semiotika Saussure pada Gerak Tari Ngayun Luci Desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci Provinsi Jambi . (2025). Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 4(1), 1-9. https://doi.org/10.22437/jcs.v4i1.36241