Analisis Makna Gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan karya Sabarudin di Desa Pal Sembilan Kabupaten Kuburaya

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22437/jcs.v3i2.35766

Kata Kunci:

Analisis, Makna, Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan analisis makna gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan dalam bentuk tulisan, gambar, serta video. Dilatar belakangi dengan permasalahan bagaimana makna gerak, deskripsi gerak dan klasifikasi gerak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif, serta pendekatan koreografi dan semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber, berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa analisis makna gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan sebagai berikut: Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan merupakan gabungan dari 9 langkah jepin. Ada gerak yang menyimbolkan sebuah alat yang membantu pekerjaan sehari-hari, gerak kegiatan manusia serta gerak imitasi seekor burung. Tari ini berfungsi sebagai tari hiburan, busana yang digunakan baju kurung melayu. Alat musik akordion, biola, beruas, dan gambus tarian ini tidak menggunakan properti, ditarikan oleh laki-laki maupun perempuan. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta menambah wawasan terkait makna gerak tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan, juga menjadi sumber referensi yang akurat.

Referensi

Aveling, E.-L., Gillespie, A., & Cornish, F. (2015). A qualitative method for analysing multivoicedness. Qualitative Research, 15(6), 670–687. https://doi.org/10.1177/1468794114557991

Damayanti, A., Delima, I. D., & Suseno, A. (2023). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Informasi dan Publikasi (Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun Instagram @rumahkimkotatangerang). Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 6(1), 173–190. https://doi.org/10.24076/pikma.v6i1.1308

Danesi, M. (2012). Pesan, Tanda dan Makna. Jala Sutra.

Fauzuna, H. F. (2020). Makna Simbol pada Upacara Kerapan Sapi di Waru Pamekasan (Analisa Semiotika Roland Barthes). Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Dakwah, 1(1). https://doi.org/10.19105/meyarsa.v1i1.3242

Gerring, J. (2017). Qualitative Methods. Annual Review of Political Science, 20(1), 15–36. https://doi.org/10.1146/annurev-polisci-092415-024158

Hadi, Y. S. (2017). Koreografi. Pusat Pembukaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hanifah, D. U. (2023). Pentingnya Memahami Makna, Jenis-jenis makna dan Perubahannya. Jurnal Ihtimam, 6(1). https://doi.org/10.36668/jih.v6i1.483

Hasbiyah, Hj. S., & Fatmawati, A. (2023). PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN NON FISIK DI DESA PALIAT KECAMATAN KELUA KABUPATEN TABALONG. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(11), 4918–4922. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1826

Irianto, I. S. (2021). Visi Dramatik Soekarno dalam Drama Rainbow: Poetri Kentjana Boelan. Melayu Arts and Performance Journal, 4(2), 141. https://doi.org/10.26887/mapj.v4i2.2210

Irianto, I. S., Saaduddin, S., Susandro, S., & Medya Putra, N. (2020). Recombination of Minangkabau Traditional Arts in Alam Takambang Jadi Batu by Komunitas Seni Nan Tumpah. Jurnal Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 22(1), 85–99. http://creativecommons.org/licenses/by/4.0

Jazuli, M. (1994). Telaah Teoritis Seni Tari. IKIP Semarang Press.

Kevinia, C., Putri syahara, P. sayahara, Aulia, S., & Astari, T. (2024). Analisis Teori Semiotika Roland Barthes Dalam Film Miracle in Cell No.7 Versi Indonesia. COMMUSTY Journal of Communication Studies and Society, 1(2), 38–43. https://doi.org/10.38043/commusty.v1i2.4082

Lilis, L. (2022). TRADISI-TRADISI DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN DI MASYARAKAT MINANGKABAU. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 2(1), 7–14. https://doi.org/10.54443/siwayang.v2i1.453

Marsan, N. S., & Juliana Siregar, M. (2021). Menghidupkan Identitas Kepulauan Riau Melalui Seni Tari Tradisional. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 5(1), 40. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i1.20964

Mekarisce, A. A. (2020). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat. JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102

Piri, T. B., Avero Pramasheilla, D. A., Gustyawan, T., & Irianto, I. S. (2024). Semiotic Community Perspectives on Offerings in Traditional Jathilan Performances in Yogyakarta: A Semiotic Study. Creativity And Research Theatre Journal, 6(2), 19. https://doi.org/10.26887/cartj.v6i2.4941

Rahman, D., & Kurniawati, D. (2021). PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL BAGI PENGEMBANGAN PEMASARAN UMKM (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA DISTRO DI KABUPATEN SUMENEP). Wacana Equiliberium (Jurnal Pemikiran Penelitian Ekonomi), 9(02), 112–122. https://doi.org/10.31102/equilibrium.9.02.112-122

Ramdani, A. F., Restian, A., & Cahyaningtiyas, I. A. (2020). Analisis Pembelajaran Tari Tradisional Dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 29(1).

Ramli, R. B., Karman, A., Suparman, S., & Musriani, M. (2024). Representasi Makna Kultural dalam Gerakan Tari Seka Kontemporer Suku Kamoro Papua. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 4(3), 328–335. https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i3.859

Rusianingsih, T., & Timur, Y. F. S. (2020). Fungsi, Bentuk, dan Makna Gerak Tari Jaranan Turonggo Yakso Kecamatan Dhongko Kabupaten Trenggalek. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 4(2), 130–139. https://doi.org/10.22219/satwika.v4i2.13631

Salim, & Haidir. (2019). Penelitian Pendidikan: Metode, Pendekatan, dan Jenis (I. S. Azhar, Ed.). Kencana.

Suanda, E., Sumaryono, & Ayatrohaedi. (2006). Tari Tontonan: Buku Pelajaran Kesenian Nusantara. Lembaga Pendidikan Seni Nusantara.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (MIXED METHODS) (Cetakan-10). ALFABETA.

Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60

Syahran, M. (2020). Membangun Kepercayaan Data dalam Penelitian Kualitatif. PRIMARY EDUCATION JOURNAL (PEJ), 4(2), 19–23. https://doi.org/10.30631/pej.v4i2.72

Tyas, G. P. (2018). Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ragam Gerak Tari Srimpi Pandelori. Mudra Jurnal Seni Budaya, 33(2), 182–190. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i2.329

Utami, Y. H. S., N., S., & Minawati, R. (2019). Tubuh Sebagai Dialektika Peristiwa dalam Pertunjukan Kamar Mandi Kita KaryaYusril Katil Ditinjau dari Simiotika. Melayu Arts and Performance Journal, 2(1).

Wiediharto, V. T., Ruja, I. N., & Purnomo, A. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Suran. Diakronika, 20(1), 13. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol20-iss1/122

Wongsopatty, E. (2022). KAJIAN SEMIOTIK : MAKNA GERAK TARIAN CAKALELE BANDA NEIRA. PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Humaniora, 8(1), 38–52. https://doi.org/10.62176/paradigma.v8i1.113

Yuliani, W. (2018). METODE PENELITIAN DESKRIPTIF KUALITATIF DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v2i2p83-91.1641

Diterbitkan

2024-12-27

Cara Mengutip

Analisis Makna Gerak Tari Jepin Loncat Tiung Sembilan Sembilan karya Sabarudin di Desa Pal Sembilan Kabupaten Kuburaya. (2024). Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 3(2), 26-35. https://doi.org/10.22437/jcs.v3i2.35766

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama