Simbol Kepemimpinan Masyarakat Kurai Bukittingi dengan Tradisi Makan Bajamba melalui Analisis Lauk dan Sambal
DOI:
https://doi.org/10.22437/jcs.v3i01.35650Kata Kunci:
Kurai, Tradisi Makan Bajamba, Simbol KepemimpinanAbstrak
Tradisi makan bajamba yang ada pada masyarakat Kurai, Bukittingi masih menjadi suatu kebiasaan dan tradisi yang dilakukan masyarakat dalam hal adat-istiadat dan budaya turun-temurun. ini membawa perjalanan masyarakat Kurai dengan simbol kepemimpinannya melalui tradisi makan bajamba yang hadir saat acara adat dan budaya di Kurai, Bukittingi. tradisi Makan bajamba berasal dari dua kata yaitu makan dan jamba, pada masyarakat Kurai sendiri ini diartikan dengan makanan yang dihidangkan dalam piring atau pinggan besar. Memiliki awalan ba maka terbentuklah bajamba. pada keseluruhannya tradisi makan bajamba ini merupakan makanan yang dihadirkan dalam pinggan besar diisi empat sampai lima orang yang tidak sembarangan masyarakat bisa menyantapnya, tokoh adat masyarakat Kurai merupakan salah satu orang yang selalu ikut serta dalam tradisi makan bajamba. saat menyantapnya pun harus dilangsungkan dengan beberapa etika posisi makan yang diterapkan pada acara adat dan budaya di Kurai. tradisi makan bajamba merupakan simbol pada kepemimpinan yang ada di Kurai, melalui lauk dan sambal yang dihidangkan saat tradisi makan bajamba di sanalah peran tradisi makan bajamba menjadi gambaran kepemimpinan masyarakat Kurai, Bukittingi. Tak hanya hadir disaat acara adat dan budaya, tradisi makan bajamba merupakan kunci perjalanan panjang masyarakat Kurai Bukittingi.
Referensi
Ariyeniwinsah, I. (2021) ‘Inventarisasi Resep Randang Daging Di Kota Pariaman Inventory of Meat Randang Recipes in the City of Pariaman’, Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi, 1(3), pp. 186–190. Available at: https://doi.org/10.24036/80sr109.00.
Creswell, J.W. (2014) Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th Edition). Thousand Oaks: CA: Sage Publications.
Damayanti, R.A. and Jasjfi, E.F. (2022) ‘Ruang Komunal Untuk Keberlanjutan Interaksi Sosial Masyarakat Minangkabau’, Jurnal Arsitektur ARCADE, 6(2), p. 199. Available at: https://doi.org/10.31848/arcade.v6i2.669.
Djawad, A.A. (2016) ‘Pesan, Tanda, dan Makna dalam Studi Komunikasi.’, STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(1).
Erita Riski Putri and Dody S.Truna (2024) ‘Komunikasi Masyarakat Muslim Minangkabau Dalam Tradisi Ritual Makan Bajamka Sebagai Bentuk Syukur Maulid Nabi Muhammad’, Jurnal komunikan, 2(2). Available at: https://doi.org/10.30993/jurnalkomunikan.v2i2.347.
Erlina, E. and Nasrulloh, N. (2024) ‘Tradisi Makan Bajamba Di Minangkabau: Studi Living Hadis’, Perada, 6(2), pp. 177–187. Available at: https://doi.org/10.35961/perada.v6i2.1225.
Fanani, F. (2013) ‘Semiotika Strukturalisme Saussure’, Jurnal The Messenger, 5(1), pp. 10–15.
Fatimah, S. (2011) ‘Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Minangkabau pada Masa Pendudukan Jepang.’, Tingkap, 7(1), pp. 75–88.
Gustina, M. (2019) ‘Tradisi Makan Bajamba Dalam Alek Perkawinan di Nagari Magek Provinsi Sumatra Barat’, JOM FISIP, 6(II Juli – Desember).
Hardi, E. (2023) Minangkabau: Perkembangan Sejarah dan Kebudayaan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Hastuti, H.B.P. (2023) ‘Language Semiotics: the Symbolic Meaning of Traditional Minangkabau Food in Custom Ceremonies’. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-2989091/v1.
Ibrahim, A. (1991) Kaidah-Kaidah Adat dalam Sistem Kepemimpinan Masyarakat Hukum Adat Minangkabau di Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Irianto, I. S., Hartati, M., & Gustyawan, T. (2024) ‘Dramaturgical Design Based on The Legend of Dideng Puti Dayang Ayu from Rantau Pandan’, Mudra Jurnal Seni Budaya, 39(2), pp. 185–196.
Lagopoulos, A. P., & Boklund-Lagopoulou, K. (2020) Theory and Methodology of Semiotics: The Tradition of Ferdinand de Saussure. 28th edn. Berlin/Boston: Walter de Gruyter GmbH & Co KG.
Lenaini, I. (2021) ‘Teknik Pengambilan Sampel Purposive dan Snowball Sampling.’, Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), pp. 33–39.
Marta, R., Hafivi, I. and Trianto, I. (2024) ‘Manajemen Event Dalam Penguatan Branding Kota Wisata dan Budaya’, 7(2), pp. 253–266.
Mulyani, Try . & Handri Yotopo, R.R. (2018) ‘Kajian Interaksi Simbolik Dalam Film Dokumnter Sikolah Baruak (Tradisi Beruk Pemetik Kelapa Di Padang Pariaman, Sumatera Barat).’, 3(1), pp. 10–27.
Nasir, M., & Padang, I.B. (2022) Adat Minangkabau.
Piliang, Y.A. (2004) ‘Semiotika Teks: Sebuah Pendekatan Analisis Teks’, Mediator: Jurnal Komunikasi, 5(2), pp. 189–198.
Piri, Tirza Benedicta. Pramasheilla, Dinda Assalia Avero. Gustyawan, Tofan Gustyawan. Irianto, I.S. (2024) ‘Semiotic Community Perspectives on Offerings in Traditional Jathilan Performances in Yogyakarta: A Semiotic Study’, Creativity and Research Theatre Journal (CARTJ), 6(2), pp. 19–27.
Pramasheilla, D.A.A. (2021) ‘Penerapan Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure dalam Pertunjukan Kethoprak Ringkes’, Indonesian Journal of Performing Arts Education, 1(2), pp. 16–23. Available at: https://doi.org/10.24821/ijopaed.v1i2.5536.
Pramezwary, A., Pakasi, D., Juliana, Indra, F., Putranto, A.A., Teguh, F. (2024) ‘Bajamba Traditional Dining Culture of Nagari Jawi-Jawi West Sumatera as a Potential Sustainable Gastronomy Tourism Attraction. In: Alareeni, B., Hamdan, A. (eds) Technology: Toward Business Sustainability. ICBT 2023. Lecture Notes in Networks and Systems’, In International Conference on Business and Technology, 927, p. In International Conference on Business and Techno. Available at: https://doi.org/10.1007/978-3-031-54009-7_42.
Rahmadani, S., & Hasrul, H. (2021) ‘Program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat dalam Melestarikan Budaya Minangkabau.’, Journal of Civic Education, 4(2), pp. 163–172.
Rahmatika, S. F., Yulika, F., & Rahmi, H. (2022) ‘Pergeseran Nilai pada Tradisi Makan Bajamba di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam’, Ethnography: Journal of Cultural Anthropology, 1(2).
Rifandi, I. (2022) ‘Penciptaan Teater Migrasi Tubuh Menggunakan Metode Penciptaan Teater Tubuh Tony Supartono’, Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 1(02), pp. 1–8.
Ritonga, A. (2024) ‘Mengulas Makna Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK) Dalam Masyarakat Minangkabau’, Hukum dan Masyarakat Madani, 14(1), pp. 95–109.
Wiemar, R. et al. (2022) ‘Peran Perempuan dalam Tradisi Makan Bajamba pada Rumah Gadang Minangkabau’, Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(3), p. 1029. Available at: https://doi.org/10.32884/ideas.v8i3.943.
Yahelissa, H., & Sabban, M.M. (2024) ‘Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Prosesi Penyusunan Kuba Ulun Di Kepulauan Kei Maluku Tenggara.’, Jurnal Basataka (JBT), 7(1), pp. 125–130.
Yovani, T. (2019) ‘Lamang Tapai: The Ancient Malay Food in Minangkabau Tradition’, Journal of Ethnic Foods, 6(1), pp. 1–9. Available at: https://doi.org/10.1186/s42779-019-0029-z.
Yulniza (2021) ‘Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Tradisi Makan Bajamba di Kecematan Tilatang Kamang’, Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam [Preprint].
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Rici Viondra, Windi Dwi Saputri, Sulaiman Juned

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Cerano Seni memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara gratis, tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi Creative Commons yang digunakan.















