Studi Deskriptif Kualitas Layanan Pembelajaran Guru SLB Berkualifikasi Pendidikan Non-Pendidikan Luar Biasa

Penulis

Kata Kunci:

Quality of Teaching Services, Educational Qualifications, Special Education

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas layanan pembelajaran guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam merancang pembelajaran bagi peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa masih banyak guru yang mengajar di luar bidang keahliannya, khususnya di Sekolah Luar Biasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Subjek penelitian terdiri atas guru-guru SLB Bina Bakti di Jakarta Selatan, dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan pembelajaran guru di SLB Bina Bakti masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya jumlah guru yang memiliki kualifikasi pendidikan non-Pendidikan Luar Biasa (non-PLB) di sekolah tersebut. Kondisi ini berdampak pada beberapa aspek, yaitu: (1) dalam perencanaan pembelajaran bagi peserta didik dengan gangguan emosi dan perilaku, guru masih kurang dalam hal persiapan serta penentuan model dan metode pembelajaran yang tepat, karena masih menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tidak sesuai dengan standar pengajaran peserta didik berkebutuhan khusus yang berlaku di sekolah; (2) dalam pelaksanaan pembelajaran, guru masih kurang optimal dalam memberikan perlakuan belajar yang sesuai bagi peserta didik berkebutuhan khusus, seperti penyesuaian materi, variasi metode, pemanfaatan media pembelajaran yang memadai, serta pengelolaan kelas yang kondusif; dan (3) dalam aspek evaluasi, pelaksanaannya relatif efektif dengan penggunaan tes tertulis yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan dilakukan dengan bimbingan langsung oleh guru sesuai dengan kondisi peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru masih menghadapi berbagai tantangan dalam melaksanakan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Referensi

Abdullah, S. (2013). Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Chomaidi, & Salamah. (2018). Pendidikan dan Pengajaran: Strategi Pembelajaran Sekolah. Jakarta: PT Grasindo.

Djamarah, Syaeful Bahri.(2005).Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Anak Didik : Rineka Cipta Jakarta

Fasli, J. (2010). Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusantara.

Febrianti, E. (2017). Deskripsi Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru yang Berlatar Belakang Pendidikan Non PLB (Studi Kasus di SDLB Maarif Kowen, Timbulharjo, Sewon, Bantul). Jurnal Al Tanzim, 88-94.

Haikal, R. M., & Darmiani, H. (2022). Problematika Guru dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SLB Azahra. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 643-648.

Hastuti, M. B. (2017). Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Non PLB di SLB Negeri Pembina Jakarta. Al Tanzim, 43-47.

Hernawaty , S. (2006). What Makes Effective Teaching in the 21st Century. 1st English Language and Literature International Conference (ELLiC), 145-151.

Huberman, A.M, M. H., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi. Universitas Indonesia Press, 128-134.

Komang, A. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mangkunegara , A. P. (2015). Kecerdasan Emosi, Stres Kerja dan Kinerja Guru SLB. Jurnal Kependidikan : Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 45, Nomor 02, 142-155.

Nurmawanti, I., Haryati, L. F., Radiusman, Anar, A. P., & Novitasari, S. (2020). Problematika dan Tindakan Guru Dalam Menghadapi Anak Berkebutuhan Khusus di MI NW T anak Beak. Jurnal Progres Pendidikan, 1(2), 72–79.

Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud. (2019). Laporan Nasional 2018 Indonesia. Jakarta: Kemdikbud.

Rahayuni,W.(2017).Kemampuan guru kelas dalam mengajar Anak Berkebutuhan Khusus berkesulitan belajar pada Program Inklusi.Jurnal Dinamika Pendidikan Dasar.9(2), 81–88.

Sakir, M. (2012). Konsep Pengembangan Mutu Pendidikan Berbasis Madrasah. Cendekia Vol.10 No.1, 64-67.

Scachter, J. (2009). Teacher Performance-Based Accountability:Why, What and How. Journal International, 354-362.

Sudjana, N. (2017). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sundayana, R. (2013). Media Pembelajaran Matematika. Bandung. Bandung: Alfabeta.

Supriono, A. (2017). Pengaruh Kompetensi Pedagogik, Profesional, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, Volume 18, Nomor 2 September, 1-12.

Suryobroto, B. (2010). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Syahabuddin. (2021). Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Pengembangan Materi Bahan Ajar Melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah Di SLB Negeri Taliwang Kab. Sumbawa Barat Tahun Pelajaran 2018-2019. JURNAL KEPENDIDIKAN,Vol 6, No 1, Agustus, 65-76.

Tentawa, F. (2016). The Roles Of Teachers’ Work Motivation And Teachers’ Job Satisfaction In The Organizational Commitment In Extraordinary Schools. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) ,Vol.5, No.1, March, 39-45.

Yulianti Wulan, Yunia Anita, Setyaningtyas Emilya, Aprida Sihombing.(2025) Penguatan Kompetensi Komunikasi Public Speaking dan Negosiasi Rumah Autis . Jurnal Abdimas Indonesia,Vol.5,No 1, 369-370.

Diterbitkan

2025-11-30

Cara Mengutip

Studi Deskriptif Kualitas Layanan Pembelajaran Guru SLB Berkualifikasi Pendidikan Non-Pendidikan Luar Biasa. (2025). Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 10(3), 1022-1036. https://online-journal.unja.ac.id/gentala/article/view/49001