https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/issue/feed Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease 2021-07-03T14:58:36+07:00 dr. Wahyu Indah Dewi Aurora puiptsehad@unja.ac.id Open Journal Systems <p>Eletronic Journal e-SEHAD “Scientific of Environmental Health And Diseases"</p> https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13733 STUDI LITERATUR : HUBUNGAN ASUPAN SERAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL 2021-07-02T13:11:48+07:00 Brilianti Viapita briliantiviapita@rocketmail.com Raihanah Suzan briliantiviapita@rocketmail.com Erny Kusdiyah briliantiviapita@rocketmail.com <h1>ABSTRACT</h1> <p><strong><em>Background: </em></strong><em>According to the World Health Organization (WHO), the number of people with Diabetes Mellitus (DM) worldwide in 2000 was 177 million people and increased to 194 million people in 2003. Increased blood glucose levels, especially postprandial blood glucose levels play an important role in the pathogenesis of DM. Diet or nutritional therapy plays an important role in postprandial glucose control, one of them is the consumption of high-fiber diets.</em></p> <p><strong><em>Objective: </em></strong><em>To determine the relationship between between fiber intake and postprandial blood glucose levels. <strong>Methods: </strong>This study used a literature review approach with a research method scoping review, using ten literatures sourced from search results through the search engine Google Scholar, PubMed, Science Direct, and DOAJ according to the inclusion criteria determined by the researcher.</em></p> <p><strong><em>Results: </em></strong><em>There are 8 literatures show a significant relationship between fiber intake and postprandial blood glucose levels (p value &lt;0.05). Other 2 literatures show no significant relationship between high fiber intake and postprandial blood glucose levels.</em></p> <p><strong><em>Conclusion: </em></strong><em>Adequate fiber intake has a significant relationship in the reduction of postprandial blood glucose levels in subjects with normal glucose tolerance, glucose intolerance, pre-diabetes, and type 2 diabetes mellitus with the age range of subjects 18-85 years (p value &lt;0.05)</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Fiber intake, Postprandial Blood Glucose</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <h1>ABSTRAK</h1> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Menurut World Health Organization (WHO), jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) di seluruh dunia pada tahun 2000 adalah 177 juta orang dan meningkat menjadi 194 juta orang pada tahun 2003. Peningkatan kadar glukosa darah terutama kadar glukosa darah postprandial berperan penting dalam patogenesis terjadinya DM. Pengaturan pola makan atau terapi nutrisi berperan penting dalam kontrol glukosa postprandial yakni, salah satunya dengan konsumsi makanan tinggi serat.</p> <p><strong>Tujuan Penelitian: </strong>Untuk mengetahui hubungan asupan serat terhadap kadar glukosa darah postprandial.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan metode penelitian scoping review yang menggunakan sepuluh literatur yang bersumber dari hasil penelusuran melalui search engine Google Scholar, PubMed, Science Direct, dan DOAJ sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan peneliti.</p> <p><strong>Hasil : </strong>Sebanyak 8 literatur menunjukan adanya hubungan signifikan antara asupan serat dan kadar glukosa darah postprandial (p value &lt; 0.05). Sebanyak 2 literatur menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingginya asupan serat terhadap kadar glukosa darah postprandial.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Asupan Serat yang cukup memiliki hubungan yang signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah postprandial baik pada subyek dengan toleransi glukosa normal, intoleransi glukosa, pre-diabetes, dan diabetes melitus tipe 2 dengan rentang usia subyek 18-85 tahun (p value &lt; 0.05)</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Asupan Serat, Glukosa Darah Postprandial</p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13734 PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KASUS COVID-19 PADA KLASTER PERKANTORAN DI KABUPATEN MUSI BANYUASIN 2021-07-02T13:18:42+07:00 Ena Juhaina juhainaena@yahoo.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Covid-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia yang merupakan &nbsp;penyakit menular pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh novel&nbsp; Coronavirus yang ditegakkan melalui pemeriksaan PCR positif (Konfirmasi positif). Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini masih belum diketahui. Tujuan penyelidikan ini adalah untuk Memberikan dukungan teknis pelaksanaan surveilans dalam upaya pencegahan&nbsp; dan pengendalian peningkatan kasus Covid 19 di Kabupaten Musi Banyuasin. Kajian ini menggunakan rancangan studi cross-sectional dilaksanakan pada bulan September 2020.&nbsp; Populasi studi adalah Pegawai Kantor Pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin. Sampel adalah &nbsp;Pegawai pada kantor sekretariat daerah dan Bappeda kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 156 orang. Dilakukan Wawancara dengan menggunakan kuesioner serta pengambilan spesimen melalui swab hidung dan tenggorok untuk dilakukan pemeriksaan PCR bagi sampel yang terindikasi Covid-19 berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi. Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR dari 8 spesimen yang dilakukan pemeriksaan PCR ditemukan 7 orang positif konfirmasi Covid-19. Petugas Puskesmas dapat melakukan surveilans ketat untuk menemukan dan mencegah adanya penambahan kasus.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Covid-19; Virus Corona</p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13747 HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN DERAJATDISMENORE PADA MAHASISWI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI 2021-07-03T13:46:20+07:00 Asro Hayani Harahap asrohayani.16@gmail.com Jelica Octaviani asrohayani.16@gmail.com Erny Kusdiyah erny.kusdiyah@gmail.com Esa Indah Ayudia Tan esaindahayudia@gmail.com Amelia Dwi Fitri asrohayani.16@gmail.com Herlambang asrohayani.16@gmail.com <p><strong>ABSTRA</strong><strong>CT</strong></p> <p><strong><em>Background : </em></strong><em>Dismenorrhea is the most common gynecological complaint experienced by adolescents and women who are in their early adulthood. Dismenorrhea can affect a woman's quality of life during reproductive times, such as loss of employment opportunities, disrupting learning activities in school and disrupting family life. One of the causes often associated with dismenorrhea is the Body Mass Index (BMI). Abnormal BMI can cause pain in menstruation or dismenorrhea. <strong>Objective : </strong>Knowing the relationship of Body Mass Index (BMI) with the degree of dismenorrhea in medical students FKIK University of Jambi.</em></p> <p><strong><em>Method : </em></strong><em>This research uses cross sectional design. The population in this study was medical student of FKIK University of Jambi class of 2018 and 2019. The number of samples in this study was 104 and taken random sampling, by distributing questionnaires in the form of google form to respondents.</em></p> <p><strong><em>Result :</em></strong><em> The results showed that there is a relationship of Body Mass Index (BMI) with the degree of dismenorrhea obtained p-value = 0.000. Obtained underweight BMI data and suffered a mild dismenorrhea - while as many as 19 people (24.67%), who experienced severe dismenorrhea as many as 2 people (7.41%). For overweight BMI and mild dismenorrhea - moderate as many as 9 people (11.69%), who experienced severe dismenorrhea as many as 17 people (62.96%). For normal BMI and mild dismenorrhea - moderate as many as 49 people (63.64%), who experienced severe dismenorrhea as many as 8 people (29.63%).</em></p> <p><strong><em>Conclusion:</em></strong><em> There is a relationship between Body Mass Index (BMI) and degree of dismenorrhea.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Keywords: Body Mass Index, Dismenorhea</em></strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang </strong>: Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang paling sering dialami oleh remaja dan perempuan yang menginjak usia dewasa muda. Dismenore dapat mempengaruhi kualitas hidup perempuan selama masa reproduktif, seperti kehilangan kesempatan kerja, mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan mengganggu kehidupan keluarga. Salah satu penyebab yang sering dihubungkan dengan dismenore adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang tidak normal dapat menyebabkan nyeri pada menstruasi atau dismenore. <strong>Tujuan Penelitian </strong>: Mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore pada mahasiswi kedokteran FKIK Universitas Jambi.</p> <p><strong>Metode</strong> : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi kedokteran FKIK Universitas Jambi angkatan 2018 dan 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 104 dan dimbil secara random sampling, dengan membagikan kuesioner berupa google form pada responden.</p> <p><strong>Hasil </strong>: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore diperoleh nilai p-value = 0,000. Didapatkan data IMT underweight dan mengalami dismenore ringan - sedang sebanyak 19 orang (24,67%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 2 orang (7,41%). Untuk IMT overweight dan mengalami dismenore ringan – sedang sebanyak 9 orang (11,69%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 17 orang (62,96%). Untuk IMT normal dan mengalami dismenore ringan - sedang sebanyak 49 orang (63,64%), yang mengalami dismenore berat sebanyak 8 orang (29,63%).</p> <p><strong>Kesimpulan </strong>: Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat dismenore.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Derajat Dismenore</em></strong></p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13749 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN 2021-07-03T13:55:15+07:00 Susilawati susilawati@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Perubahan iklim dapat&nbsp; mempengaruhi kesehatan manusia dengan dua cara yaitu secara</em> <em>langsung dan tidak langsung&nbsp; yaitu</em><em> m</em><em>empengaruhi kesehatan manusia secara langsung berupa paparan langsung dari perubahan pola cuaca ( temperatur, curah hujan, kenaikan muka air laut, dan peningkatan&nbsp; frekuensi cuaca ekstrim). Kejadian cuaca ektrim dapat mengancam kesehatan manusia bahkan kematian</em><em>. Selain itu m</em><em>empengaruhi kesehatan manusia secara tidak langsung. Mekanisme yang terjadi adalah perubahan iklim mempengaruhi faktor lingkungan seperti perubahan kualitas lingkungan (kualitas iar,udara, dan makanan), penipisan lapisan ozon,penurunan sumber daya air, kehilangan fungsi ekosistem, dan degradasi lahan yang pada akhirnya&nbsp; faktor-faktor&nbsp; tersebut akan mempengaruhi kesehatan manusia. Dampak tidak langsunya berupa </em><em>k</em><em>ematian dan kesakitan akibat penyakit terkait perubahan iklim dipicu oleh adanya perubahan suhu,pencemaran udara,penyakit bawaan air dan makanan, serta penyakit bawaan ventor dan hewan pengerat</em><em>, </em><em>Malnutrisi, dapat terjadi karena terganggunya sumber makanan dan panen.</em> <em>Dari uraian diatas maka saran yang dapat kami sampaikan adalah untuk memperkuat regulasi aturan yang meperhatikan kualitas lingkungan sehingga dampak lingkungan dan kesehatan dapat di minimalisasi bahkan di hilangkan, kolaborasi dan&nbsp; sinergitas sektor yang penting dalam mengatasi perubahan iklim.</em> <em>Untuk masyarakat : untuk selalu menjaga lingkungan, hemat pemakaian energi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengelola sampah rumah tangga, dll</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: Perubahan Iklim, Kesehatan </strong><strong><br><br></strong></p> <p>&nbsp;</p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13750 EFEK INDOOR AIR POLLUTION TERHADAP KESEHATAN 2021-07-03T13:59:07+07:00 Wahyu Indah Dewi Aurora aurora.tasman@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p><em>In recent decades, indoor air quality has been of particular concern because of its contribution to health. It is estimated that as much as 90% of people spend their time indoors rather than outdoors. If the ventilation system is poor, it will result in an accumulation of pollutants in the room. These pollutants can come from outdoor air that enters the room, growing microorganisms, interior furniture or furniture or from the daily activities of humans themselves. The health problems that will be caused also vary. It can be from lung disease caused by inhalation of dangerous pollutants such as lung infections, pneumonia, asthma or COPD. Or other diseases such as Sick Building Syndrome, nasopharyngeal cancer, skin irritation, eye irritation, etc. To overcome this, careful planning is needed when building a room or building to minimize health problems due to indoor air, one of which is collaborating with several experts.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Indoor Air Quality, Indoor Air Pollution, Health disease</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam beberapa decade terakhir,kualitas udara dalam ruangan menjadi perhatian khusus karena kontribusinya pada segi kesehatan. Diperkirakan ada sebanyak 90% orang-orang menghabiskan waktunya di dalam ruangan daripada di luar ruangan. Jika system ventilasi buruk, maka akan menghasilkan akumulasi polutan yang ada dalam ruangan. Polutan tersebut bisa berasal dari udara luar ruangan yang masuk ke dalam ruangan, mikroorganise yang tumbuh, perabotan atau furniture interior ruangan ataupun dari aktivitas keseharian manusia itu sendiri. Gangguan kesehatan yang akan diakibatkan pun bermacam-macam. Bisa dari penyakit paru akibat terhirup polutan yang berbahaya seperti penyakit infeksi paru, pneumonia, asma atau PPOK. Atau penyakit lain seperti <em>Sick Building Syndrome</em>, kanker nasofaring, iritasi kulit, iritasi pada mata, dll. Untuk mengatasinya perlulah perencanaan yang matang pada saat pembangunan sebuah ruangan atau gedung untuk meminimalisir gangguan kesehatan akibat udara dalam ruangan, salah satunya adalah berkolaborasi dengan beberapa ahli.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Indoor Air Quality, Indoor Air Pollution, Health disease</em></p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13751 GAMBARAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH DREAM DALAM MENGURANGI TIMBULAN SAMPAH ANORGANIK DI PERUMAHAN BCL 5 KOTA JAMBI 2021-07-03T14:08:48+07:00 Viola Berliana Husen violaberliana11@yahoo.co.id Rd. Halim violaberliana11@yahoo.co.id Silvia Mawarti Perdana violaberliana11@yahoo.co.id <p><strong><em>ABSTRAC</em></strong><strong><em>T</em></strong></p> <p>Garbage is the rest of human daily activities or natural processes in solid form. In general, the problem of waste is related to how to manage waste properly in the community and how to reduce waste generation and utilize all the potential generated. One of the right ways to manage waste from waste generation sources is the waste bank program. This study aims to examine the management system of the Dream Waste Bank and the characteristics of the Dream Waste Bank which is managed in the BCL 5 Housing in Jambi City. Research method with qualitative descriptive. The units analyzed were all residents' houses that became customers, namely 29 households and 8 informants. The results of the study found that the management of the Dream Waste Bank based on PERMEN LH No. 13 of 2012 has taken place as it should based on the standardization of the waste bank, the working mechanism of the waste bank, the advantages of the waste bank system, the implementation of the waste bank system, the stage of utilizing inorganic waste and the development of a waste bank. Meanwhile, the characteristics of the waste bank obtained in the study are the volume of inorganic waste, the composition of inorganic waste that enters the waste bank and the generation/amount of waste collected each month and the reduction in waste generation.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Keywords : </em></strong><em>Waste Bank, Waste Management, Characteristics</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Secara umum permasalahan persampahan berkaitan dengan bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik di masyarakat dan bagaimana cara mengurangi timbulan sampah serta memanfaatkan segala potensi yang mungkin dihasilkan. Salah satu cara yang tepat untuk pengelolaan sampah dari sumber timbulan sampah yaitu dengan program bank sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem pengelolaan Bank Sampah Dream dan karakteristik Bank Sampah Dream yang dikelola di Perumahan BCL 5 Kota Jambi. Metode Penelitian dengan deskriptif kualitatif. Unit yang dianalisis yaitu seluruh rumah warga yang menjadi nasabah yakni 29 rumah tangga dan 8 orang informan yang terbagi menjadi 2 informan utama dari pengurus Bank Sampah Dream dan 6 informan pendukung dari warga yang menjadi nasabah. Hasil Penelitian didapatkan pada pengelolaan Bank Sampah Dream berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.13 Tahun 2012 sudah berlangsung sebagaimana mestinya berdasarkan standarisasi bank sampah, mekanisme kerja bank sampah, keuntungan sistem bank sampah, pelaksanaan sistem bank sampah, tahap pemanfaatan sampah anorganik yang terkumpul dan pengembangan bank sampah. Sementara karakteristik bank sampah yang diperoleh dalam penelitian adalah volume sampah anorganik, komposisi sampah anorganik yang masuk ke bank sampah dan timbulan/jumlah sampah tiap bulan yang terkumpul serta adanya pengurangan timbulan sampah.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Bank Sampah, Pengelolaan Sampah, Karakteristik</p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13575 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SADU KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2021 2021-06-26T13:01:43+07:00 Rizki Nur Amelia rizkikimel@gmail.com Rd.Halim Halim75@unja.ac.id Usi Lanita rizkikimel@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Jamban merupakan bangunan yang berguna sebagai tempat pembuangan dan pengumpulan tinja yang nantinya terkumpul pada suatu tempat dan tidak mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit dan pencemaran lingkungan. Desa Sungai Itik merupakan salah satu Desa akses jamban sehat tergolong rendah yaitu hanya 56,78%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di Desa Sungai Itik. Metode penelitian dengan desain <em>Cross Sectional, </em>Populasi sebanyak 120 responden dan sampel sebanyak 120 responden diambil dengan teknik <em>Proporsionate Strafied Random Sampling. </em>Teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik <em>chi-square </em>dan variabel status ekonomi menggunakan uji regresi logistic sederhana. Hasil penelitian didapatkan terdapat 56,7% responden yang belum memiliki jamban sehat dan ada hubungan antara pengetahuan (P = 0,000), status ekonomi (P = 0,000), ketersediaan air bersih (P = 0,017) dan peran petugas kesehatan (P = 0,000) terhadap kepemilikan jamban sehat di Desa Sungai Itik. Pengetahuan, status ekonomi, ketersediaan air bersih dan peran petugas kesehatan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepemilikan jamban sehat di Desa Sungai Itik.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Jamban Sehat, Pengetahuan, Status Ekonomi, Ketersediaan Air Bersih, Peran Petugas Kesehatan</p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease https://online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/13752 HUBUNGAN FAKTOR KONDISI SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN GEJALA SKABIES DI PONDOK PESANTREN DARUL HIKAM KECAMATAN RIMBO ULU KABUPATEN TEBO TAHUN 2021 2021-07-03T14:32:17+07:00 Friska Indriani friskaindriani@gmail.com Guspianto Guspianto guspianto@unja.ac.id Fitria Eka Putri friskaindriani@gmail.com <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabei Var hominis. This disease commonly occurs in tropical countries with densely populated areas and low economic conditions.</em> <em>This study aims to determine the relationship between environmental sanitation conditions and personal hygiene factors towards the symptoms of scabies in Darul Hikam Islamic Boarding School, Rimbo Ulu Sub-district, Tebo District.</em><em> This observational study used a cross-sectional design. This study used an observational method with a cross-sectional design, population as many as 400 respondents and sample as many as 63 respondents taken by proportionate strafied random sampling. The results of this study showed that 71.4% of respondents experienced symptoms of scabies; 93.7% of the respondent provided clean water facilities that met the requirements; 66.7% of residential density did not meet the requirements; 50.8% of the ventilation area did not meet the requirements; 71.4% of the respondent showed poor skin hygiene; 61.9% of the respondent showed poor towel hygiene; and 55.6% of the respondent showed poor mattress and bed sheet hygiene. The analysis indicates a relationship between residential density (p=0.008), ventilation area (p=0.000), skin cleanliness (p=0.038), towel cleanliness (0.036), and mattress and bed sheet cleanliness (p=0.049) with symptoms of scabies at Darul Hikam Islamic Boarding School. Residential density, ventilation area, skin cleanliness, towel cleanliness, and mattress and bed sheet cleanliness are related to scabies symptoms, while the provision of clean water facilities is not related.</em></p> <p><strong><em>Keywords : </em></strong><strong><em>Symptoms of scabies, Environmental Sanitation, Personal Hygiene</em></strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei Var hominis. Skabies rentan terjadi di negara beriklim tropis, daerah padat penduduk dan ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor kondisi sanitasi lingkungan dan personal hygiene terhadap gejala skabies di Pondok Pesantren Darul Hikam Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo. Metode penelitian dengan desain <em>Cross Sectional, </em>Populasi sebanyak 400 responden dan sampel sebanyak 63 responden diambil dengan teknik <em>Proporsionate Strafied Random Sampling. </em>Teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik <em>chi-square. </em>Hasil Penelitian didapatkan terdapat 71,4% responden mengalami gejala skabies, 93,7% penyediaan sarana air bersih yang memenuhi syarat, 66,7% kepdatan hunnian yang tidak memenuhi syarat, 50,8% luas ventilasi yang tidak memenuhi syarat, 71,4% kebersihan kulit yang buruk, 61,9% kebersihan handuk yang buruk dan 55,6% kebersihan kasur dan sprei yang buruk, ada hubungan antara kepadatan hunian (p=0,008) luas ventilasi (p=0,000) kebersihan kulit (p=0,038) kebersihan handuk (0,036) dan kebersihan kasur dan seprei (p=0,049) dengan gejala skabies di Pondok Pesantren Darul Hikam. Kepadatan hunian, luas ventilasi, kebersihan kulit, kebersihan handuk, kebersihan kasur dan sprei, berhubungan dengan gejala skabies sedangkan penyediaan sarana air bersih tidak berhubungan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Gejala skabies, Sanitasi Lingkungan, Personal Hygiene</p> 2021-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Disease