Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Daya Tahan Atlet Pencak Silat Tanjung Jabung Timur

Main Article Content

Edi Bintoro
Adhe Saputra
Fitri Diana

Abstract

Dalam pencak silat, daya tahan merupakan komponen fisik yang sangat penting, terutama untuk mempertahankan atlet dalam kondisi terbaik mereka selama pertandingan. Namun, atlet pencak silat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jambi 2023 menunjukkan daya tahan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara empiris bagaimana latihan circuit meningkatkan daya tahan atlet pencak silat. Diharapkan hasilnya akan membantu pelatih dan atlet membuat rencana latihan yang lebih baik untuk meningkatkan daya tahan fisik mereka. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 atlet pencak silat  Tanjung Jabung Timur, yang terdiri dari atlet laki-laki dan perempuan. Perlakuan berupa latihan circuit training terstruktur selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu (total 18 sesi). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor dari 36,21 menjadi 38,44, menunjukkan peningkatan sebesar 2,23 poin. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.00, yang lebih kecil dari 0.05, serta nilai t-hitung sebesar 13.055 yang lebih besar dari t-tabel 1.7291. Hasil ini menunjukkan bahwa latihan circuit training memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan daya tahan atlet pencak silat. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa latihan circuit training merupakan metode latihan yang efektif dalam meningkatkan daya tahan atlet pencak silat.


Kata kunci : Circuit Traning, Daya Tahan, Pencak Silat

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Daya Tahan Atlet Pencak Silat Tanjung Jabung Timur. (2025). Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan, 14(1), 15-25. https://doi.org/10.22437/csp.v14i1.42443

References

Attamimi, M. I., Nidomuddin, M., Mushofi, Y., Pamungkas, H., & Yusuf, H. (2024). Analisis Latihan Intensitas Dengan Interval Terhadap Peningkatan Vo2Max Pada Pemain Sepakbola Bhayangkara Fc. Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga), 9(1), 56-60.

Ardhika Falaahudin, Tri Iwandana, D., & Aditya Rachman. (2021). Pelatihan Mental Training Atlet untuk Menghadapi Pertandingan Porda DIY. Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 14–19. https://doi.org/10.55081/jbpkm.v2i1.484

Asrin, A. (2022). Metode Penelitian Eksperimen: Metode Penelitian Eksperimen. Maqasiduna: Journal of Education, Humanities, and Social Sciences, 2(01), 21–29. https://doi.org/10.59174/mqs.v2i01.24

Ediyono, S., & Widodo, S. T. (2019). Memahami Makna Seni dalam Pencak Silat. Panggung, 29(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v29i3.1014

Hamdani, R., & Hasye, F. A. (2019). Efek Latihan Fisik Terhadap Remodeling Jantung. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(2), 427-437.Indah, E. P. (2020). Sistem Olahraga Prestasi Di Indonesia Dan China. Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga, 3(1), 15. https://doi.org/10.31602/rjpo.v3i1.3105

Julianto, I. (2016). Upaya Meningkatkan Kebugaran Jasmani Melalui Sirkuit Training Kids pada Siswa. JUARA : Jurnal Olahraga, 1(1), 7. https://doi.org/10.33222/juara.v1i1.56

Mardotillah, M., & Zein, D. M. (2017). Silat: Identitas Budaya, Pendidikan, Seni Bela Diri, Pemeliharaan Kesehatan. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(2), 121. https://doi.org/10.25077/jantro.v18i2.62

Mawardinur, M., Azandi, F., & Nugroho, A. (2023). Pengaruh Metode Latihan Circuit Training Terhadap Kebugaran Jasmani Pada Atlet Remaja Pencak Silat Desa Sidomulyo Kabupaten Langkat. JURNAL PRESTASI, 6(2), 81. https://doi.org/10.24114/jp.v6i2.42570

Micheal Permano, Zainur, & Aref Vai. (2022). Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Daya Tahan Tim Bola Voli Putra Sman 1 Luhak Nan Duo. Journal Sport Science Indonesia, 1(2), 68–76. https://doi.org/10.31258/jassi.1.2.68-76

Mujahid, H., & Subekti, N. (2021). Analisis Taktik Pertandingan Pencak Silat Kategori Tanding. Journal Coaching Education Sports, 2(2), 123–136. https://doi.org/10.31599/jces.v2i2.693

Prasetyo, Y. (2015). Kesadaran Masyarakat Berolahraga Untuk Peningkatan Kesehatan Dan Pembangunan Nasional. Medikora, 11(2). https://doi.org/10.21831/medikora.v11i2.2819

Pratama, S. M., & Wiyaka, I. (2021). Profil Kondisi Fisik, Teknik, Dan Psikis Atlet Sepak Takraw. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan Indonesia, 1(2), 109–115. https://doi.org/10.55081/joki.v1i2.307

Ramadan, W., & Sidik, D. Z. (2019). Pengaruh Metode Circuit Training Terhadap Daya Tahan Cardiovascular Cabang Olahraga Atletik Nomor Lari Jarak Jauh. Jurnal Kepelatihan Olahraga, 11(2), 101–105. https://doi.org/10.17509/jko-upi.v11i2.20317

Renalda Anggil Urbaningrum & Anita Faradilla Rahim. (2023). Pengaruh Circuit Training Terhadap Kelincahan Atlet Pencak Silat. Physiotherapy Health Science (PhysioHS), 5(1), 52–27. https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26061

Sahara, M. P., Widyastuti, N., & Candra, A. (2019). Kualitas Diet Dan Daya Tahan (Endurance) Atlet Bulutangkis Remaja Di Kota Semarang. Journal of Nutrition College, 8(1), 29. https://doi.org/10.14710/jnc.v8i1.23810

Supriyoko, A., & Mahardika, W. (2018). Kondisi Fisik Atlet Anggar Kota Surakarta. Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran, 4(2), 280. https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v4i2.12540