PRODUKSI BIOETANOL BERBASIS SINGKONG DAN TEBU DI INDONESIA: REVIEW LITERATUR DAN ANALISIS KEBERLANJUTAN
DOI:
https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i2.56113Kata Kunci:
Bioetanol; Keberlanjutan; Literature Review; Singkong; TebuAbstrak
Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, singkong dan tebu beserta limbahnya memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol karena ketersediaannya yang melimpah dan kandungan karbohidrat yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis perkembangan teknologi produksi bioetanol berbasis singkong dan tebu di Indonesia serta menganalisis aspek keberlanjutannya dari perspektif lingkungan, ekonomi, dan sosial. Kajian dilakukan menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel ilmiah dari Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate yang dipublikasikan pada periode 2015 – 2025. Setelah melalui proses seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 15 artikel yang dianalisis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Saccharomyces cerevisiae merupakan mikroorganisme fermentasi yang paling banyak digunakan, sedangkan efektivitas produksi bioetanol sangat dipengaruhi oleh jenis biomassa, metode pretreatment, hidrolisis, dan kondisi fermentasi. Dari aspek keberlanjutan, pemanfaatan limbah biomassa seperti ampas tebu dan kulit singkong berpotensi mengurangi limbah agroindustri, menekan emisi karbon, meningkatkan nilai tambah ekonomi, serta mendukung ketahanan energi nasional. Namun, sebagian besar penelitian masih dilakukan pada skala laboratorium dan belum mengintegrasikan analisis Life Cycle Assessment (LCA) maupun Techno-Economic Assessment (TEA). Oleh karena itu, penelitian lanjutan pada skala pilot dan industri diperlukan untuk mendukung implementasi bioetanol secara berkelanjutan di Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Azmy Febryansyah, Cicah Warohmah, Alya Rahma Zahratunnisa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
























