KARAKTERISASI MORFOLOGIS DAN KAJIAN FENOLOGI DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) G. DON)
DOI:
https://doi.org/10.22437/biospecies.v19i2.56083Kata Kunci:
Catharanthus roseus; Fenologi Daun; Karakterisasi Morfologis; Tapak Dara; Pertumbuhan TanamanAbstrak
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk flora bernilai ekologis, ekonomis, dan kesehatan, salah satunya tapak dara (Catharanthus roseus (L.) G. Don) yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan obat. Namun, kajian mengenai fenologi dan karakterisasi morfologis daun tapak dara masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi morfologis dan fenologi daunnya. Penelitian dilakukan selama 66 hari dengan metode deskriptif observatif menggunakan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif. Sampel penelitian untuk karakterisasi morfologis dan fenologi daun terdiri dari 15 helai daun dari 5 batang tumbuhan yang sama, Karakterisasi dilakukan saat daun melebar sempurna. Sampel yang diamati berada di taman rumah warga di Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Pengamatan dilakukan setiap hari pukul
11:00 – 13:00 WIB mulai dari kemunculan tunas daun hingga daun gugur. Faktor lingkungan diukur menggunakan aplikasi Galaxy Sensor dan AccuWeather. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun tapak dara (C. roseus (L.) G. Don) tergolong daun tunggal dengan bentuk jorong, ujung dan pangkal tumpul, serta susunan tulang daun menyirip, tepi
daun rata, dan letaknya termasuk berhadapan bersilang, di mana setiap dua daun pada buku batang tersusun bersilangan dengan dua daun di bawahnya. Fenologinya meliputi fase
inisiasi hingga morfogenesis selama 3 hari, pembukaan kuncup daun 3 hari, fase ekspansi 14 hari, fase daun menguning 31 hari, dan daun gugur 15 hari setelahnya. Kondisi lingkungan selama pengamatan yaitu suhu 23,9 – 41,7 °C, kelembapan udara 31,2 – 51,2 %, intensitas cahaya 136,38 – 25781,00 lux, dan curah hujan 0 – 34 mm.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fazli Ilahi, Pinta Murni, M. Erick Sanjaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
























