Pengembangan Modul Berpendekatan Pembelajaran Science Technology Engineering And Mathematic Pada Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Meningkatkan Kreativitas

(Module Development Approaching Science Technology Engineering And Mathematical Learning on Biodiversity Materials to Increase Creativity)

Authors

  • Agung Laksono Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi
  • M. Rusdi Universitas Jambi
  • Tedjo Sukmono Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.22437/bio.v7i3.13246

Abstract

Module development is a process of developing procedural knowledge in creating meaningful learning. Learning is developed to obtain multidisciplinary learning, student-centered, active and critical, changes in interactive learning patterns. In the learning process with a STEM approach, information is formed through collaboration and creativity. Students use skills and learning processes in science, technology, engineering, and mathematics in their thinking processes to solve problems. This development aims to determine procedures, designs, student responses and teacher assessments in increasing creativity. Development of the biodiversity module with the STEM approach using the Project Based Learning model on biodiversity material in SMA Negeri 2 Jambi City by adapting the ADDIE model. The research instruments used were interview sheets, open and closed questionnaires, and a daily log. The product developed is a Biodiversity Module with a STEM approach. The module was validated by three teams of experts and declared feasible then the teacher's assessment had a kappa value of 0.74 in a good category. The results of one-on-one trials for project one have a percentage of 82.08% in the category of "Very feasible" and project two have a percentage of 89.05% with the category "Very feasible". The results of the small group trial had a kappa value for project one of 0.81 which was in the very good category and for project two had a kappa value of 0.42 in the medium category. Based on the results of the observations of two teachers on project one in increasing the creativity of students, it has a kappa value of 0.74 with a good category. Based on the results of the study, it was concluded that the module with the STEM approach was categorized as good so that it could increase the creativity of students, and the module with the STEM approach was suitable for use as a media for learning biology.

Abstrak.

Pengembangan modul merupakan proses pengembangan pengetahuan prosedural dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran dikembangkan guna memperoleh pembelajaran yang bersifat multidisiplin ilmu, berpusat kepada peserta didik, aktif dan kritis, perubahan pola pembelajaran interaktif. Pada proses pembelajaran berpendekatan STEM informasi dibentuk melalui kolaboratif dan kreativitas. Peserta didik menggunakan keterampilan dan proses belajar dalam ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika dalam proses berpikir untuk menyelesaikan permasalahan. Pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur, desain, respon peserta didik dan penilaian guru dalam meningkatkan kreativitas. Pengembangan modul kenakaragaman hayati dengan berpendekatan STEM menggunakan model Project Based Learning pada materi Keanekaragaman hayati di SMA Negeri 2 Kota Jambi dengan mengadaptasi model ADDIE. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, angket terbuka dan tertutup, dan daily log. Produk hasil pengembangan berupa Modul Keanekaragaman hayati berpendekatan STEM. Modul divalidasi oleh tiga tim ahli dan dinyatakan layak kemudian penilaian guru mempunyai nilai kappa 0,74 dengan kategori baik. Hasil ujicoba satu-satu untuk proyek satu mempunyai persentase 82,08% dengan kategori “Sangat Layak” dan proyek dua mempunyai persentase 89,05% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil ujicoba kelompok kecil mempunyai nilai kappa untuk proyek satu 0,81 dengan kategori sangat baik dan untuk proyek dua mempunyai nilai kappa 0,42 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil observasi dua guru terhadap proyek satu dalam meningkatkan kreativitas peserta didik mempunyai nilai kappa 0.74 dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Modul berpendekatan STEM dengan kategorikan baik sehingga dapat meningkatkan kreativitas peserta didik, dan modul berpendekatan STEM layak digunakan sebagai media pembelajaran Biologi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adlim, M. Saminan, Ariestia,S. 2015. Pengembangan Modul STEM Terintegrasi Kewirausahaan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains di SMA Negeri 4 Banda Aceh. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia: 3(2)

Aldila, C. 2017. Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis STEM untuk menumbuhkan berpikir kreatif peserta didik pada materi elastisitas dan hukum hooke. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Alfika,Z A. Mayasari, T. Kurniadi, E. 2019. Modul STEM berbasis pemecahan masalah dengan tema rumah dome. Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Metro: 7(1)

Amelia, A. Abidin, Z. Faradiba, S S. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering And Mathematics) untuk meningkatkan kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Materi Program Linear Peserta didik Kelas XI IPA MA Nasruddin Dampit tahun akademik 2018/2019. JP3: 13(10)

Andriani, S. Suhery, T. Hartono. 2017. Pembangan Modul Kimia Dasar II Materi Koloid Berbasis STEM Problem Based Learning Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fkip Unsri. Prosiding Seminar Pendidikan IPA: 308-315

Anggraini, F I. Huzaifah,S. Implementasi STEM dalam pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA:722-731

Arinillah, G A. 2016. Pengembangan buku peserta didik dengan pendekatan terpadu Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) berbasis inkuiri terbimbing pada materi kalor. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Asyhar, R. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Refrensi

Aunurrahman. 2014. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Branch. 2009. Instructional Design: The ADDIE Approach. New York: Springer Science Business Media

Campbell. 2008. Biologi Edisi kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Daryanto. 2013. Menyusun Modul (Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar). Yogyakarta: Gava Media

Dewi, H R. Mayasari, T. Handhika, J. 2017. Peningkatan ketrampilan berfikir kreatif peserta didik melalui penerapan inkuiri terbimbing berbasis STEM. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika III Juli 2017: 47 – 53

Farwati, R. Permanasari, A. Firman, H. Suhery,T. 2017. Integrasi Problem Based Learning dalam STEM Education Berorientasi pada Aktualisasi Literasi Lingkungan dan Kreativitas. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA:198-206

Ferdiyansyah. I, 2015, Perbedaan hasil belajar pesrta didik menggunakan pendekatan STM, SETS, STEM pada pembelajaran konsep virus.UIN Syarif Hidayatullah

Ismayani, A. 2016. Pengaruh Penerapan STEM Project-Based Learning Terhadap Kreativitas Matematis Peserta didik SMK. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education: 3(4)

Karwono. Mularsih, H. 2017. Belajar dan Pembelajaran, serta pemanfaatan sumber belajar. Depok: Rajawali Pers

Kuenzi, J.J. 2008. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Education: Background, Federal Policy, and Legislative Action. Congressional Research Service Reports: 35

Mosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam pembelajaran abad 21: kunci sukses implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Ghalia Indonesia

Ningsih, F. 2018. Pengembangan buku peserta didik berbasis pendekatan STEM (Science Technology Engineering And Mathematics) dengan integrasi LBL (Life Based Learning) pada pokok bahasan Bioteknologi kelas XII SMA (Sekolah Menengah Atas). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

Permanasari, A. 2016. STEM Education: Inovasi dalam Pembelajaran Sains. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS):22-34

Pertiwi, R S. 2017. Pengembangan lembar kerja peserta didik dengan pendekatan STEM (science, technology, engineering, mathematics) untuk melatih keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada materi fluida statis. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung

Peserta didiknto, J. 2018. Keefektifan Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan STEM untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika: 9(2)

Pujiyanto, S. 2017. Menjelajah Dunia Biologi untuk kelas X SMA dan MA Kelompok Perminataan Matematika dan Ilmu Alam. Solo: Tiga Serangkai

Rusdi, M. 2018. Penelitian Desain dan Pengembangan Kependidikan: Konsep, Prosedur, dan Sintesis Pengetahuan Baru. Jakarta: Rajawali Press

Safitri, R. 2016. Buku peserta didik Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Surakarta: Mediatama

Sari, BK. 2017. Desain Pembelajaran Model ADDIE dan Implementasinya dengan Teknik Jigsaw. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo: 2(4)

Sugianto, S D. Ahied, M. Hadi, W P. Wulandari, A Y R. 2018. Pengembangan modul IPA berbasis proyek terintegrasi STEM pada materi tekanan. Journal of Natural Science Education Reseach: 1(1)

Downloads

Published

2021-09-17

How to Cite

Laksono, A., M. Rusdi, & Tedjo Sukmono. (2021). Pengembangan Modul Berpendekatan Pembelajaran Science Technology Engineering And Mathematic Pada Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Meningkatkan Kreativitas: (Module Development Approaching Science Technology Engineering And Mathematical Learning on Biodiversity Materials to Increase Creativity). BIODIK, 7(3), 46-55. https://doi.org/10.22437/bio.v7i3.13246