Pemberian Kompos Campuran Kotoran Ayam dan Ara Sungsang (Asystasia Gangetica L.T) Terhadap Kemantapan Agregat Ultisol dan Hasil Kedelai

Authors

DOI:

https://doi.org/10.22437/agroecotania.v7i2.41329

Abstract

Ultisol salah satu ordo tanah marginal dalam hal pengolahan tanaman pangan memiliki tekstur liat
yang tinggi, kemantapan agregat dan permeabilitas tanah rendah dan kandungan bahan organik yang
rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos campuran kotoran
ayam dan ara sungsang (Asystasia gangetica L.T) terhadap kemantapan agregat Ultisol dan hasil
kedelai. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Desa
Mendalo Indah, Kabupaten Muaro Jambi dari bulan Mei hingga September 2020. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan antara lain k0 = Tanpa
Pemberian Kompos (Kontrol), k1 = 5 ton/ha kompos pupuk kandang dan ara sungsang, k2 = 10 ton/ha
kompos pupuk kandang ara sungsang, k3 = 15 ton/ha kompos pupuk kandang dan ara sungsang, k4 =
20 ton/ha kompos pupuk kandang dan ara sungsang. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali
sehingga terdapat 25 petak percobaan. Parameter yang diamati yaitu persen agregat terbentuk,
kemantapan agregat, bahan organik tanah, bobot volume tanah, total ruang pori, tinggi tanaman, dan
hasil tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kotoran ayam dan ara
sungsang sebanyak 20 ton/ha memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan persen agregat,
kemantapan agregat, total ruang pori, tinggi tanaman dan hasil kedelai. serta menurunkan bobot
volume tanah.

Author Biography

  • M. Syarif, Jambi University

    Ultisol salah satu ordo tanah marginal dalam hal pengolahan tanaman pangan memiliki tekstur liat
    yang tinggi, kemantapan agregat dan permeabilitas tanah rendah dan kandungan bahan organik yang
    rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos campuran kotoran
    ayam dan ara sungsang (Asystasia gangetica L.T) terhadap kemantapan agregat Ultisol dan hasil
    kedelai. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Desa
    Mendalo Indah, Kabupaten Muaro Jambi dari bulan Mei hingga September 2020. Penelitian ini
    menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan antara lain k0 = Tanpa
    Pemberian Kompos (Kontrol), k1 = 5 ton/ha kompos pupuk kandang dan ara sungsang, k2 = 10 ton/ha
    kompos pupuk kandang ara sungsang, k3 = 15 ton/ha kompos pupuk kandang dan ara sungsang, k4 =
    20 ton/ha kompos pupuk kandang dan ara sungsang. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali
    sehingga terdapat 25 petak percobaan. Parameter yang diamati yaitu persen agregat terbentuk,
    kemantapan agregat, bahan organik tanah, bobot volume tanah, total ruang pori, tinggi tanaman, dan
    hasil tanaman kedelai. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kotoran ayam dan ara
    sungsang sebanyak 20 ton/ha memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan persen agregat,
    kemantapan agregat, total ruang pori, tinggi tanaman dan hasil kedelai. serta menurunkan bobot
    volume tanah.

Downloads

Published

2025-01-22